News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Minggu, 3 Mei 2026 - 01:19 WIB
Ilustrasi kerusuhan
Sumber :
  • Antara

Kota Bandung, tvOnenews.com - Aksi kericuhan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung sempat mendapat perhatian dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menyayangkan terhadap aksi anarkis tersebut. Ia merasa prihatin kerusuhan oleh orang tak dikenal (OTK) mengotori hangatnya peringatan May Day 2026 pada Jumat, 1 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dedi Mulyadi menyesali aksi anarkis di tengah peringatan May Day 2026 mengakibatkan fasilitas umum rusak. Padahal momentum ini menjadi ajang menunjukkan kebahagian bagi para buruh.

"Kita menyampaikan rasa prihatin ya, tadi malam dari sore sampai malam masih ada kelompok yang yang memanfaatkan situasi Hari Buruh yang sudah berjalan damai," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan melalui tayangan video di Instagram pribadinya dikutip, Minggu (3/5/2026).

Dedi Mulyadi Heran dengan OTK yang Anarkis saat May Day 2026 di Bandung

Gubernur Dedi Mulyadi
Gubernur Dedi Mulyadi
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews.com

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi mempertanyakan kemunculan beberapa OTK di tengah kebahagiaan para buruh. Mereka tiba-tiba hadir melakukan aksi anarkis.

Insiden kericuhan ini terjadi di Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari, Kota Bandung. Akibatnya, beberapa fasilitas umum ludes imbas aksi penggerudukan hingga pembakaran.

"Tiba-tiba muncul tanpa pemberitahuan unras (unjuk rasa), tanpa orasi, gruduk gruduk melakukan pembakaran," tuturnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini berpendapat aksi kericuhan ini langsung ditangani oleh aparat Kepolisian. Jajaran Polda Jabar hingga Polrestabes Bandung cepat mengejar para pelaku.

Ia menyampaikan harapan mendalamnya kepada para pelaku. Mereka harus segera sadar karena aksinya hanya meresahkan masyarakat.

"Saya yakin jajaran Polda Jabar akan mampu mengusut tuntas tindakan kriminal tersebut dan memprosesnya secara hukum," ucapnya.

Enam Pelaku Kericuhan Hari Buruh di Bandung Jadi Tersangka

Aksi Hari Buruh di Bandung Berujung Ricuh Fasilias Umum di Rusak dan Dibakar
Aksi Hari Buruh di Bandung Berujung Ricuh Fasilias Umum di Rusak dan Dibakar
Sumber :
  • Cepi Kurnia/tvOne

Sementara, Polda Jabar memberikan kabar terbaru menyikapi aksi kerusuhan saat Hari Buruh Internasional. Enam orang dari tujuh pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan menyampaikan alasan enam orang menjadi tersangka. Hal ini tidak lepas lantaran mereka diduga melakukan aksi anarkis.

Hendra menambahkan, aksi enam orang tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah fasilitas publik, terutama di kawasan Tamansari.

"Aksi tersebut mengakibatkan terbakarnya satu unit videotron, satu pos polisi, serta perusakan fasilitas publik berupa lampu lalu lintas," ungkap Hendra di Bandung, Sabtu (2/5/2026).

Ia menuturkan, enam orang tersangka masih berstatus pelajar. Adapun inisialnya yakni MRN (21), MRA (17), RS (19), MFNA (19), FAP (21) dan HIS (20).

Kata Hendra, mereka ditetap tersangka setelah polisi melakukan pemeriksaan secara intensif. Enam orang tersebut terbukti melakukan sejumlah tindak pidana.

"Pembakaran, penghasutan dan perusakan secara bersama-sama," terangnya.

Hendra menyampaikan bahwa, polisi menyita beberapa barang bukti yang dinilai berbahaya. Beberapa di antaranya terdapat dua bom molotov, bahan bakar bensin hingga atribut kelompok (bendera & stiker).

Ia menuturkan setiap tersangka mempunyai peran yang berbeda. Contohnya ada yang menyiapkan bom molotov, melempar, dan melakukan tindakan sebagai provokator aksi.

Berdasarkan dari hasil tes urine, kata Hendra, enam tersangka kericuhan positif mengonsumsi obat keras. Ia menegaskan, obat tersebut berjenis tramadol.

Ia menambahkan, polisi mendapatkan beberapa psikotropika dari salah satu tersangka. Mulai dari alprazolam hingga obat-obatan lainnya.

"Ini sangat memprihatinkan. Selain melakukan aksi anarkis, para tersangka berada di bawah pengaruh obat-obatan terlarang saat beraksi," sebutnya.

Ia berpendapat Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar akan menindaklanjuti kasus penyalahgunaan obat terlarang tersebut.

