News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Peringati Hari Buruh, PDIP Bacakan 8 Poin Manifesto untuk Buruh Indonesia

PDIP secara resmi membacakan Manifesto Politik bagi kaum buruh Indonesia dalam puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar PDIP di
Minggu, 3 Mei 2026 - 17:15 WIB
Charles Honoris di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia

Jakarta, tvOnenews.com - PDIP secara resmi membacakan Manifesto Politik bagi kaum buruh Indonesia dalam puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar PDIP di GOR Otista, Jakarta Timur, Minggu (3/5/2026).

Pembacaan manifesto tersebut dipimpin langsung Ketua DPP PDIP Bidang Jaminan Sosial sekaligus Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, dalam acara bertajuk ‘Banteng Pro Pekerja: Buruh Berdaulat, Indonesia Berdikari’.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Charles jelaskan, peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum krusial untuk menghidupkan kembali narasi pembebasan bagi rakyat yang tertindas. 

Dalam manifesto tersebut, PDIP memperluas cakupan ‘Kaum Marhaen’ dalam perspektif kekinian.

"Dalam pandangan PDI Perjuangan, kaum Marhaen saat ini tidak hanya petani, nelayan, dan buruh pabrik. Ia mencakup buruh informal, masyarakat adat, pelaku UMKM, hingga pekerja digital yang rentan atau digital worker precariat," beber Charles saat membacakan manifesto tersebut.

Charles menjelaskan, dalam melindungi kaum Marhaen, PDIP memegang teguh tiga ajaran utama Bung Karno mengenai tugas partai politik.

Pertama, Partai harus hadir sebagai organisasi yang lahir dan tumbuh bersama denyut nadi rakyat, memahami perjuangan hidup mereka, serta berkomitmen untuk "menangis dan tertawa bersama rakyat".

Kedua, Partai bertindak sebagai sarana perjuangan untuk memastikan rakyat hidup layak, mulia, adil, dan makmur, serta memastikan kebutuhan dasar setiap warga negara terpenuhi.

Ketiga, Partai berperan sebagai pembawa penerang yang memberikan arah dan pengetahuan konkret dalam perjuangan politik kebangsaan.

"Partai politik bukan sekadar alat kekuasaan, melainkan suluh perjuangan yang memberikan pengetahuan konkret bagi buruh untuk memperjuangkan hak-haknya secara konstitusional," ujarnya. 

Selain memaparkan nilai-nilai ideologis, Charles juga membacakan 8 poin Manifesto PDIP bagi Buruh. 

Delapan poin tersebut mencakup kebijakan konkret terkait perlindungan jaminan sosial, kepastian upah layak, perlindungan pekerja di sektor digital, hingga penguatan posisi tawar buruh dalam struktur ekonomi nasional.

"Kami memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir di DPR RI maupun melalui instruksi partai, selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat miskin Indonesia," tutur Charles.

Berikut Manifesto PDIP Bagi Buruh Indonesia:

Sejarah mengajarkan bahwa tugas ideologis PDIP adalah menjalankan Pancasila sebagai dasar, tujuan, pandangan hidup (way of life), serta landasan dalam kebijakan strategis Partai untuk mengelola negara demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, dan makmur.

Pancasila mengandung narasi dan spirit pembebasan agar melalui kemerdekaan Indonesia, seluruh rakyat benar-benar terbebas dari berbagai bentuk penjajahan, termasuk dalam bidang politik, ekonomi, hukum, dan kebudayaan.

Dalam konteks ini, perjuangan buruh tidak hanya dimaknai sebagai upaya peningkatan kesejahteraan hidup semata. Secara historis, ideologis, dan kultural, PDIP menempatkan perjuangan buruh sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas peradaban bangsa.

Buruh, bersama petani, nelayan, dan seluruh lapisan masyarakat yang tertindas oleh sistem, diperlakukan tidak adil, serta terpinggirkan dalam sistem ekonomi, harus dibangun kesadarannya agar menjadi kekuatan efektif bagi lahirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial tersebut harus terus diperjuangkan.

Dalam menghadapi ketertindasan akibat penjajahan, Bung Karno telah melahirkan teori, asas, asas perjuangan, dan praksis politik untuk memerdekakan kaum Marhaen. 

Namun, realitas kemiskinan masih menjadi persoalan pokok hingga saat ini, meskipun gagasan pembebasan kaum Marhaen telah dirumuskan secara resmi di Yogyakarta pada 7-8 Juli 1933. Dalam praktiknya, buruh kerap hanya dipandang sebagai alat produksi dalam sistem ekonomi.

Peringatan Hari Buruh setiap tanggal 1 Mei menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat dan narasi pembebasan rakyat tertindas.

Dalam perspektif kekinian, kaum Marhaen mencakup petani, nelayan, buruh, buruh informal, masyarakat adat, pekerja digital rentan (digital worker precariat), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta seluruh rakyat miskin Indonesia lainnya.

