Update Korban Kereta Tabrak KRL Bekasi: 74 Orang Luka dan 4 Meninggal Dunia, Petugas Berpacu Selamatkan Penumpang Terjepit
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Data jumlah korban dalam kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan terus bertambah hingga Selasa (28/4) dini hari.
Pemerintah Kota Bekasi mengonfirmasi bahwa puluhan penumpang yang terluka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memaparkan bahwa saat ini tercatat ada 74 orang yang mengalami luka-luka.
Para korban tersebut kini tersebar di tiga titik penanganan medis untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Posisi terakhir 59 (korban luka) dirawat di RSUD, 12 RS Primaya dan 3 di RS Bela," ungkap Tri saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4) dini hari.
Selain korban luka, Tri juga menyampaikan kabar duka mengenai adanya empat penumpang yang dinyatakan meninggal dunia dalam musibah tersebut. Jenazah para korban telah dievakuasi oleh petugas dari lokasi kejadian.
"Di RSUD 3 (korban tewas) dan RS Bella 1 (jenazah)," jelas Tri lebih lanjut mengenai lokasi penempatan korban jiwa.
Di sisi lain, proses penyelamatan di titik nol kecelakaan masih berlangsung mencekam.
Basarnas melaporkan bahwa hingga pukul 01.45 WIB, operasi evakuasi masih difokuskan pada upaya mengeluarkan penumpang yang terperangkap di dalam rangkaian kereta yang ringsek.
Dilaporkan masih ada lima orang yang terjepit di antara himpitan baja gerbong KRL.
Insiden berdarah ini bermula pada Senin malam (27/4) pukul 20.55 WIB. Kecelakaan terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor perjalanan 4 tujuan Surabaya Pasar Turi menabrak rangkaian KRL yang tengah berada di area Stasiun Bekasi Timur (BKST).
Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus mengupayakan berbagai cara untuk menyelamatkan lima penumpang yang masih terhimpit tersebut dengan menggunakan peralatan khusus, sembari memastikan stabilitas rangkaian gerbong agar tidak membahayakan korban maupun tim penyelamat. (dpi)
Load more