News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Rabu, 22 April 2026 - 07:09 WIB
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

Jakarta, tvOnenews.com- Sejalan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Dinas Pendidikan Jawa Barat menindak tegas kasus di SMAN 1 Purwakarta. Para siswa yang terlibat diberi sanksi. 

Dedi Mulyadi di SMAN 1 Purwakarta
Dedi Mulyadi di SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video siswa SMAN 1 Purwakarta viral karena acung jari tengah ke guru menuai ragam reaksi. Salah satunya, reaksi dari Gubernur Dedi Mulyadi waktu lalu agar diberi sanksi tanpa skorsing.

Sebelumnya, pihak sekolah SMAN 1 Purwakarta menindak tegas dengan memberikan skorsing selama 19 hari. Hal inipun dianggap kurang tepat oleh Kang Dedi Mulyadi.

Dengan ini, Kadisdik Jabar, Purwanto menegaskan, pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip pendidikan. 

“Sanksinya bukan sekadar hukuman, tetapi pembinaan. Mereka tetap berada dalam ekosistem pendidikan,” ujarnya, dijutip dikutip dari Jabarp,rov, Rabu (22/4).

Dengan begitu, Kadisdik memastikan kalau para siswa yang terlibat kurang lebih 9 orang akan segera dibimbing. 

Menurutnya sanksi skorsing tidak diberikan. Sehingga para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM).

Dalam keterangannya, Purwanto memastikan para siswa yang acung jari tengah itu akan diberi sanksi selama 3 bulan lamanya di lingkungan sekolah. 

Disampaikan, mereka akan menjalani pembinaan selama tiga bulan melalui kegiatan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. 

"Selama proses tersebut, mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mendapatkan pendampingan intensif dari guru serta psikolog," ungkap Kadisdik.

Purwanto mengatakan, jika peristiwa yang viral di media sosial kemarin, dipicu dinamika saat pembelajaran berlangsung. 

Namun tindakan para siswa dilakukan secara sengaja. Sehingga ada sanksi sosial yang diterima. 

Diketahui juga, kalau kejadian bermula saat pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang diampu oleh guru bernama Syamsiah atau dikenal dengan Bu Atun.    

Bukan hanya itu, kata Kadisdik Jabar itu, peran orang tua juga diperkuat. Sehingga setiap pekannya orang tua diwajibkan hadir ke sekolah untuk bersama-sama mengevaluasi perkembangan anak.

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube Kang Dedi Mulyadi

Menurutnya, peristiwa ini tidak bisa dilihat sebagai kesalahan satu pihak semata. Setiap perilaku siswa sekolah juga didukung oleh banyak faktor. 

Ia pun menekankan, pembentukan karakter siswa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan dan media sosial.

“Ini harus menjadi refleksi bersama. Anak-anak hari ini tidak hanya dididik oleh guru, tetapi juga oleh media sosial, lingkungan, dan masyarakat,” tegasnya

Pihak Sekolah dan Guru Memaafkan 

Syamsiah atau Bu Atun Guru PKN SMAN 1 Purwakarta yang Diolok-olok Muridnya
Syamsiah atau Bu Atun Guru PKN SMAN 1 Purwakarta yang Diolok-olok Muridnya
Sumber :
  • Tangkapan Layar Halo Purwakarta

Sehubungan dengan kasus ini, guru SMAN 1 Purwakarta yang diduga menjadi korban perundungan, Ibu Atun Syamsiah suda memaafkan para siswa. 

“Saya memaafkan. Tugas kami sebagai pendidik adalah membimbing agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya kesalahan yang dilakukan siswa merupakan bagian dari proses belajar. Anak yang melakukan kesalahan tidak selamanya akan menjadi buruk. 

“Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Tugas kami membina," pesannya.

Pendapat Gubernur Dedi Mulyadi 

Sebelumnya, KDM memberikan saran untuk sekolah SMAN 1 Purwakarta. Dia menyarankan skorsing 19 hari menjadi aksi yang bisa berdampak pada kebersihan sekolah.

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," katanya dikutip dari akun instagramnya.

Menurut Pemimpin Jawa Barat itu, murid seharusnya tetap bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah. 

Sehingga cukup dengan dua hukuman seperti membersihkan toilet dan bersihkan halaman sekolah yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Mulai dari sebulan sampai berbulan-bulan juga dipantau perkembangan anaknya.

