Aksi May Day 2026 di DPR RI Sepi, Massa Tipis dan Lalu Lintas Tetap Lancar
- Rika Pangesti
Hingga siang hari, kondisi di lokasi terpantau terkendali tanpa adanya gangguan berarti.
Perubahan Titik Aksi Jadi Faktor Utama
Sepinya aksi di depan DPR RI tidak lepas dari perubahan rencana yang dilakukan oleh sejumlah organisasi buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh memutuskan untuk memusatkan perayaan May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas).
Keputusan ini diambil setelah adanya pertemuan antara perwakilan buruh dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, beberapa hari sebelum peringatan May Day.
Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa kesepakatan tersebut menjadi alasan utama berpindahnya pusat aksi.
Pertemuan dengan Presiden Bahas 11 Isu Buruh
Menurut Said Iqbal, pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu membahas sejumlah agenda penting terkait tuntutan buruh. Sebanyak 11 isu utama disampaikan dalam forum tersebut.
Ia menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada pemerintah.
Beberapa poin yang disampaikan dalam pertemuan itu, disebut telah mendapatkan respons dan perhatian dari Presiden, meski detailnya tidak dirinci secara terbuka.
Target Massa Beralih ke Monas
Dengan dipusatkannya perayaan di Monas, KSPI menargetkan mobilisasi sekitar 50 ribu buruh. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 100 ribu orang dari berbagai elemen serikat pekerja.
Peralihan lokasi ini secara signifikan mengurangi konsentrasi massa di depan DPR RI, yang biasanya menjadi titik utama aksi dalam peringatan Hari Buruh.
May Day 2026 Hadir dengan Nuansa Berbeda
Kondisi yang terjadi di depan Gedung DPR RI mencerminkan perubahan dinamika dalam peringatan May Day tahun ini. Tanpa kerumunan besar dan kemacetan, aksi berlangsung lebih tenang namun tetap menjadi ruang penyampaian aspirasi.
Perubahan strategi dari organisasi buruh, serta komunikasi langsung dengan pemerintah, menjadi faktor yang membentuk wajah baru peringatan Hari Buruh 2026 di Jakarta. (rpi/nsp)
Load more