Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir - Surabaya Pasarturi dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST), Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.
Jenderal Polisi Bintang Dua ini mengungkapkan sebanyak 29 orang telah dievakuasi menuju tiga rumah sakit. Para korban ini berasal dari KRL atau Jabodetabek.
“Dan tadi sudah disampaikan oleh Pak Wakil Ketua DPR RI, bahwa untuk korban ada 29 yang sudah dievakuasi ke tiga rumah sakit. Rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Primaya, RSUD Bekasi Kota, dan Rumah Sakit Bantar Gebang,” kata Asep, di lokasi.
Lebih lanjut, Asep menerangkan, seitar tujuh orang juga masih terjepit dan tengah dilakukan evakuasi oleh personel gabungan dengan cara memotong gerbong kereta.
“Dan kesulitannya memang sekarang sedang ada pemotongan dari Basarnas ya, kepada korban-korban yang terjepit. Mudah-mudahan bisa segera diatasi. Tadi kita lihat ada sekitar enam sampai tujuh orang ya. Mudah-mudahan bisa segera kita evakuasi,” jelas Asep.
Sementara itu, Asep menegaskan saat ini fokus utamanya selain melakukan pertolongan pertama kepada para korban dan penanganan secara medis, yakni pihaknya telah melakukan pengamanan TKP.
“Dan juga dalam hal ini korban ya, untuk korban juga fluktuatif. Mudah-mudahan ya, mudah-mudahan tidak bertambah, walaupun sekarang masih dalam proses evakuasi,” terangnya.
Sebelumnya, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek 4 rute Gambir - Surabaya Pasarturi dengan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur (BKST), Kota Bekasi, beredar melalui broadcast dengan keterangan “Informasi ada kecelakaan kereta jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur”.
Sementara itu, juga tertulis bahwa ada korban kebanyakan wanita dan hampir setengah kereta bagian belakang tertabrak oleh lokomotif.
Terkait hal ini, Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo membenarkan soal adanya kecelakaan kereta tersebut.
“Iya betul, betul. Ada kecelakaan kereta,” kata Franoto, saat dihubungi, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, Franoto menerangkan, kecelakaan ini diduga terjadi bermula saat adanya sebuah taksi yang menabrak KRL di perlintasan Bulak Kapal.
Load more