News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dilaporkan JK Soal Tudingan Pendanaan Kasus Ijazah Jokowi, Rismon: Beliau Bapak Bangsa, Saya hanya Rakyat Jelata

Rismon menegaskan tidak pernah memproduksi maupun menyampaikan isi seperti yang ditudingkan dalam video tersebut.
Kamis, 16 April 2026 - 09:56 WIB
Kolase Rismon Sianipar dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla alias JK
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Polemik video yang diduga berbasis artificial intelligence (AI) dan menyeret nama Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla masih terus bergulir.

Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar angkat bicara dan menegaskan dirinya tidak punya kewenangan untuk menjelaskan isi video yang beredar luas tersebut. Demikian kata Rismon saat ditanya soal laporan yang dibuat JK terhadapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena saya sudah pastikan originalitas itu merupakan faktor utama dalam digital forensik. Maka saya tidak bertanggung jawab untuk mengklarifikasi isinya (dari video tersebut),” kata Rismon, dikutip Kamis, 16 April 2026.

Ia juga membantah keterlibatan dalam pembuatan video yang menyeret namanya. Rismon menegaskan tidak pernah memproduksi maupun menyampaikan isi seperti yang ditudingkan dalam video tersebut.

“Yang jelas saya tidak terkait apapun saya tidak membuat, memproduksi, apalagi mengatakan itu didalamnya. Oleh karena itu segera tangkap orang yang memproduksinya,” kata dia.

Rismon bahkan mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan JK, apalagi membahas isu sensitif seperti polemik ijazah Jokowi.

“Waduh, siapalah saya bisa berkomunikasi dengan Pak JK. Pak JK adalah bapak bangsa, saya hanya rakyat jelata dalam segala macam pembicaran saya, saya tidak pernah menyebut satupun elite politik, elite bangsa ini,” ujarnya.

Di sisi lain, kuasa hukum Rismon, Jahmada Girsang, menyebut kliennya justru berada di posisi dirugikan. Ia menilai, jika video tersebut benar hasil rekayasa AI, maka baik Rismon maupun pihak lain yang disebut di dalamnya sama-sama menjadi korban.

“Karena nama klien saya ini disebut sudah mungkin jutaan kali di media-media, menyebutkan bahwa dia mengatakan itu. Sejujurnya tidak ada. Jadi posisi sekarang, posisi klien saya dirugikan,” tutur Jahmada.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK, mendatangi langsung Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, untuk melaporkan kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita hoaks.

Berdasarkan pantauan, JK datang di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, pada pukul 11.00 WIB. JK yang mengenakan kemeja berwarna biru muda, tampak didampingi kuasa hukumnya, Abdul Haji Talaohu.

Ketika awak media menanyakan terkait kedatangannya, JK mengatakan bahwa dirinya ingin melapor.

"Mau melapor," katanya singkat seraya masuk ke Gedung Bareskrim.

Sementara itu, kuasa hukum JK, Abdul Haji Talaohu, mengatakan bahwa laporan itu diajukan JK terhadap ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar.

"Iya, Rismon," katanya.

Untuk diketahui, ahli digital forensik, Rismon Sianipar membantah dirinya pernah menyebut Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) sebagai bohir atau pendana kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Pengacara Rismon, Jahmada Girsang menyebut video yang beredar di media sosial merupakan hasil olahan Artificial Intelligence (AI). 

Selama ini, Rismon, kata Jahmada tidak pernah menyebut nama Jusuf Kalla.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK. Video yang beredar itu hoaks, AI ya," ucap Jahmada kepada wartawan, Senin, 6 April 2026.

