News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Diduga Absen Kerja Bakti, Polisi Muda Polda Kepri Tewas di Tangan Senior

Kasus dugaan penganiayaan sesama polisi di lingkungan Polda Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak baru.
Selasa, 14 April 2026 - 17:38 WIB
Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto memberikan keterangan terkait kejadian penganiayaan anggota polisi di mess Bintara Polda Kepri, Batam, Kepri, Selasa (14/4).
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan penganiayaan sesama polisi di lingkungan Polda Kepulauan Riau (Kepri) memasuki babak baru.

Seorang bintara polisi berinisial Bripda AS ditetapkan sebagai tersangka dalam insiden berdarah yang mengakibatkan satu orang personel meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, menyatakan bahwa saat ini pihaknya baru menetapkan satu orang sebagai penanggung jawab utama, namun penyelidikan masih terus berkembang.

“Sementara ini baru satu anggota yang kami tetapkan sebagai tersangka, yakni Bripda AS. Namun kami masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan personel lain,” jelas Eddwi di Batam, Selasa (14/4).

Pihak pimpinan Polda Kepri menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tragedi yang mencoreng institusi tersebut.

Eddwi menegaskan bahwa instruksi dari Kapolda Kepri sangat jelas, yakni mengusut kasus ini tanpa pandang bulu.

“Atas nama Kapolda, kami menyampaikan duka cita yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Kami berjanji akan memproses secara tegas dan akan saya usut tuntas sampai selesai siapa pelakunya-pelakunya yang terlibat,” tegasnya.

Peristiwa memilukan ini diketahui terjadi pada Senin (13/4) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasi kejadian berada di mess atau barak Bintara Remaja yang bertempat di rusunawa. Korban meninggal adalah Bripda NS, anggota Ditsamapta Polda Kepri. 

Selain NS, terdapat satu korban lain berinisial Bripda JB yang kini tengah menjalani proses visum.

“Korban merupakan anggota Ditsamapta Polda Kepri, yakni Bripda NS yang meninggal dunia, serta satu korban lainnya Bripda JB yang saat ini masih menjalani visum,” tambah Eddwi.

Motif sementara di balik penganiayaan ini diduga berkaitan dengan masalah disiplin. Tersangka memanggil korban karena dianggap tidak mengikuti kegiatan kerja bakti atau kurve.

“Kedua korban dipanggil ke kamar di barak untuk ditanyakan tentang kurve itu. Saat itu terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh seniornya,” ungkap Eddwi. 

Berdasarkan pemeriksaan, penganiayaan tersebut dilakukan dengan tangan kosong tanpa bantuan senjata atau alat tumpul lainnya.

Hingga saat ini, Propam telah memeriksa delapan orang saksi. Meski belum ditemukan adanya dendam pribadi antara tersangka dan korban, pihak Paminal terus melakukan pendalaman.

“Sementara para saksi kami amankan di Propam, Bagian Paminal (Pengamanan Internal Polri) untuk dilakukan pendalaman dan pengembangan. Nanti kita dalami apakah ada motif lain selain tidak melaksanakan kurve itu,” kata Kabid Propam.

Tersangka Bripda AS kini terancam hukuman ganda. Selain proses pidana yang ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum, ia juga menghadapi sanksi berat secara internal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami dari Propam akan memproses secara kode etik, dan untuk pidananya sudah kami laporkan ke Ditreskrimum,” ujar Eddwi. 

Saat ini, jenazah Bripda NS masih berada di RS Bhayangkara untuk keperluan autopsi, sementara Polda Kepri memastikan akan menanggung seluruh biaya pengurusan jenazah dan memberikan bantuan finansial bagi keluarga korban. (ant/dpi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi bakal Sulap Gedung Sate Bandung lebih Menawan, Gubernur Jawa Barat itu Bocorkan Gambarannya

Dedi Mulyadi bakal Sulap Gedung Sate Bandung lebih Menawan, Gubernur Jawa Barat itu Bocorkan Gambarannya

Kabar-kabarnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ingin merombak Gedung Sate. Bukan secara sembarangan tapi memiliki alasan khusus nih
Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Baru-baru ini terungkap fakta-fakta mengerikan kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa FH UI. Sontak, hal ini menyedot perhatian hingga komentar publik.
Seusai Bawa Inter Miami Juara, Mascherano Pilih Mundur, Ada Apa?

Seusai Bawa Inter Miami Juara, Mascherano Pilih Mundur, Ada Apa?

Javier Mascherano resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih kepala Inter Miami, klub Major League Soccer (MLS) yang juga diperkuat Lionel Messi.
UMKM Tangsel Bakal Naik Kelas! Strategi Besar Pemkot Ini Jadi Kuncinya

UMKM Tangsel Bakal Naik Kelas! Strategi Besar Pemkot Ini Jadi Kuncinya

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
KSP Targetkan Sekolah Rakyat di Yogyakarta dan Pati Mulai Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027

KSP Targetkan Sekolah Rakyat di Yogyakarta dan Pati Mulai Beroperasi pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Pemerintah melalui Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) terus memantau proses pembangunan Sekolah Rakyat Permanen yang berada di Yogyakarta dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
BUMN Harus Siap dengan KUHP dan KUHAP Baru

BUMN Harus Siap dengan KUHP dan KUHAP Baru

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI Prof Narendra Jatna mengatakan keberadaan KUHP dan KUHAP baru menciptakan tantangan baru BUMN

Trending

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO

Viral chat orang tua mahasiswa FH UI diduga bela pelaku pelecehan dan minta tak ada DO, publik soroti minim empati pada korban.
Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

Breaking! FIFA Siapkan Play-off Darurat, Indonesia Berpeluang Tampil di Piala Dunia 2026

FIFA dikabarkan tengah menyiapkan skenario darurat jelang Piala Dunia FIFA 2026, menyusul kemungkinan mundurnya Iran akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Baru-baru ini terungkap fakta-fakta mengerikan kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa FH UI. Sontak, hal ini menyedot perhatian hingga komentar publik.
Jurnalis ESPN Ungkap Skenario FIFA Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Cek Fakta Timnas Indonesia

Jurnalis ESPN Ungkap Skenario FIFA Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Cek Fakta Timnas Indonesia

Rumor masuknya Timnas Indonesia dalam bursa kandidat play off Piala Dunia 2026 menjadi sorotan tersendiri. Meski peluang tersebut masih bersifat spekulatif, performa di
Ramalan Keuangan Zodiak 16 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 16 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan keuangan zodiak 16 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, ungkap peluang, tantangan, dan kondisi finansial terkini.
Kabar Baik dari Dedi Mulyadi, Selain Renovasi Rumah Kini Ada KUR Perumahan dan Warga Jabar Bisa Akses Langsung

Kabar Baik dari Dedi Mulyadi, Selain Renovasi Rumah Kini Ada KUR Perumahan dan Warga Jabar Bisa Akses Langsung

​​​​​​​Kabar baik dari Dedi Mulyadi, selain renovasi rumah kini ada KUR perumahan dan akses langsung bagi warga Jabar untuk ajukan bantuan lebih cepat.
Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Usai Penahanan Ajudan Gubernur Riau, KPK Periksa Sekdis PUPR Riau

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksan Ferry Yuanda (FRY) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan
Selengkapnya

Viral