News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Korupsi Bea Cukai Bergulir ke Meja Hijau, Sidang Perdana Digelar 6 Mei di PN Jakpus

Sidang perdana kasus korupsi Bea Cukai digelar 6 Mei 2026 di PN Jakpus, melibatkan pejabat dan pihak swasta dalam dugaan suap impor.
Jumat, 24 April 2026 - 14:58 WIB
Ilustrasi KPK
Sumber :
  • Aldi Herlanda/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan mulai menggelar sidang perdana kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan pada Rabu, 6 Mei 2026. Sidang ini menjadi tahap awal proses hukum atas perkara yang sebelumnya terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Andi Saputra, menyampaikan bahwa perkara tersebut telah resmi diregister oleh Kepaniteraan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan nomor 19/Pid.Sus-TPK/2026/PN.JKT.PST.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ketua PN Jakpus telah menunjuk majelis hakim untuk mengadili perkara ini,” ujar Andi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Majelis Hakim Ditunjuk, Dakwaan Segera Dibacakan

Sidang perdana nantinya akan dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Brelly Yuniar Dien Wardi Haskori, dengan dua hakim anggota yakni Edward Agus dan Nofalinda Arianti.

Agenda awal persidangan adalah pembacaan surat dakwaan terhadap tiga terdakwa yang berasal dari pihak swasta, yakni:

  • John Field, pemilik perusahaan logistik Blueray Cargo

  • Dedy Kurniawan, Manajer Operasional Blueray Cargo

  • Andri, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo

Ketiganya diduga terlibat dalam praktik suap dan gratifikasi terkait pengurusan impor barang, yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Bea Cukai.

Berawal dari OTT KPK pada Februari 2026

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 4 Februari 2026 di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 17 orang. Dari jumlah tersebut, enam orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan.

Sejumlah pejabat Bea Cukai yang terseret dalam kasus ini antara lain:

  • Rizal, Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026

  • Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan

  • Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai

Selain itu, pihak swasta dari Blueray Cargo juga ikut ditetapkan sebagai tersangka, memperkuat dugaan adanya praktik kolusi antara aparat dan pelaku usaha dalam pengurusan impor.

KPK Kembangkan Kasus, Tersangka Bertambah

Perkembangan kasus tidak berhenti di situ. Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan satu tersangka tambahan, yakni Budiman Bayu Prasojo, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai di Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

Langkah ini menunjukkan bahwa penyidikan masih terus berkembang dan membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam praktik korupsi tersebut.

Temuan Uang Miliaran Rupiah Perkuat Dugaan

Dalam proses pengembangan perkara, KPK juga menemukan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp5,19 miliar. Uang tersebut ditemukan dalam lima koper di sebuah rumah di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Temuan ini menjadi salah satu indikasi kuat adanya praktik suap dalam jumlah besar yang berkaitan dengan pengurusan cukai dan impor barang.

KPK menduga uang tersebut merupakan bagian dari aliran dana ilegal yang melibatkan sejumlah pihak dalam kasus ini.

Sorotan Publik pada Integritas Bea Cukai

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut institusi strategis yang memiliki peran penting dalam pengawasan arus barang dan penerimaan negara.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama ini menjadi garda depan dalam pengendalian impor dan ekspor, termasuk dalam mencegah masuknya barang ilegal maupun barang tiruan ke Indonesia.

Dengan bergulirnya kasus ini ke meja hijau, proses persidangan diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh pola praktik korupsi yang terjadi, termasuk kemungkinan jaringan yang lebih luas.

Sidang Perdana Jadi Penentu Arah Perkara

Sidang perdana pada 6 Mei 2026 akan menjadi titik awal pembuktian di pengadilan, khususnya melalui pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari proses ini, publik akan mulai melihat konstruksi perkara secara lebih jelas, termasuk peran masing-masing terdakwa dalam dugaan praktik suap dan gratifikasi di lingkungan Bea Cukai.

