Tak Ada Sakit Saat Awal Internship, Keluarga Sebut dr Myta Aprilia Azmy Alami Sesak Nafas Hebat Sebelum Meninggal
- Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Andi Salani/ Instagram @mytaapriliaazmy
tvOnenews.com - Duka mendalam dirasakan oleh keluarga dr Myta Aprilia Azmy, seorang dokter yang meninggal dunia saat menjalani program internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
Kasus meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy kini menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, dokter internship ini diduga meninggal akibat mendapatkan beban kerja yang sangat berat.
Dokter muda ini dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, pada Jumat (1/5/2026).
Selama menjalani masa internship, keluarga mengaku tidak mengetahui secara persis kondisi kesehatan Myta.
Pernyataan ini diungkapkan oleh sepupu Myta, dr Febri yang mendengar kabar korban sempat mengalami Pneumonia.
“Memang ada beberapa pernyataan yang kami dapatkan dari media sosial bahwa (diduga) ada radang paru atau pneumonia yang didapatkan oleh Myta pada saat menjalankan program internship disana,” ungkap dr Febri dalam program acara Kabar Petang, tvOne, pada Sabtu (2/5/2026).
Meski begitu, pihaknya memastikan dr Myta dalam kondisi sehat saat akan menjalani program Internship di RSUD K.H. Daud Arif, Jambi.
“Tetapi pada saat skrining awal, kami sempat dapatkan data skrining awal waktu sebelum melakukan internship di Jambi. Mereka melakukan seleksi awal, Myta ini dinyatakan kondisinya fit dan siap untuk mengikuti program internship oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Febri.
“Artinya tidak ada penyakit apapun yang diderita oleh dr Myta,” sambungnya.
- Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Andi Salani
Sebelum meninggal dunia, Myta sempat menginformasikan bahwa jam kerjanya cenderung padat.
Namun, keluarga hanya mendapatkan kabar kesehatan Myta saat dirawat di RSUD K.H Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
“Pada saat kami dapatkan berita selanjutnya, Myta sudah mengalami sakit dan harus dirawat Kuala Tungkal, lebih kurang selama enam hari. Kemudian dirujuk ke rumah sakit provinsi, di RS Raden Mattaher, Jambi,” terangnya.
Setelah mendapatkan rujukan, tim dokter RS Raden Mattaher Jambi menyarankan agar Myta melakukan rawat jalan.
Saat kembali ke Palembang, dokter muda itu mengalami sesak napas dan dilarikan ke RS Mohammad Hoesin.
Dokter Myta dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di ICU.
“Dari RS Raden Mattaher Jambi disarankan rawat jalan. Namun pada saat kembali Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Myta mengalami sesak napas yang hebat dan akhirnya kami bawa ke ICU RS Mohammad Hoesin lebih kurang tiga hari Myta dirawat dan dinyatakan meninggal tim RSMH,” pungkasnya.
Kini dr Myta sudah dimakamkan pihak keluarga di Pemakaman Umum Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kecamatan muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Keluarga masih mengharapkan agar kasus yang menewaskan dr Myta segera dituntaskan oleh Kementerian Kesehatan.
(kmr)
Load more