Selain Santunan, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pembangunan Flyover Dipercepat Imbas Tragedi Kereta Api-KRL di Bekasi
- Youtube Kang Dedi Mulyadi
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terus menyikapi tragedi kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) menabrak Commuter Line (KRL) relasi Kampung Bandan-Cikarang di Bekasi.
Dedi Mulyadi menginginkan pembangunan flyover dipercepat di Bekasi. Hal ini sebagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar belajar dari tragedi KA di Stasiun Bekasi Timur.
Dedi Mulyadi mendorong percepatan pembangunan flyover di Bekasi di sela-sela kegiatan RUPS Bank BJB di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).
"Ke depan harus terjadi percepatan pembangunan flyover," ujar Dedi Mulyadi.
KDM sapaan akrabnya mempunyai alasan pembangunan ini dipercepat di Bekasi. Ia enggan kejadian serupa terulang lagi.
Kenapa Pembangunan Flyover Belum Terealisasi Sekarang? Ini Kata Dedi Mulyadi
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Mantan Bupati Purwakarta ini menyampaikan bahwa, pembangunan flyover di kawasan Bekasi, terutama di sekitar tragedi kecelakaan KA sudah direncanakan sebelumnya.
Namun Dedi Mulyadi mengatakan, rencana pembangunan ini masih dalam tahap evaluasi. Kata dia, perihal dokumen teknis membangun flyover sedang direvisi terutama dari Detailed Engineering Design.
Mantan anggota DPR RI ini memahami rencana pembangunan ini membutuhkan waktu lama. Akan tetapi, ia selaku Gubernur Jabar menginginkan hal ini segera direalisasikan secepat mungkin.
"Kita percepat saja, mudah-mudahan bisa tahun ini kita mendorong segera teralokasikan dengan baik," terangnya.
"Anggaran awalnya sudah teralokasikan, nah alokasi awalnya segera dilelang. Berikutnya, di susul alokasi berikutnya di (anggaran) perubahan," sambungnya.
KDM Beri Santunan untuk Korban Tragedi KA-KRL di Bekasi Timur
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Sebelumnya, KDM berduka cita atas tragedi KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi tembus gerbong KRL relasi arah Cikarang khusus wanita.
Di momen itu, pria berusia 55 tahun ini mengungkap dua rencana besar dari Pemprov Jabar. Pertama, pemerintah menjamin biaya medis untuk seluruh korban terdampak tragedi kereta di Bekasi.
Menurutnya, tragedi ini tidak dianggap biasa. Penyebab utama KAJJ arah Surabaya menabrak KRL diduga karena sebuah taksi online dari Green SM yang mogok.
Aksi nekat sopir taksi online tersebut membuat KRL PLB 5181 tertemper. Sementara, KRL kode PLB 5568 harus terhenti dan menunggu di peron Stasiun Bekasi Timur.
"KRL tersebut berhenti disebabkan karena adanya taksi listrik yang mogok di lintasan rel kereta api," jelas KDM.
Sayangnya pemberhentian rangkaian KRL nomor 5568 mengakibatkan KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) menabrak di jalur yang sama di Stasiun Bekasi Timur.
Ia menegaskan biaya medis untuk seluruh korban ditanggung Pemprov Jabar. Kemudian, pemerintah juga akan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada korban yang meninggal dunia.
Dedi Mulyadi menambahkan, santunan ini tidak khusus untuk warga Jabar. Namun santunan dari Pemprov Jabar juga diberikan kepada warga yang bukan dari daerah Jawa Barat.
"Kita memberikan santunan bagi yang meninggal itu Rp50 juta. Itu terjadinya di Jawa Barat. Kemudian yang di rumah sakit, saya sudah ngomong ke Wali Kota, sudah biar rumah sakitnya kami tanggung bersama," paparnya.
Diketahui, tragedi melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya dengan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026), sekitar pukul 20.52 WIB.
Berdasarkan data terbaru per Selasa, 28 April 2026, total korban meninggal dunia akibat tragedi ini mencapai 15 orang. Sementara, identitas 10 jenazah korban kecelakaan KA Agro Bromo telah teridentifikasi di RS Polri, Kramat Jati.
"Pada pukul 14.00 WIB, telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi," ungkap Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono di RS Polri.
Sementara, selain jumlah korban yang meninggal dunia, total keseluruhan jumlah korban kecelakaan lebih dari 90 orang.
(hap)
Load more