News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengakuan Nofiandi, Masinis Argo Bromo Anggrek: Sinyal Harus Hijau-Kuning-Merah, Tidak Bisa Langsung Merah

Kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line ini kini tengah dalam proses investigasi intensif. Di tengah suasana duka, ... -
Rabu, 29 April 2026 - 22:26 WIB
Momen saat masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri buka suara terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • Tangkapan layar Youtube @trainspotter_id - ANTARA

tvOnenews.com – Tragedi memilukan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Kecelakaan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line ini kini tengah dalam proses investigasi intensif.

Di tengah suasana duka, kesaksian dari masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandi menjadi sorotan utama. Ia mengungkap adanya kejanggalan pada sistem sinyal sesaat sebelum insiden terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nofiandi, yang mengendalikan KA Argo Bromo Anggrek dengan kecepatan sekitar 110 km/jam, mengaku sangat terkejut saat insiden terjadi.

Momen saat masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri berbicara terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Momen saat masinis KA Argo Bromo Anggrek Nofiandri berbicara terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan keretanya dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Sumber :
  • ANTARA - Tangkapan layar Youtube @trainspotter_id

Melalui tayangan di kanal YouTube Trainspotter ID, ia menceritakan detik-detik mencekam sebelum benturan keras tak terelakkan.

“Sama, kalau syok saya juga syok. Alhamdulillah, penumpang KA Bromo Anggrek relatif aman. Justru yang terdampak adalah penumpang KRL di bagian paling belakang,” ungkap Nofiandi.

Nofiandi menduga kuat adanya gangguan pada sistem sinyal. Menurut penjelasannya, sistem operasional kereta memiliki protokol standar yang seharusnya tidak dilanggar, yakni transisi warna lampu sinyal.

“Tadi sudah ada informasi dari PK (Pusat Kendali), tapi saya belum sepenuhnya copy (menerima informasi tersebut), sudah keburu sinyalnya merah. Seharusnya sinyal tidak bisa langsung merah, karena dari Bekasi sinyalnya hijau. Secara koneksi, kalau di sana hijau, di sini maksimal kuning, tidak bisa langsung merah,” papar Nofiandi dengan nada lirih.

Sementara itu, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan pembaruan data terkait jumlah korban dalam tragedi ini. Hingga Rabu (29/4/2026), PT KAI merilis data resmi mengenai jumlah penumpang yang terdampak.

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Sumber :
  • Antara

Total korban dalam insiden nahas ini mencapai 107 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Keterangan Jumlah
Meninggal Dunia 16 Orang
Luka-luka 91 Orang
Total Korban 107 Orang

Dari total 91 korban luka-luka yang sempat mendapatkan perawatan intensif, sebanyak 43 penumpang telah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit setelah kondisinya dinyatakan stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, sisanya masih terus menjalani perawatan medis untuk memulihkan kondisi mereka.

Hingga saat ini, pihak otoritas perkeretaapian dan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri dugaan gangguan teknis pada sistem sinyal yang disebutkan oleh masinis.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Hyundai Hillstate Resmi Rilis Nomor Punggung untuk V-League: Angka 88 Melekat di Jersi Megawati Hangestri

Megawati Hangestri dan Jordan Wilso masing-masing akan memakai identitas baru setelah Hyundai Hillstate merilis nomor punggung jersi jelang V-League sore nanti.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral! Pria di Surabaya Mengaku sebagai Imam Mahdi: Yang Kalian Tunggu Itu Saya

Viral sebuah video di media sosial penuturan dari seorang laki-laki yang mengaku utusan Tuhan yakni Imam Mahdi. Lokasi diketahui di Surabaya Utara, Jawa Timur.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan yang Tewaskan 6 Warga di Bekasi, Terancam Bui 6 Tahun

Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang. 
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Ada Penghubung Langsung ke Agen Rusia, Tersangka TPPO WNI Jadi Tentara Bayaran Sebar Lowongan di Medsos

Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Selengkapnya

Viral