Dalam melindungi dan mengamankan kehidupan kaum Marhaen, PDIP berpegang pada ajaran Bung Karno mengenai tugas Partai politik, yaitu:

Pertama, partai politik harus hadir sebagai organisasi yang lahir, tumbuh, dan hidup bersama denyut nadi rakyat, serta memahami perjuangan hidup kaum Marhaen, yakni dengan menyelami kehidupan rakyat, serta menangis dan tertawa bersama rakyat.

Kedua, partai politik berperan sebagai penyambung lidah rakyat Indonesia, menjadi sarana perjuangan untuk memastikan rakyat hidup layak, mulia, adil, dan makmur, serta terpenuhi kebutuhan dasarnya.

Ketiga, partai politik sebagai suluh perjuangan, pembawa penerang yang memberikan arah dan pengetahuan konkret dalam perjuangan politik kebangsaan.

Berdasarkan prinsip-prinsip utama yang menjadi dasar historis dan filosofis lahirnya Pancasila yang berpihak pada rakyat tertindas, PDIP terpanggil untuk menyerukan manifesto politik bagi kaum buruh dan rakyat pekerja di Indonesia yang menghadapi berbagai persoalan struktural akibat tekanan ekonomi dan dinamika geopolitik, sebagai berikut:

1. Perjuangan buruh harus menjadi bagian dari perjuangan membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu kemiskinan akibat kebijakan ekonomi yang tidak adil. Buruh harus dijamin kebebasannya untuk berkumpul, berserikat, dan memperjuangkan kehidupan yang layak secara manusiawi.

2. Perjuangan buruh harus dilihat dalam perspektif historis, ideologis, dan kultural sebagai bagian dari pembangunan peradaban bangsa. Peradaban tersebut dibangun melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, riset, dan inovasi. Buruh bukan sekadar faktor produksi, melainkan kekuatan utama dalam transformasi sistem produksi nasional, bersama petani dan nelayan sebagai sokoguru kemandirian nasional.

3. Peningkatan produktivitas buruh harus ditempuh melalui strategi nasional yang berkeadilan, bukan melalui penekanan upah atau perpanjangan jam kerja. Negara wajib hadir melalui pendidikan vokasi, pelatihan berbasis industri, serta alih teknologi. Setiap buruh berhak atas peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling), termasuk pekerja sektor informal dan digital. Produktivitas harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan dan kondisi kerja yang layak.

4. APBN harus menjadi instrumen utama untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan buruh. Anggaran negara harus diarahkan untuk memperluas jaminan sosial, memperkuat layanan kesehatan dan pendidikan, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui industrialisasi nasional. Kebijakan penghematan yang merugikan buruh harus dihentikan.

5. Sistem pengupahan harus menjamin kehidupan yang layak bagi buruh dan keluarganya. Penetapan upah minimum harus mempertimbangkan kebutuhan hidup layak, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi dengan melibatkan serikat buruh secara bermakna. Praktik upah murah, outsourcing eksploitatif, dan kontrak kerja tidak pasti harus dihapus. Upah adalah bentuk penghargaan atas martabat manusia.

6. Negara wajib memberikan perlindungan menyeluruh bagi seluruh buruh, termasuk buruh migran, pekerja perempuan, pekerja informal, dan pekerja digital. Perlindungan mencakup aspek hukum, keselamatan kerja, jaminan sosial, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Praktik pekerja anak harus dihapuskan. Untuk buruh migran, negara harus menjamin sistem penempatan yang aman, perlindungan di luar negeri dan program pemberdayaan purna PMI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

7. PDIP akan mengambil peran aktif dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan RUU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang berpihak pada perlindungan dan kesejahteraan buruh, tenaga kerja informal, pekerja migran termasuk tenaga kerja bersis digital, melalui keterlibatan bermakna serikat buruh, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses legislasi, guna menjamin lahirnya regulasi yang adil, melindungi, dan memberikan kepastian hukum.

8. Manifesto ini merupakan komitmen politik PDIP untuk menempatkan buruh sebagai pusat perjuangan keadilan sosial, berlandaskan ajaran Bung Karno tentang Marhaenisme. Manifesto ini menegaskan kehadiran negara sebagai pelindung dan penjamin kesejahteraan, serta menyerukan kepada seluruh kader Partai untuk bergotong royong bersama kaum pekerja dan seluruh elemen bangsa demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkeadilan. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya Ditinjau Mensos, Siap Tampung 1000 Siswa

Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya Ditinjau Mensos, Siap Tampung 1000 Siswa

Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5/2026) siang.
Tambang Ilegal Gunung Botak Dibongkar, Satgas PKH dan TNI Temukan WNA hingga Praktik Prostitusi