"Ini saya memberikan saran, anak itu tidak perlu diskorsing selama 19 hari. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, tergantung perkembangan anak itu sendiri,” pesan KDM.(klw)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dugaan Kekerasan terhadap Siswa, Dewan Pendidikan Lamongan Angkat Bicara

Dugaan Kekerasan terhadap Siswa, Dewan Pendidikan Lamongan Angkat Bicara

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Lamongan, Sutardi, menyoroti serius dugaan kasus kekerasan yang melibatkan seorang guru terhadap siswa di SMPN 1 Lamongan.
Jakarta Electric PLN Ungkap Alasan Bisa Dipermalukan Popsivo Polwan di Perebutan Juara Ketiga Proliga 2026

Jakarta Electric PLN Ungkap Alasan Bisa Dipermalukan Popsivo Polwan di Perebutan Juara Ketiga Proliga 2026

Tim ofisial Jakarta Electric PLN mengungakapkan biang kerok mengapa mereka bisa kalah telak dari Jakarta Popsivo Polwan di perebutan juara ketiga Proliga 2026.
Murid yang Ledek Gurunya Sempat Syok dan Terpuruk Usai Videonya Viral, Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Pembinaan

Murid yang Ledek Gurunya Sempat Syok dan Terpuruk Usai Videonya Viral, Dedi Mulyadi Tekankan Pentingnya Pembinaan

Murid yang meledek hingga mengacungkan jari tengah ke gurunya di Purwakarta sempat syok dan terpuruk usai videonya viral di jagat maya. 
Fadly Alberto Siap Bertanggung Jawab usai Viral karena Tendangan Kungfu ke Pemain, Akui sebagai Tindakan Bodoh

Fadly Alberto Siap Bertanggung Jawab usai Viral karena Tendangan Kungfu ke Pemain, Akui sebagai Tindakan Bodoh

Nama Fadly Alberto viral di media sosial karena tendangan kungfunya terkena pemain Dewa United.
Ketahuan Berangkat Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI 'Gigit Jari' Dicegah Imigrasi di Bandara Soetta

Ketahuan Berangkat Haji Pakai Visa Kerja, 13 WNI 'Gigit Jari' Dicegah Imigrasi di Bandara Soetta

Dari hasil pemeriksaan, delapan orang diketahui hendak terbang ke Jeddah menggunakan visa kerja.
KPK Ungkap 91% Koruptor Adalah Pria, Aset Disalurkan Lewat Circle dan Wanita Simpanan

KPK Ungkap 91% Koruptor Adalah Pria, Aset Disalurkan Lewat Circle dan Wanita Simpanan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa data tersebut menunjukkan ketimpangan signifikan antara pelaku laki-laki dan perempuan.

Trending

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Alasan Megawati Hangestri Putuskan Kembali ke V-League Korea Selatan Musim 2026-2027, Megatron Pulih Cedera

Kabar gembira datang bagi para pecinta voli Indonesia. Megawati Hangestri Pertiwi, bintang voli kebanggaan tanah air, resmi memutuskan untuk kembali berkarier -
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Berikut hasil bursa transfer pemain agen bebas (Free Agent/FA) untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Yeum Hye-seon bertahan di Red Sparks sedangkan Jung Ho-young satu-satunya pemain yang pindah klub secara resmi.
Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

Seusai Dedi Mulyadi Periksa Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Disanksi, KDM Justru Lakukan Hal Tak Terduga

​​​​​​​Dedi Mulyadi periksa siswa SMAN 1 Purwakarta yang disanksi, lalu ambil langkah tak terduga dengan mengganti AC kelas jadi 2 PK demi kenyamanan belajar.
Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Masih Ingat Herman Dzumafo Epandi? Legenda Persib yang Sudah Dinaturalisasi, tapi Tak Pernah Dipanggil ke Timnas Indonesia

Herman Dzumafo lahir di Douala, Kamerun. Meski sudah memegang paspor Indonesia, setelah dinaturalisasi pada 2017, ia tak pernah dipanggil ke Timnas Indonesia.
Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Siapa Ratu Baru Proliga 2026? Begini Prediksi Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Prediksi Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska di laga Grand Final sektor putri Proliga 2026. Laga penentuan juara yang sarat gengsi dan kualitas sejak awal Final Four
Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Ogah Bela Timnas Indonesia Demi Mimpi Belanda, Bek Keturunan Rp312 Miliar Kini Jadi Incaran Raksasa Prancis

Nama Jayden Oosterwolde mendadak jadi sorotan setelah dikabarkan masuk radar raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Ia pernah tolak bela Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral