News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fahri Hamzah Bongkar Arah Ekonomi Prabowo: Bukan Anti-Pasar, Tapi Kembalikan SDA untuk Rakyat

Fahri Hamzah menilai publik keliru memahami arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA).
Senin, 4 Mei 2026 - 10:42 WIB
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah menilai publik keliru memahami arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Menurutnya, pendekatan yang diambil pemerintah justru berpijak pada mandat konstitusi dan cita-cita para pendiri bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam forum Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan bertema “Negara dan Hari Buruh”, Fahri menegaskan bahwa penguasaan SDA oleh negara bukanlah bentuk anti-pasar, melainkan strategi untuk memastikan distribusi kekayaan yang lebih adil.

“Sesuai Pasal 33 UUD, kita jangan lupa bahwa sumber daya alam itu, tidaklah sebesar-besarnya untuk kemakmuran pribadi, tetapi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dan ini yang sering diingatkan oleh Bapak Presiden,” kata Fahri Hamzah, di Jakarta, dikutip Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, salah satu masalah utama dalam struktur ekonomi saat ini adalah dominasi penguasaan SDA oleh segelintir pihak yang berpotensi memperlebar ketimpangan sosial.

“Kalau sumber daya alam itu terlalu diikuasai oleh segelintir orang, itu bisa menciptakan ketimpangan,” tegasnya.

Fahri menggambarkan SDA sebagai instrumen percepatan akumulasi kekayaan yang sangat besar, namun berisiko menciptakan ketidakadilan jika tidak dikontrol negara.

“Sumber daya alam itu, adalah alat untuk memobilisasi kekayaan yang sangat cepat. Orang bisa menjadi triliuner tiba-riba, hanya karena punya tambang atau IUP Batubara,” jelas dia.

Menurutnya, intervensi negara dalam mengelola dan mendistribusikan hasil SDA menjadi kunci untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih berimbang, termasuk dalam pembiayaan jaminan sosial nasional.

“Oleh sebab itu, kalau negara kemudian memutuskan untuk  menyelenggarakan sistem jaminan sosial yang komprehensif sesuai yang dimandatkan oleh UUD, maka adalah wajar,” tuturnya.

Lebih jauh, Fahri mengungkapkan bahwa struktur pendapatan negara saat ini masih sangat bergantung pada SDA, bukan pada kekuatan sumber daya manusia (SDM), industri, atau teknologi. 

Karena itu, pemerintah tengah mendorong transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi tinggi.

“Nanti ketika negara ini sudah sangat maju teknologinya, maka dominasi pendapatan negara dari sumber daya tidak terlalu maksimal, maka bisa digeser,” ungkap dia.

Ia menambahkan, pengelolaan SDA saat ini juga diarahkan untuk membiayai pembangunan SDM unggul, yang nantinya akan menjadi fondasi ekonomi masa depan.

“Tetapi kalau sudah merupakan kemajuan, secara sumber daya manusianya, bisa memproduksi teknologi yang tinggi, maka porsi-porsi kebebasan dalam menyelenggarakan ekonomi dapat disesuaikan  dari kesibukan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Fahri juga menyoroti upaya pemerintah menyatukan berbagai program jaminan sosial yang selama ini tersebar dalam banyak skema. Menurutnya, integrasi sistem akan meningkatkan efektivitas layanan sekaligus memperluas jangkauan perlindungan.

“Presiden sudah sangat baik dengan mengajak dengan mendisiplinkan kita dengan dikeluarkan Inpres DTSEN , tanggal 4 Februari 2025 lalu. Dan di DPR sekarang diselenggarakan pembahasan Undang-Undang Satu Data,” lugasnya.

Dengan sistem data terpadu, distribusi bantuan sosial dinilai akan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab persoalan ketimpangan yang masih lebar di masyarakat.