Tambang Ilegal Gunung Botak Dibongkar, Satgas PKH dan TNI Temukan WNA hingga Praktik Prostitusi

Sebanyak 16 warga negara asing asal China diamankan di lokasi tambang ilegal Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku. Selain itu, ditemukan juga praktik penjualan minuman keras dan prostitusi.
Bojan Hodak Bersyukur Layvin Kurzawa Fit di Masa Genting Persib Bandung 

Bojan Hodak Bersyukur Layvin Kurzawa Fit di Masa Genting Persib Bandung 

Layvin Kurzawa menjadi kunci remontada Persib Bandung atas Bhayangkara FC di Stadion PKOR, Kamis (30/4/2026). Skor akhir 2-4 bahkan membawa Persib Bandung ke puncak klasemen. 
Volimania Indonesia Berbondong-bondong Serbu Hyundai Hillstate: Gara-gara Megawati Hangestri

Volimania Indonesia Berbondong-bondong Serbu Hyundai Hillstate: Gara-gara Megawati Hangestri

Volimania Indonesia serbu Instagram Hyundai Hillstate usai rumor Megawati Hangestri bergabung. Efek Megatron langsung dongkrak popularitas klub Korea tersebut.
Elkan Baggott Selangkah Lagi Cetak Sejarah Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama di Kasta Tertinggi Inggris

Elkan Baggott Selangkah Lagi Cetak Sejarah Jadi Pemain Timnas Indonesia Pertama di Kasta Tertinggi Inggris

Kabar gembira datang dari ranah Inggris. Bek tangguh Timnas Indonesia Elkan Baggott turut merasakan euforia luar biasa setelah klubnya Ipswich Town resmi mem...
Soroti Status Guru Masih Ruwet, DPR Janji Setarakan Guru dengan Dokter Lewat RUU Sisdiknas

Soroti Status Guru Masih Ruwet, DPR Janji Setarakan Guru dengan Dokter Lewat RUU Sisdiknas

Komisi X DPR RI menyoroti masih ruwetnya status dan kesejahteraan guru di lapangan, di tengah rencana penguatan posisi guru dalam RUU Sistem Pendidikan Nasional

Trending

Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi, Raja Assist Championship Ini Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Diizinkan FIFA Bela Timnas Indonesia Tanpa Naturalisasi, Raja Assist Championship Ini Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Tampil memukau sebagai raja assist kasta Championship, salah satu pemain veteran ini layak dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia buat ajang Piala AFF 2026.
Pelatih Hyundai Hillstate Beri Sinyal Positif untuk Megawati Hangestri, Kang Sung-hyung Komentari Aksi Megatron di Grand Final Proliga 2026

Pelatih Hyundai Hillstate Beri Sinyal Positif untuk Megawati Hangestri, Kang Sung-hyung Komentari Aksi Megatron di Grand Final Proliga 2026

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung memberikan pernyataannya usai menyaksikan aksi Megawati Hangestri secara langsung, saat membela Jakarta Pertamina Enduro di Grand Final Proliga 2026.
Warga Belanda Berbondong-bondong Girang NAC Breda Selangkah Lagi Resmi Didegradasi: Semoga Tak Lekas Promosi

Warga Belanda Berbondong-bondong Girang NAC Breda Selangkah Lagi Resmi Didegradasi: Semoga Tak Lekas Promosi

Banyak warga Belanda yang mengutarakan rasa gembiranya setelah NAC Breda hampir dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda. 
Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes-Maarten Paes Diizinkan Main, Erick Thohir Bertemu Sekjen KNVB, hingga Raja Assist yang Eligible Dinaturalisasi

Ada tiga berita terpopuler seputar Timnas Indonesia yang paling banyak dibaca di tvOnenews.com, mulai dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 hingga isu naturalisasi.
Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Jadi Bintang Persib Bandung, Siapa Sangka Beckham Putra Dulu Sempat Mengidolakan Sosok Ini Sejak Kecil

Beckham Putra mengungkap sosok yang menjadi inspirasinya sejak kecil untuk bermain bola hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu bintang di Persib Bandung.
Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Kirain Langsung ke Korea, Ternyata Ini Agenda Megawati Hangestri Seusai Main di Proliga 2026

Setelah tampil gemilang di Proliga 2026 bersama JPE, Megawati Hangestri ternyata tidak langsung ke Korea. Sebelumnya, ia dirumorkan isi kuota Asia Hillstate.
Pelatih Hyundai Hillstate Berharap Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea Musim Depan, Minta Megatron Persiapkan Diri

Pelatih Hyundai Hillstate Berharap Megawati Hangestri Kembali ke Liga Voli Korea Musim Depan, Minta Megatron Persiapkan Diri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, memberikan pesan khusus kepada Megawati Hangestri setelah bertemu langsung di Indonesia usai tampil di Grand Final Proliga 2026.
Selengkapnya

Viral