PDIP Kaji Ulang Semangat KAA di Tengah Perang Iran–Israel: Ramalan Bung Karno Terbukti
- tvOnenews/ Julio Tri Saputra
Jakarta, tvOnenews.com– Memanasnya konflik Iran–Israel mendorong PDI Perjuangan mengkaji ulang relevansi semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) di tengah krisis geopolitik global saat ini.
Ketua DPP PDIP, Ahmad Basarah menilai eskalasi konflik global, termasuk perang di Timur Tengah, menjadi bukti nyata bahwa pemikiran Soekarno soal imperialisme masih relevan.
“Bung Karno sebagai pendiri bangsa, proklamator, penggali Pancasila, dan Bapak Bangsa Indonesia,” kata Basarah dalam sambutannya di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 bukan sekadar catatan sejarah, melainkan fondasi perlawanan negara-negara Asia-Afrika terhadap dominasi global.
Ia mengingatkan seruan Bung Karno yang menggugah, “Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru.”
Basarah menegaskan, kolonialisme saat ini tidak lagi hadir dalam bentuk lama, tetapi menjelma menjadi neo-kolonialisme melalui tekanan ekonomi, ketergantungan teknologi, hingga intervensi geopolitik.
“Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Imperialisme akan terus berganti wajah, berganti strategi, dan berganti instrumen,” ujarnya mengutip pemikiran Bung Karno dalam Di Bawah Bendera Revolusi.
Ia juga menyinggung konflik Iran–Israel sebagai contoh nyata bagaimana pertarungan kepentingan global terus berlangsung dan berdampak luas terhadap stabilitas dunia.
Dalam forum peringatan 71 tahun KAA di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menjadi keynote speaker.
Hadir pula Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan sejumlah tokoh serta akademisi.
Basarah turut mengaitkan pemikiran Bung Karno dengan pengalaman pemimpin Iran, Ali Khamenei, yang disebut mengenal gagasan Bung Karno sejak muda.
Ia menilai konsep resistance economy Iran mencerminkan semangat berdikari dalam Trisakti.
“Jika bangsa Iran saja mampu mempraktikkan ajaran Trisakti Bung Karno, bagaimana dengan pemerintah dan bangsa Indonesia saat ini?” ucapnya.
Ia menambahkan, peran Megawati dinilai penting dalam menjaga kesinambungan pemikiran Bung Karno, terutama dalam mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.
“Megawati dengan tegas berdiri pada prinsip warisan Bung Karno, yaitu penyelesaian konflik melalui dialog dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan kekerasan,” tegas Basarah.
Load more