“Keadilan sosial seperti dalam sila ke-5 Pancasila sesuatu yang dinanti-nanti. UUD 1945 dan batang tubuhnya, sangat jelas sekali. Melindungi segenap bangsa, seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan sekaligus janji negara kepada rakyatnya,” ungkap Fahri.

Di sisi lain, Fahri menekankan bahwa strategi besar pemerintah juga mencakup percepatan industrialisasi dan hilirisasi lintas sektor, dari tambang hingga pangan, guna menciptakan lapangan kerja dan memperluas kelas menengah.

“Kemajuan ini nanti pada akhirnya akan mempekerjakan lebih banyak masyarakat Indonesia dan menciptakan kelas menengah yang besar. Hal-hal ini yang sedang kita lakukan,” tegasnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menutup kebocoran pengelolaan SDA dan memberantas korupsi.

“Ini dua hal yang sedang dilakukan Presiden Prabowo, sehingga akan menghasilkan uang. Dan uang ini yang akan didistribusikan untuk mengakhiri gap di masyarakat,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fahri optimistis, dengan pendekatan sistematis dan berbasis konstitusi, Indonesia berada di jalur menuju negara kuat dengan pemerataan ekonomi yang lebih luas.

“Saya ingin meyakinkan masyarakat Indonesia, bahwa kita sedang berada pada jalur formasi penyelenggaraan Indonesia sebagai negara kuat. Mewujudkan impi dan cita-cita kita yang terpatri dalam Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya. (agr/muu)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ilhan Fandi Ungkap Kegilaan Suporter Timnas Indonesia, Singapura Justru Tak Sabar Main di SUGBK

Ilhan Fandi Ungkap Kegilaan Suporter Timnas Indonesia, Singapura Justru Tak Sabar Main di SUGBK

Ilhan Fandi mengaku tak sabar merasakan atmosfer SUGBK saat Singapura menghadapi Timnas Indonesia. Fanatisme suporter Garuda justru membuatnya antusias.
DPR Desak Polri Usut Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, BPK Diminta Audit

DPR Desak Polri Usut Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, BPK Diminta Audit

DPR mendorong Polri mengusut dugaan pelanggaran di Lapas Cibinong dan meminta BPK mengaudit pengelolaan anggaran serta aset.
Pelatih Singapura Blak-blakan Soal Kekuatan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Disebut Begini

Pelatih Singapura Blak-blakan Soal Kekuatan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Skuad Garuda Disebut Begini

Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui Timnas Indonesia kini lebih kuat dibandingkan Piala AFF 2026. Ia menyoroti perubahan skuad Garuda jelang laga perdana.
‎Berita Foto: Dean James dan Calvin Verdonk Gabung, Skuad Timnas Indonesia Lengkap Jelang Hadapi Singapura

‎Berita Foto: Dean James dan Calvin Verdonk Gabung, Skuad Timnas Indonesia Lengkap Jelang Hadapi Singapura

Skuad Timnas Indonesia dipastikan telah lengkap jelang menghadapi Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
Profil Fikri Yasin, Anggota Ombudsman RI yang Soroti Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Profil Fikri Yasin, Anggota Ombudsman RI yang Soroti Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Profil Fikri Yasin, anggota Ombudsman RI yang melakukan pemeriksaan Lapas Cibinong dan menemukan fasilitas berstandar apartemen.
Abaikan Derbi Nusantara Hingga Peluang ke Final, Malaysia Pilih Fokus Lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup

Abaikan Derbi Nusantara Hingga Peluang ke Final, Malaysia Pilih Fokus Lawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup

Alih-alih memikirkan derbi Nusantara hingga peluang ke final FIFA ASEAN Cup, Tan Cheng Hoe meminta Malaysia untuk fokus ke laga terdekat dengan melawan Bangladesh. 

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Karier Mulai Sukses,4 Zodiak Ini Diprediksi Makin Bersinar Besok 25 September 2026

Peluang karier mulai terbuka! 4 zodiak ini diprediksi makin bersinar besok, 25 September 2026. Siapa yang bakal mendapat kesempatan menarik?
Selengkapnya

Viral