Penguatan Keamanan Data dan Kewaspadaan Nasional Jadi Fokus, Pemerintah dan Mahasiswa Soroti Ancaman Siber hingga Pengaruh Asing
- Istockphoto
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Indonesia terus mempercepat penguatan sistem keamanan data nasional sebagai langkah strategis menghadapi meningkatnya ancaman siber dan penyalahgunaan data pribadi. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan digital nasional di tengah pesatnya transformasi teknologi dan terbukanya arus informasi global.
Penguatan sistem keamanan data kini tidak hanya dipandang sebagai kebutuhan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara. Ancaman siber yang semakin kompleks dinilai dapat berdampak luas, mulai dari gangguan sistem hingga potensi manipulasi informasi yang memengaruhi stabilitas sosial.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menegaskan bahwa pendekatan yang lebih komprehensif sangat dibutuhkan dalam menghadapi risiko keamanan data yang terus berkembang.
“Biaya investasi keamanan memang tidak kecil. Namun, dampak kebocoran data jauh lebih besar dan bisa merusak fondasi institusi yang telah dibangun selama bertahun-tahun,” ujarnya.
Tiga Strategi Perkuat Keamanan Data Nasional
Dalam memperkuat tata kelola keamanan data, pemerintah menyiapkan tiga langkah utama yang saling terintegrasi:
-
Penyusunan kebijakan dan regulasi yang adaptif
-
Peran sebagai orkestrator ekosistem digital lintas sektor
-
Investasi pada talenta digital dan infrastruktur teknologi
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap data masyarakat.
Ancaman Siber Jadi Isu Global
Ancaman terhadap keamanan data kini telah menjadi persoalan global. Laporan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mencatat kerugian akibat penipuan digital di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara mencapai 18 hingga 37 miliar dolar AS pada 2023.
Kawasan Asia Tenggara bahkan disebut sebagai salah satu pusat aktivitas kejahatan digital terorganisir. Sementara itu, Europol mengungkap bahwa pelaku kejahatan siber kini berkembang menjadi broker data berskala besar yang tidak hanya mencuri, tetapi juga memperdagangkan data.
Kondisi ini mempertegas pentingnya penguatan sistem keamanan data nasional sebagai bagian dari perlindungan terhadap masyarakat dan stabilitas negara.
Sistem Peringatan Dini dan Kolaborasi
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menilai bahwa sistem peringatan dini menjadi kunci dalam mendeteksi ancaman sejak awal. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta juga diperlukan untuk membangun ekosistem keamanan yang terintegrasi.
Load more