News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dugaan Malpraktik di RS Muhammadiyah Medan, Komisi IX DPR: Pelanggaran Hak Pasien, Harus Diusut Pidana

Dugaan malpraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan yang disebut-sebut mengangkat rahim pasien tanpa persetujuan memicu sorotan keras DPR RI.
Sabtu, 25 April 2026 - 13:59 WIB
Ironis, Diduga Malpraktik Kembali Terjadi, Rahim Pasien Diangkat Tanpa Biopsi di RS Muhammadiyah Medan
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan malpraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah Medan yang disebut-sebut mengangkat rahim pasien tanpa persetujuan memicu sorotan keras DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani menilai kasus ini bukan sekadar kelalaian, tetapi sudah menyentuh pelanggaran serius terhadap hak dasar pasien.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Irma menegaskan bahwa setiap tindakan medis wajib melalui persetujuan pasien dan prosedur yang jelas.

“Tindakan medis apa pun yang akan dilakukan pada pasien harus atas persetujuan pasien, dan itupun harus melalui tahapan dan prosedur yang baku,” tegas Irma saat dikonfirmasi tvOnenews.com, Sabtu (25/4/2026).

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani.
Sumber :
  • Istimewa

Ia menilai, jika benar terjadi pengangkatan rahim tanpa persetujuan dan penjelasan utuh kepada pasien, maka hal itu masuk kategori pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi.

“Menurut saya ini bentuk pelanggaran hak pasien yang membahayakan jiwa dan patut di lakukan investigasi baik oleh MKDKI maupun hukum pidana,” ujarnya.

Irma juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap rumah sakit yang membuat kasus serupa terus berulang.

Ia menyinggung pentingnya pembenahan sistem secara menyeluruh di sektor kesehatan.

Menurutnya, langkah Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin selama ini sudah mengarah pada perbaikan tata kelola yang lebih terbuka.

“Menurut saya menteri kesehatan Budi gunadi sadikin, adalah menkes yg berpikiran out of the box, beliau banyak merubah tatakelola jeruk makan jeruk yg selama ini terjadi, karena sikap elitis dan arogansi dokter menyebabkan beberapa tindakan tercela (bullying ppds) tidak akan terkuak dan diperbaiki, jika menkes nya tidak profesional dan cenderung menutupi dengan alasan ‘menjaga kepercayaan pasien terhadap dokter’,” jelasnya.

Seperti diketahui, malpraktik kembali terjadi di Rumah Sakit Kota Medan. Kabar ini beredar di media sosial hingga menyedot perhatian publik dan menuai komentar warganet. 

Berdasarkan keterangan yang beredar di media sosial dan media massa, seorang ibu rumah tangga bernama Mimi Maisyarah (48) diduga jadi korban tersebut di RS Muhammadiyah, Kota Medan.

Kini, kondisi korban sedang kritis setelah menjalani operasi pengangkatan rahim di RS Muhammadiyah Medan. 

Keluarga menduga adanya malpraktik lantaran pihak rumah sakit melakukan tindakan operasi tanpa prosedur biopsi terlebih dahulu, yang berujung pada diagnosa yang salah dan kondisi luka yang memburuk.

Pihak keluarga pun menceritakan kronologi dalam wawancara yang dilakukan pada Selasa, (21/4/2026).

Keluarga juga menceritakan bahwa kejadian bermula saat korban, Mimi Maisyarah, didiagnosa mengidap miom melalui pemeriksaan USG di RS Muhammadiyah Medan. 

Pihak dokter menyarankan tindakan operasi segera tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium atau biopsi jaringan.

Namun, pascaoperasi, kondisi Mimi justru memburuk. Luka bekas operasi mengeluarkan bau tak sedap dan membusuk. Sehingga keluarga memutuskan untuk merujuk pasien ke rumah sakit swasta lain.

"Di rumah sakit ini (RS Muhammadiyah) nggak ada biopsi. Kami hanya disuruh USG, langsung dibilang anemiom (miom) dan besoknya langsung operasi. Padahal kalau di RS lain (RS Haji), dilakukan biopsi dulu, diambil jaringannya ke lab. Di sanalah baru ketahuan kalau ternyata itu kanker stadium 3, bukan miom," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya persoalan diagnosa awal, keluarga juga mengungkapkan adanya kejanggalan dalam prosedur bedah. 

Tim dokter di rumah sakit rujukan menemukan bahwa meskipun rahim telah diangkat, bagian mulut rahim justru ditinggalkan, yang diduga memperparah kondisi kesehatan pasien yang kini hanya bisa terbaring kritis. (rpi/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lupakan Kegagalan Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Punya Amunisi Baru untuk FIFA ASEAN Cup, Siapa?

Lupakan Kegagalan Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Punya Amunisi Baru untuk FIFA ASEAN Cup, Siapa?

Timnas Indonesia mendapat angin segar setelah melewati Piala AFF 2026 dengan hasil yang kurang. Kini, skuad Garuda bisa tampil gagah dengan kehadiran sosok ini.
Kim Yeon-koung Idola Megawati Hangestri Raih Penghargaan Prestisius di AVC Gala Awards 2025, Tetap Jadi Ikon Voli Asia

Kim Yeon-koung Idola Megawati Hangestri Raih Penghargaan Prestisius di AVC Gala Awards 2025, Tetap Jadi Ikon Voli Asia

Legenda voli Korea Selatan, Kim Yeon-koung belum lama ini berhasil meraih penghargaan bergengsi di AVC Gala Awards 2025. Bahkan meski telah pensiun, namun idola Megawati Hangestri tersebut masih dinobatkan sebagai ikon bola voli Asia.
Mensesneg Prasetyo Hadi Rapat Bareng DPR, Bahas Finalisasi Perpres Ojol

Mensesneg Prasetyo Hadi Rapat Bareng DPR, Bahas Finalisasi Perpres Ojol

Prasetyo mengatakan pembahasan tersebut dilakukan untuk memastikan regulasi yang mengatur keberadaan dan tata kelola ojol dapat segera difinalisasi. 
Motif Asmara Segitiga, Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Tewas Ditikam Suami Siri

Motif Asmara Segitiga, Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi Tewas Ditikam Suami Siri

Menduga berselingkuh, seorang pria di Kabupaten Banyuwangi tega menusuk istri sirinya dengan menggunakan pisau dapur.
Makam Sutrimo Diduga Karumga Febrie Adriansyah Bakal Dibongkar Polisi

Makam Sutrimo Diduga Karumga Febrie Adriansyah Bakal Dibongkar Polisi

Langkah ini menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang sebelumnya dipersoalkan keluarganya.
Persiapan Muktamar ke-35 NU Tembus 50 Persen, Gus Ipul: Awalnya Ragu, Kini Optimistis

Persiapan Muktamar ke-35 NU Tembus 50 Persen, Gus Ipul: Awalnya Ragu, Kini Optimistis

Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, terus dikebut.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Prabowo Resmi Kirim Nama Calon Gubernur BI ke DPR, Hanya Satu Nama: Destry Damayanti!

Pemerintah hanya mengusulkan satu nama, yakni Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral