Geopolitik Memanas, Puan Minta Pemerintah Kaji Ulang Misi TNI di Lebanon: Zona Aman Kini Tak Lagi Aman
- tvOnenews.com/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com – Ketua DPR RI, Puan Maharani menyoroti meningkatnya risiko keselamatan pasukan Indonesia di misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), seiring memanasnya situasi geopolitik global yang dinilai belum mereda.
Puan mengungkapkan, DPR mencermati adanya serangan yang masih terjadi bahkan di wilayah yang seharusnya steril dari agresi.
Karena itu, opsi penarikan atau penundaan pengiriman pasukan baru mulai dipertimbangkan.
“Kondisi ini konteksnya juga dengan menarik dulu pasukan kita atau menjeda dulu pengiriman pasukan kita untuk periode berikutnya di UNIFIL karena ada yang bersuara juga melihat konteks serangannya masih terus berlangsung bahkan di zona yang harusnya tidak ada agresi di situ, itu yang pertama,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, keselamatan prajurit TNI harus menjadi prioritas utama di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.
DPR meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari kesiapan logistik hingga perlindungan pasukan di lapangan.
Ia menegaskan, pemerintah bersama para pemangku kepentingan harus benar-benar memastikan seluruh aspek keamanan terpenuhi sebelum mengambil keputusan lanjutan terkait penugasan pasukan di luar negeri.
“Penilaian situasi geopolitik yang seperti ini, Indonesia harus menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang ada di luar negeri termasuk pasukan TNI yang kita tugaskan di garda terdepan di tempat-tempat yang kita tugaskan,” ujarnya.
Seperti diketahui, seorang tentara Perancis yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon dilaporkan tewas. Sementara tiga lainnya mengalami luka-luka dalam sebuah serangan di wilayah Lebanon selatan, Sabtu (18/4/2026).
Insiden tersebut terjadi ketika pasukan UNIFIL tengah menjalankan tugas membuka akses jalan menuju salah satu pos mereka yang sebelumnya terisolasi akibat meningkatnya konflik di kawasan tersebut.
Menurut laporan awal dari UNIFIL dan pejabat Perancis, serangan itu diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata non-negara yang memiliki keterkaitan dengan Hizbullah.
Presiden Perancis, Emmanuel Macron langsung merespons insiden tersebut dengan menghubungi Presiden Lebanon, Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam.(rpi/raa)
Load more