5 Menit Usai Lepas Landas, Helikopter Airbus H130 PK-CFX Hilang Kontak: Sinyal Darurat Terdeteksi, Serpihan Ditemukan di Hutan Sekadau
- Istimewa
Delapan Orang dalam Helikopter
Dalam penerbangan tersebut, helikopter membawa total delapan orang yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang.
Hingga proses pencarian berlangsung, seluruh korban masih dalam status pencarian oleh tim SAR gabungan.
Pencarian Dimulai, Tim SAR Dikerahkan
Merespons sinyal darurat yang diterima, Basarnas langsung mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Sintang pada pukul 11.00 WIB.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta unsur masyarakat bergerak menuju lokasi melalui jalur darat. Namun, akses yang sulit membuat perjalanan menuju titik koordinat menjadi tidak mudah.
Selain jalur darat, pencarian juga dilakukan melalui udara.
Helikopter TNI AU Temukan Serpihan
Upaya pencarian dari udara dilakukan menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara yang lepas landas dari Lanud Supadio pada pukul 13.10 WIB.
Helikopter tersebut membawa 10 personel, termasuk kru, pasukan Kopasgat, dan tim Basarnas untuk melakukan pemantauan dari udara.
Hasilnya, pada pukul 15.25 WIB, tim udara menemukan serpihan yang diduga bagian ekor helikopter Airbus H130 PK-CFX.
Lokasi temuan tersebut berada sekitar 3 kilometer ke arah barat dari titik awal hilang kontak.
Temuan ini kemudian segera diteruskan kepada tim darat untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi.
Medan Sulit Jadi Tantangan Utama
Proses pencarian tidak berjalan mudah. Lokasi kejadian berada di kawasan hutan lebat dengan kontur perbukitan yang terjal, sehingga menyulitkan mobilisasi tim SAR.
Selain itu, akses menuju titik lokasi yang terbatas membuat proses evakuasi membutuhkan waktu dan koordinasi yang matang.
Meski demikian, Basarnas menegaskan komitmennya untuk melanjutkan operasi SAR secara maksimal dengan dukungan seluruh potensi yang ada.
Informasi Awal Jadi Kunci Pencarian
Rangkaian informasi awal mulai dari hilang kontak, deteksi sinyal ELT, hingga penemuan serpihan menjadi elemen penting dalam operasi pencarian.
Kecepatan dalam mendeteksi sinyal darurat dan koordinasi antarinstansi menjadi faktor krusial dalam mempersempit area pencarian di tengah kondisi medan yang ekstrem.
Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan. (nsp)
Load more