Hingga kini, Polda Jabar masih mengembangkan untuk mengungkap motif sebenarnya. Pasalnya, polisi menduga aksi ini kemungkinan memiliki keterlibatan dari pihak lain atau kelompok tertentu yang memanfaatkan para pelajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tim masih melakukan pengembangan melalui analisis CCTV dan ekstraksi data dari ponsel para pelaku," tukas Kabid Humas Polda Jabar.

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Mengatur emosi dan pola pikir kerap menjadi permasalahn yang banyak dihadapi individu hingga berdampak akan timbulnya rasa kurang percaya diri maupun keburukan lainnya.
Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Setelah tampil gemilang di Proliga 2026 bersama JPE, Megawati Hangestri ternyata tidak langsung ke Korea. Sebelumnya, ia dirumorkan isi kuota Asia Hillstate.
Respons Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Tahu Ada Sekelompok Warga Berjaga di Perlintasan Kereta

Respons Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Tahu Ada Sekelompok Warga Berjaga di Perlintasan Kereta

Baru-baru ini Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan pesan tegas soal adanya sekelompok warga yang berjaga di perlintasan kereta
Ancam Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital, Pemerintah Diminta Kaji Mendalam Wacana Kebijakan Potongan Aplikator Ojol Sebesar 8 Persen

Ancam Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital, Pemerintah Diminta Kaji Mendalam Wacana Kebijakan Potongan Aplikator Ojol Sebesar 8 Persen

Presiden RI, Prabowo Subianto mengisntruksikan kebijakan ojek online (ojol) berupa potongan tarif aplikator sebesar 8 persen dari sebelumnya 20 persen.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Geram Jalan ke Karst Karawang Tak Terawat, Sentil Kinerja Petugas Kebersihan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Geram Jalan ke Karst Karawang Tak Terawat, Sentil Kinerja Petugas Kebersihan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) marah di lokasi pertambangan di Karst Karawang. Penyebabnya tidak ada petugas kebersihan di jalan Karawang Selatan.
Ada Agen Pemain Asing di Lapangan Latihan Persija Jakarta, Isu Dony Tri Pamungkas ke Polandia Bukan Isapan Jempol?

Ada Agen Pemain Asing di Lapangan Latihan Persija Jakarta, Isu Dony Tri Pamungkas ke Polandia Bukan Isapan Jempol?

Ada agen pemain asing ketika Dony Tri Pamungkas lagi ikuti sesi latihan rutin bersama Persija Jakarta di Sawangan, Depok jelang laga hadapi Persijap Jepara.

Trending

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Peringatan Keras KDM ke Perusahaan Tambang Pabrik Semen di Karawang, Ogah Toleransi jika Abai Aspek Lingkungan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) bertindak tegas jika ada perusahaan tambang batu kapur pabrik semen di Karawang Selatan yang melanggar aturan lingkungan.
Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Usai Kericuhan May Day 2026 di Bandung Disorot Dedi Mulyadi, 6 Perusuh Kini Ditetapkan Tersangka oleh Polda Jabar

Polisi menetapkan 6 tersangka akibat kerusuhan saat Hari Buruh Internasional (May Day 2026) di Kota Bandung yang disorot Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Dituding Bhayangkara FC Rasis ke Doumbia, Marc Klok Dibela Eks Rekan Lionel Messi

Kasus dugaan rasisme Marc Klok memanas usai laporan Bhayangkara FC. Klok membantah keras dan ungkap kronologi sebenarnya versinya. Eks rekan Messi pasang badan
Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Lewat Buku Ini, Individu Diajak Kenali Emosi Hingga Kuasai Diri

Mengatur emosi dan pola pikir kerap menjadi permasalahn yang banyak dihadapi individu hingga berdampak akan timbulnya rasa kurang percaya diri maupun keburukan lainnya.
Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Polemik Perlintasan Kereta Ampera Bekasi Dikuasai Ormas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bagi Saya Itu Tidak Penting

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM merespons soal lintasan kereta Ampera Bekasi yang diduga dikuasai oleh organisasi masyarakat (ormas).
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ancam Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital, Pemerintah Diminta Kaji Mendalam Wacana Kebijakan Potongan Aplikator Ojol Sebesar 8 Persen

Ancam Industri Mobilitas dan Pengantaran Digital, Pemerintah Diminta Kaji Mendalam Wacana Kebijakan Potongan Aplikator Ojol Sebesar 8 Persen

Presiden RI, Prabowo Subianto mengisntruksikan kebijakan ojek online (ojol) berupa potongan tarif aplikator sebesar 8 persen dari sebelumnya 20 persen.
Selengkapnya

Viral