News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengasuh Daycare Little Aresha dalam Tekanan, Kekerasan Anak Perintah Ketua Yayasan, Polisi: Ada Komplain Potong Gaji

Polisi menetapkan status tersangka kepada 13 orang dalam kasus dugaan kekerasan anak dilakukan Daycare Little Aresha, termasuk Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah
Kamis, 30 April 2026 - 17:52 WIB
Seusai penggerebekan, polisi menyegel Daycare Little Aresha di wilayah Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Sumber :
  • Tim TvOne - Sri Cahyani Putri

tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan anak yang dilakukan Daycare Little Aresha di Yogyakarta masih membuat publik geram.

Tak sedikit orang tua yang mempercayakan anaknya untuk dititipkan di Daycare tersebut, namun malah mendapatkan kekerasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menetapkan status tersangka kepada 13 orang, termasuk Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah.

Pasalnya, Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah bukan hanya mengetahui, melainkan mereka yang memberikan instruksi kepada para pengasuh.

“Selain Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah mengetahui, itu (kekerasan) juga merupakan instruksi dari Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian dalam program acara Apa Kabar Indonesia Pagi, tvOne, Kamis (30/4/2026).

Pengasuh Merasa Tertekan

Kemudian, para pengasuh terpaksa harus melakukan kekerasan tersebut lantaran sudah menjadi sebuah perintah atasan.

Dalam pekerjaannya, pengasuh juga merasa tertekan lantaran pihak yayasan akan memotong gaji setiap mereka mendapat keluhan dari orang tua.

“Para pengasuh bekerja dalam tekanan, setiap ada kejadian, ada luka, ada komplain dari orang tua yayasan secara sepihak memotong gaji dari para pengasuh,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari pengasuh terlama, kekerasan ini sudah terjadi sejak pertama kali ia bekerja.

Pada akhirnya, banyak orang tua yang mengeluh sebab apa yang telah Daycare tersebut janjikan berbeda dengan kenyataannya.

Berdasarkan keterangan dari orang tua bayi, mereka diberikan penjelasan bahwa setiap pengasuh akan menjaga 3 bayi.

Namun, pada kenyataannya setiap pengasuh menjaga sekitar 8 hingga 10 bayi dalam sehari.

“Menurut keterangan dari Orang Tua bayi, sebelum melakukan pendaftaran mereka dijanjikan bahwa satu pengasuh maksimal menjaga 3 orang,” jelas Kompol Rizki.

“Setelah dilakukan penggerebekan, kenyataannya para orang tua mengetahui satu pengasuh itu mengasuh 8-10 bayi per harinya,” sambungnya.

Sementara ini, polisi mengungkapkan hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap para pengurus Daycare.

Akan tetapi, motif pasti di balik kekerasan tersebut yaitu ekonomi. Disaat Daycare sudah terlalu penuh, namun mereka masih menerima bayi-bayi baru.

Sri Sultan Hamengkubuwono X Heran

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku heran pelaku kekerasan anak di Daycare Little Aresha merupakan ibu-ibu, Rabu (29/4/2026).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku heran pelaku kekerasan anak di Daycare Little Aresha merupakan ibu-ibu, Rabu (29/4/2026).
Sumber :
  • Dok. Pemda DIY

Peristiwa ini tak hanya memicu kemarahan publik, tetapi juga menjadi perhatian dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dirinya mengaku prihatin dan heran atas peristiwa tersebut. Ditambah peristiwa ini sangat disayangkan ketika aksi keji tersebut dilakukan oleh sesama perempuan, yang seharusnya memiliki naluri pengasuhan alami seorang ibu.

“Saya heran itu justru dilakukan oleh ibu-ibu. Memangnya dia nggak punya anak? Memperlakukan anak-anak di bawah umur seperti itu. Saya nggak ngerti mereka itu siapa. Ya kalau laki-laki mungkin, ya, tapi yang melakukan ibu-ibu sendiri kekerasan-kekerasan seperti itu,” ujar Sri Sultan Hamengkubuwono X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (29/4/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baginya, lembaga yang beroperasi sembunyi-sembunyi tanpa izin resmi akan membawa masalah di kemudian hari.

(kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Hanya Indonesia, Fenomena El Nino juga Berpotensi terjadi di Banyak Negara

Bukan Hanya Indonesia, Fenomena El Nino juga Berpotensi terjadi di Banyak Negara

Tengah ramai kabar soal fenomena El Nino di media sosial maupun pemberitaan. Sebab diprakirakan terjadi di banyak negara pada 2026.
Jadwal Macau Open 2026, Kamis 18 Juni: Leo/Daniel Lawan Korea Selatan, 7 Wakil Indonesia Main

Jadwal Macau Open 2026, Kamis 18 Juni: Leo/Daniel Lawan Korea Selatan, 7 Wakil Indonesia Main

Jadwal Macau Open 2026 hari ini, Kamis (18/6/2026), di mana ada sejumlah wakil Indonesia akan tampil termasuk Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Dugaan Betrand Peto Ditampar Tante Memanas, KPAI Sarankan Lapor Polisi

Dugaan Betrand Peto Ditampar Tante Memanas, KPAI Sarankan Lapor Polisi

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkat suara menanggapi dugaan kekerasan yang dialami Betrand Peto, dan menyarankan kasus ini dilaporkan ke kepolisian
Bela Program MBG, Natalius Pigai 'Semprot' Komnas HAM: Komisioner Tak Memahami Prinsip

Bela Program MBG, Natalius Pigai 'Semprot' Komnas HAM: Komisioner Tak Memahami Prinsip

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengindikasi adanya dugaan pelanggaran HAM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mabes TNI Gelar Sertijab Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II

Mabes TNI Gelar Sertijab Dansesko TNI dan Pangkogabwilhan II

epala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Acara Serah Terima Jabatan Komandan Sekolah Staf dan Komando (Dansesko) TNI dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II
Dukung Muktamar ke-35 NU di Lirboyo, Ini Poin-poin Penting Mujalasah PWNU-PCNU Jateng

Dukung Muktamar ke-35 NU di Lirboyo, Ini Poin-poin Penting Mujalasah PWNU-PCNU Jateng

Dukungan agar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.disampaikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Trending

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Modus Baru Narkoba di Jakarta Timur Terbongkar! Stiker ‘Sedot WC’ Ternyata Jadi Kode Transaksi Sabu dan Tembakau Sintetis

Polda Metro Jaya membongkar modus baru peredaran narkoba di Jakarta Timur menggunakan stiker "Sedot WC" sebagai kode transaksi. Simak cara kerja sistem tempel
KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

KPK Dalami Dugaan Pengaturan Lelang dan Fee Proyek di Kasus DJKA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar Bahagia! Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Resmi Lamar Aktris Cantik Yuriska Patricia

Kabar bahagia datang dari bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam. Pemain Port FC itu melamar sang kekasih, Yuriska Patricia, yang diketahui sebagai aktris.
Indo Livestock 2026 Jadi Ajang Diplomasi Ekonomi Peternakan Indonesia

Indo Livestock 2026 Jadi Ajang Diplomasi Ekonomi Peternakan Indonesia

Pameran dan forum internasional terkemuka bidang peternakan yakni Indo Livestock 2026 Expo & Forum resmi dibuka pada Rabu (17/06/2026) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang.
7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

7 Bos Kartel Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah Dunia, Ada yang Kekayaannya Tembus Rp900 Triliun

Siapa bos kartel narkoba terbesar sepanjang sejarah? Dari Pablo Escobar hingga El Chapo, inilah daftar penguasa narkoba dunia yang membangun kerajaan kriminal bernilai miliaran
ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

ebanyak 786 Personel Polri Siap Amankan PENAS XVII

Sebanyak 786 personel Polri disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan berlangsung di Kabupaten Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Gelar Rakor Humas dan Protokol di Tangsel, LLDikti Wilayah III Gaungkan Reputasi Perguruan Tinggi

Gelar Rakor Humas dan Protokol di Tangsel, LLDikti Wilayah III Gaungkan Reputasi Perguruan Tinggi

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III adakan Rapat Koordinasi (Rakor) Hubungan Masyarakat dan Protokol di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026.
Selengkapnya

Viral