Gubernur KDM Heran dengan Penataan Kota Bandung, Desak Benahi Sampah hingga Kemacetan: Pulihkan Ibu Kota Jabar!
- Antara
Mantan Bupati Purwakarta ini juga menyinggung sejumlah PJU di seluruh wilayah Kota Bandung. Di tengah kunjungannya, ia melihat masih banyak PJU belum terurus secara optimal.
Ia memberikan sedikit kabar baik. Pemprov Jabar akan turun tangan menunjukkan komitmen memasang PJU di wilayah Kota Bandung.
"Terutama di jalan-jalan provinsi. CCTV-nya juga harus terintegrasi dengan baik," tambahnya.
Lebih lanjut, mantan anggota DPR RI ini juga menyinggung sistem drainase. Menurutnya, aspek ini belum terintegrasi secara optimal sehingga harus segera diperbaiki.
Ia menegaskan, aliran air harus berjalan dengan baik. Sistem drainase yang optimal juga dapat mencegah banjir.
"Drainasenya harus segera dipulihkan agar air bisa mengalir, terutama ke daerah-daerah lebih rendah dan tidak menimbulkan banjir. Nantinya menciptakan drainase bebas dari sampah, bebas dari berbagai hambatan," terangnya.
Dedi Mulyadi Nilai Tata Ruang Kawasan Kota Bandung Kumuh
Lanjut, Dedi Mulyadi berpendapat tata ruang di kawasan kota masih terkesan kumuh. Ia mengingatkan betapa pentingnya penataan agar terlihat rapi dan estetis.
Ia kembali mengingat betapa pentingnya peran Bandung. Selain ibu kota, Bandung juga menjadi ikon Jawa Barat.
Kemudian, pria berusia 55 tahun ini menganggap Bandung sebagai kota surganya destinasi wisata. Bahkan Bandung sebagai salah satu ikon pusat belanja yang dapat memantik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sayangnya kemacetan masih sering terjadi. Dedi Mulyadi mendorong segera adanya pembangunan transportasi publik yang terintegrasi di wilayah Bandung Raya.
Ia menambahkan, infrastruktur seperti pembangunan underpass hingga jembatan layang juga menjadi solusi yang dipertimbangkan, terutama di titik-titik rawan kemacetan.
"Kemacetan harus ditangani dengan membangun transportasi publik yang terintegrasi di seluruh Bandung Raya," ucapnya.
Selain itu, KDM juga memberikan usulan terkait penggunaan lampu lalu lintas. Menurutnya, zaman sekarang harus beralih ke teknologi digital bertujuan dapat menyesuaikan durasi lampu dengan kondisi kendaraan di jalan setiap waktu.
"Sehingga menyesuaikan dengan jumlah kendaraan yang lewat, lama merah, lama hijaunya, dan lama kuningnya," lanjutnya.
KDM memberikan penekanan betapa pentingnya menjaga bangunan ikonik di Kota Bandung. Ia menekankan upaya penataan ruang tidak bertambah secara berlebihan yang berpotensi menambah kepadatan kota.
Load more