Perkembangan persidangan selanjutnya akan menjadi penentu arah penegakan hukum dalam kasus ini, sekaligus menguji komitmen pemberantasan korupsi di sektor strategis negara. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Balai Penegakan Hukum Kehutanan Sulawesi Tegaskan Petani Wajib Patuh Aturan Penggunaan Kawasan Hutan

Balai Penegakan Hukum Kehutanan Sulawesi Tegaskan Petani Wajib Patuh Aturan Penggunaan Kawasan Hutan

Kepala Balai Penegakan Hukum (GAKKUM) Kehutanan Sulawesi, Ali Bahri, menegaskan bahwa aktivitas pembukaan lahan tanpa izin resmi Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) dari Kementerian Kehutanan adalah tindakan ilegal.
Perketat Pengawasan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Gunakan Teknologi Digital

Perketat Pengawasan, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Gunakan Teknologi Digital

Kemen PU mengaku tengah menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan Common Data Environment (CDE) PU dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II.
Jangan Eksfoliasi Terlalu Sering, Ini 4 Tips untuk Pemula Menurut Dokter

Jangan Eksfoliasi Terlalu Sering, Ini 4 Tips untuk Pemula Menurut Dokter

Simak 4 tips eksfoliasi untuk pemula menurut Dokter Mariana, mulai dari memilih chemical exfoliation hingga menggunakan moisturizer dan sunscreen.
Vonis 2–3 Tahun Pengasuh Little Aresha Tuai Kekecewaan, Orang Tua Korban: Gak Adil, Tak Sebanding Lama Terapi Anak

Vonis 2–3 Tahun Pengasuh Little Aresha Tuai Kekecewaan, Orang Tua Korban: Gak Adil, Tak Sebanding Lama Terapi Anak

Putusan majelis hakim terhadap 11 pengasuh Daycare Little Aresha berupa vonis pidana dengan rentang waktu 2-3 tahun penjara menuai kekecewaan para orang tua korban.
Cara Cek Status Jemaah Berhak Berangkat Haji 2027

Cara Cek Status Jemaah Berhak Berangkat Haji 2027

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) secara resmi mengumumkan daftar nama jemaah haji reguler yang masuk dalam alokasi kuota keberangkatan tahun 1448 H/2027 M.
11 Pengasuh Daycare Little Aresha Divonis 2–3 Tahun Penjara, Hakim Tak Bebankan Restitusi

11 Pengasuh Daycare Little Aresha Divonis 2–3 Tahun Penjara, Hakim Tak Bebankan Restitusi

Sebanyak 11 pengasuh Daycare Little Aresha dijatuhi vonis dengan rentang 2-3 tahun penjara. Hakim juga tidak membebankan mereka membayar restitusi atau ganti rugi.

Trending

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Emil Audero Dapat Kabar Baik usai Sempat Dicadangkan Rayo Vallecano di Pentas Copa del Rey

Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, mendapatkan kabar baik usai dicadangkan oleh Rayo Vallecano. Itu terjadi dalam laga kontra Recreativo Huelva pada pentas Copa del Rey.
Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Kapolda Jatim Tanggapi Pemeriksaan AKBP Edy Herwiyanto di Mabes Polri

Divpropam Mabes Polri melakukan pemeriksaan intensif terhadap perwira menengah Polda Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Edy Herwiyanto. Kapolda Jatim
NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 Perkuat Kolaborasi Industri Peternakan dan Pertanian Indonesia

NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 akan segera hadir pada 4–7 November di ICE BSD City untuk memperkuat kolaborasi industri peternakan dan pertanian Indonesia.
5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi. Salah satu yang dikatakannya, yakni “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi".
Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Viral! AKBP Edy Herwiyanto Diduga Diamankan Propam Mabes Polri Terkait Korupsi

Menanggapi kabar tersebut, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono belum menjelaskan secara detail mengenai duduk perkara terkait hal tersebut.
Pemerintah Bakal Beri Diskon Harga Tiket Pesawat Pada Momen Nataru

Pemerintah Bakal Beri Diskon Harga Tiket Pesawat Pada Momen Nataru

Pemerintah Indonesia bakal memberikan diskon harga tiket pesawat dalam momentum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Direktur Jenderal Perhubungan Udara
Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update Pemain Timnas Voli Indonesia yang Main Abroad: Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya, Luvi Febrian Menyusul

Update daftar pemain Timnas Voli Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk musim 2026-2027. Megawati Hangestri kini bukan satu-satunya, usai Luvi Febrian Nugraga menambah daftar nama pevoli Indonesia yang bermain abroad.
Selengkapnya

Viral