Foe Peace Simbolon/VIVA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026

Akselerasi Transformasi TLKM 30: Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026

Perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada penutupan semester pertama tahun 2026. 
Arahan Presiden Prabowo, Wamendikdasmen Fajar Tinjau SNT Banyumas untuk Dorong Katalisator Mutu Pendidikan

Arahan Presiden Prabowo, Wamendikdasmen Fajar Tinjau SNT Banyumas untuk Dorong Katalisator Mutu Pendidikan

Wamendikdasmen memastikan program SNT berjalan sesuai arahan Presiden, mulai dari kesiapan sekolah, proses penerimaan murid, hingga pembangunan ekosistem pendidikan.
Usut Tewasnya Sutrimo, Polisi Bakal Bongkar Jejak Digital Lewat Ponsel-CCTV

Usut Tewasnya Sutrimo, Polisi Bakal Bongkar Jejak Digital Lewat Ponsel-CCTV

Polisi terus mendalami tewasnya kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).
Butuh 74 Menit Cetak Gol, Ini 4 Faktor Penyebab Timnas Indonesia Sempat Kesulitan Bobol Timor Leste di Babak Pertama

Butuh 74 Menit Cetak Gol, Ini 4 Faktor Penyebab Timnas Indonesia Sempat Kesulitan Bobol Timor Leste di Babak Pertama

Timnas Indonesia sukses mengamankan tiga poin krusial usai menumbangkan Timor Leste 3-0 pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026 di Chonburi Stadium, Thailand, ...
6 Fakta Menarik Kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Rebut Status Top Skor

6 Fakta Menarik Kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste di Piala AFF 2026: Mitchell Baker Rebut Status Top Skor

Timnas Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di Grup A Piala AFF 2026 usai membungkam Timor Leste dengan skor 3-0. Berikut 6 fakta menarik di laga tersebut.
VKTR Tampilkan Transporter LOKON di GIIAS 2026, Ini Keunggulan Kendaraan Listrik Komersial untuk Mobilitas Bisnis

VKTR Tampilkan Transporter LOKON di GIIAS 2026, Ini Keunggulan Kendaraan Listrik Komersial untuk Mobilitas Bisnis

Transporter LOKON yang dihadirkan VKTR di GIIAS 2026 digadang menjadi kendaraan listrik komersial yang andal. Selain kapasitas lebih besar, biaya operasional juga disebut lebih efisien.

Trending

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Ustaz Dasad Latif menyampaikan apresiasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk membiayai
Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Dana Rp227 Juta Hasil Penjualan Tanah Eks Juru Kunci Raib, Warga Dusun Tanjangrono Minta Dibawa ke Jalur Hukum

Polemik dugaan tidak transparannya pengelolaan dana hasil penjualan tanah eks juru kunci kembali mencuat di Dusun Tanjangrono, Desa Tanjangrono, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. 
Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Viral Wanita Muda Digerebek dalam Kamar Kalapas Waingapu, Mengaku "Adik Angkat"

Dalam video penggerebekan tersebut petugas mendapati seorang wanita belia berusia 19 tahun di dalam kamar diduga milik Kalapas Waingapu yang mengaku Adik Angkat
Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Piala AFF 2026: Media Vietnam Nyinyir Soal Pemain Naturalisasi, Netizen ASEAN Pasang Badan Bela Timnas Indonesia

Keberhasilan Timnas Indonesia membantai Kamboja dengan skor telak 5-1 pada laga perdana Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari terus menyita perhatian ... -
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 6 Zodiak Paling Belimpah Cuan di 1 Agustus 2026: Gemini Panen Uang Kaget

Pada 1 Agustus 2026, pergerakan astrologi diperkirakan membawa angin segar bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa yang bercuan deras di awal bulan?
Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Musim Kemarau Sebabkan 6 Kecamatan di Lumajang Krisis Air Bersih

Adapun 6 titik terdampak krisis air bersih tersebut berada di Kecamatan Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro. 
Pengamat: Timnas Indonesia Belum Selevel Thailand dan Vietnam untuk Juara Piala AFF 2026

Pengamat: Timnas Indonesia Belum Selevel Thailand dan Vietnam untuk Juara Piala AFF 2026

Kenapa Timnas Indonesia dianggap belum selevel dengan Timnas Thailand dan Vietnam soal perebutan gelar juara Piala AFF 2026 kata pengamat sepak bola ini?
Selengkapnya

Viral