Respons Tegas Gubernur Dedi Mulyadi usai Tahu Ada Sekelompok Warga Berjaga di Perlintasan Kereta
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com- Belum lama ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan pesan tegasnya. Setelah ia melihat video yang viral di media sosial.Ā Ā
Video tersebut, memperlihatkan adanya sekelompok warga yang berjaga di area rel atau perlintasan Kereta. Dedi Mulyadi yang disapa KDM pun marah.
Menurut Kang Dedi Mulyadi, warga tersebut tidak dianggap tidak punya hak untuk berjaga di area perlintasan kereta. Atau dengan alasan menjaga pintu rel Kereta.Ā
Video ini menyusul setelah adanya kecelakaan KA pada Senin (27/4) lalu yang mana KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.Ā
"masih ada pintu lintasan kereta api, yang kemarin terjadi musibah masih dijagain sama orang. Apakah itu ormas atau masyarakat setempat?," katanya dalam instagram pribadinya, Minggu (3/5).
- Antara
"Bagi saya itu tidak penting, yang penting ini bukan kewajiban mereka, ini kewajibannya aparat," jelas Dedi Mulyadi dalam unggahan videonya.
Seperti diketahui, kecelakaan KA waktu lalu masih dalam investigasi oleh pihak terkait, yaitu KA dan lainnya.Ā
Menurut Kementerian Perhubungan kronologi awal dugaan kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, yang bermula saat kereta rel listrik (KRL) relasi BekasiāCikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85 sehingga memicu insiden.
"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi BekasiāCikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
- Tangkapan layar tvOne
Setelah kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Kemudian, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi JakartaāSurabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Sehubungan peristiwa ini, Kemenhub mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.
"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,ā kata Dudy, dikutip dari Antara.Ā
Respons KAIĀ
Atas penjagaan perlintasan rel kereta itu, dikonfirmasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta.Ā
Pihaknya memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 yang berlokasi di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta dan pengguna jalan.
āPerlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan,ā kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo di Jakarta, dikutip dari Antara.Ā
Lebih lanjut, ia mengatakan palang pintu kereta yang terpasang bersifat sementara. Dianggap dapat dijaga melalui swadaya masyarakat setempat, yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan.
"kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat,ā sambung Franoto.(klw)
Ā
Load more