Geram Lihat Kapasitas Muatan Lebihi Beban Jalan, Dedi Mulyadi Hentikan 'Paksa' Truk Pembawa Semen 32 Ton: Nanti Jembatannya Ambrol!
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi alias KDM melakukan peninjauan ke pabrik semen milik perusahaan tambang yang berada di kawasan karts Karawang Selatan.
Dalam peninjauannya tersebut, Gubernur Jabar sempat memberhentikan satu unit truk pengangkut semen seberat 32 ton.
Aksinya tersebut ditengarai adanya truk dengan muatan berlebih yang ditengari menjadi penyebab kerusakan jalan hingga dipenuhi debu.
Dedi Mulyadi pun lantas meminta sang sopir truk untuk mematikan truk dengan muatan berlebih tersebut.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Matiin (mesin truk-red), ini berapa ton bawa semennya?," tanya Dedi kepada sopir truk dilansir dari akun Youtube @Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (3/5/2026).
"32 ton, 10 ton (beban mobil-red)," jawab sang sopir.
"Berarti 42 ton sama beban mobil," lanjut eks Bupati Purwakarta.
Dedi pun meminta penjelasan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terkait kondisi beban maksimal area jalan menuju kawasan karst Karawang Selatan itu.
Saat itu Dedi memeinta penjelasan khusus terkait beban maksimal angutan yang melintasi area jembatan yang melintang pada Sungai Citarum di Jawa Barat.
Ia mendapati data jika jembatan tersebut hanya membantu menahan beban maksimal seberat 8 ton.
"Nah kan kita enggak bisa menggunakan jalan provinsi yang 8 ton, makanya jalan provinisi yang 8 ton itu harus dirubah, termasuk hati-hati jembatan yang lewati Citarum ini kapasitasnya berapa," tegas Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi pun mengakui jika jembatan tersebut dapat saja terancam ambruk akibat beban yang diterimanya setiap hari melebihi kapasitas.
"Jangan sampai nanti jembatannya ambrol, kan kita mah enggak pernah ngitung tahu-tahu terjadi bencana saja, ribut. Nah enggak boleh hitung dulu kekuatan jembatannya itu untuk berapa tahun. Mau tidak mau kalau itu sudah berat, tahun depan harus dianggari pembangunan jembatan yang terlewati," katanya.(raa)
Load more