Grup Chat Ortu Para Pelaku Kekerasan Seksual FH UI Diduga Bocor, Minta Mereka Tak di DO
- Istimewa
Publik Bereaksi Keras
Beredarnya isi chat ini langsung menuai kritik tajam dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa sikap orang tua tersebut tidak menunjukkan empati terhadap korban, melainkan lebih fokus pada perlindungan terhadap pelaku.
Komentar publik di media sosial pun didominasi kecaman terhadap narasi yang dinilai menyudutkan pihak pembongkar kasus.
“Harusnya yang disorot itu pelaku, bukan yang berani mengungkap,” tulis salah satu warganet.
Kritik juga mengarah pada permintaan agar pelaku tidak di-DO, yang dianggap sebagai bentuk pembelaan berlebihan.
“Kalau memang terbukti, ya harus ada konsekuensi. Jangan karena takut masa depan rusak, lalu mengabaikan korban,” tulis komentar lainnya.
Awal Kasus Pelecehan di Lingkungan FH UI
Kasus ini bermula dari dugaan pelecehan seksual verbal yang dilakukan oleh 16 mahasiswa FH UI melalui sebuah grup chat. Dugaan tersebut menyebutkan bahwa isi percakapan mengandung unsur pelecehan terhadap mahasiswi hingga dosen.
Tangkapan layar percakapan tersebut kemudian menyebar ke publik dan memicu perhatian luas. Kasus ini pun berkembang menjadi sorotan nasional, terutama karena melibatkan institusi pendidikan ternama.
UI Tegaskan Pelecehan Verbal Adalah Pelanggaran Serius
Menanggapi kasus tersebut, pihak Universitas Indonesia melalui Direktur Humas, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan bahwa kekerasan seksual dalam bentuk apa pun, termasuk verbal, merupakan pelanggaran serius.
Saat ini, penanganan kasus dilakukan oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI. Prosesnya meliputi verifikasi laporan, pengumpulan bukti, serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.
UI juga menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan berperspektif korban, sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan dan keadilan.
Ancaman Sanksi Tetap Mengacu Aturan
Meski muncul permintaan dari pihak orang tua agar tidak ada sanksi DO, pihak kampus tetap menegaskan bahwa seluruh proses akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Para mahasiswa yang terbukti bersalah tetap berpotensi mendapatkan sanksi tegas, mulai dari pembinaan hingga sanksi berat, tergantung hasil investigasi.
Keaslian Chat Masih Belum Terverifikasi
Hingga saat ini, keaslian tangkapan layar percakapan grup orang tua tersebut belum dapat dipastikan. Namun demikian, isi percakapan yang beredar sudah memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.
Load more