Sufmi Dasco Ungkap Kendala Evakuasi di Stasiun Bekasi Timur: Tiga Tewas dan Ada Penumpang Terjepit
- YouTube tvOneNews
tvOnenews.com - Sufmi Dasco langsung turun ke lokasi saat situasi mencekam masih menyelimuti Stasiun Bekasi Timur.
Di tengah proses evakuasi yang berlangsung intens, kabar duka mulai bermunculan. Di balik upaya penyelamatan korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, terungkap berbagai kendala yang membuat proses evakuasi tidak berjalan mudah.
Kecelakaan kereta yang terjadi pada pukul 20.57 WIB. Sejumlah petugas dari kepolisian, PMI, hingga tim gabungan terus bahu-membahu melakukan penanganan korban secepat mungkin di lokasi kejadian.
![]()
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco. (Sumber: YouTube tvOneNews)
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco, turut mendatangi tempat kejadian perkara bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri.
Keduanya memantau langsung proses evakuasi korban yang masih berlangsung di dalam area stasiun.
“Ya, yang pertama kita turut prihatin dengan kejadian pada malam hari ini. Tadi saya menyaksikan bersama Pak Kapolda, dirut KAI proses evakuasi yang masih berlangsung dan sementara saya mendapatkan informasi bahwa sudah dievakuasi sebanyak 29 orang, pada saat ini sudah di rumah sakit, dan sementara tiga meninggal,” ujar Sufmi Dasco dalam tayangan YouTube tvOneNews (28/4/2026).
Ia menambahkan, jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang belum sepenuhnya selesai.
“Dan kalau melihat proses evakuasi yang sedang berlangsung, ada kemungkinan korban masih dapat terus bertambah. Tapi kita doakan semoga proses evakuasi bisa dapat selesai dengan cepat,” lanjutnya.
Di tengah situasi darurat, Sufmi Dasco juga mengapresiasi kerja sama tim gabungan di lapangan.
“Kalau saya lihat, petugas baik dari pihak kepolisian maupun dari pihak SAR dan TNI-Polri bekerja dengan kompak di lokasi,” katanya.
Namun, proses evakuasi di lokasi kejadian tidak berjalan tanpa hambatan. Salah satu kendala utama adalah kondisi korban yang terjepit di dalam gerbong, serta ruang evakuasi yang sempit.
“Saya tidak tahu persis karena masih pendalaman berapa jumlah pastinya. Tetapi hambatan dari proses evakuasi itu karena penumpang dalam keadaan ada yang terjepit dan kemudian celah untuk ruang mengevakuasinya sempit,” jelas Sufmi Dasco.
Load more