News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PSI Tegaskan Kasus Grace Natalie Bersifat Pribadi, Tidak Ada Bantuan Hukum dari Partai

PSI menegaskan kasus yang menimpa Grace Natalie terkait video ceramah Jusuf Kalla merupakan tanggung jawab pribadi dan bukan sikap resmi partai.
Rabu, 6 Mei 2026 - 18:52 WIB
Bagi - Bagi Jatah Komisaris BUMN Untuk Politisi, Grace Natalie dan Fuad Bawazier Diangkat Menjadi Komisaris MIND ID
Sumber :
  • Antara Foto

Jakarta, tvOnenews.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan persoalan hukum yang kini dihadapi Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie terkait video ceramah Jusuf Kalla merupakan urusan pribadi dan tidak berkaitan dengan sikap resmi partai.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Harian PSI Ahmad Ali atau Mad Ali setelah nama Grace Natalie ikut dilaporkan ke Bareskrim Polri bersama Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus PSI Grace Natalie menjadi perhatian publik setelah muncul polemik soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Gini, pernyataan yang disampaikan oleh anggota partai, toh, katakan Mbak Grace, itu adalah pernyataan pribadi,” kata Mad Ali di kantor DPP PSI, Selasa (5/5/2026).

PSI Pastikan Tidak Beri Bantuan Hukum Kelembagaan

Dalam keterangannya, PSI menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepada Grace Natalie.

Menurut PSI, setiap pernyataan pribadi kader di ruang publik harus dipertanggungjawabkan secara personal.

“Secara kelembagaan, kami pastikan tidak akan memberikan bantuan hukum secara kelembagaan kepartaian. Karena hal ini hal-hal yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi,” ujar Mad Ali.

Meski demikian, PSI menyebut tetap memberikan dukungan secara personal kepada Grace Natalie sebagai rekan dan sahabat di internal partai.

“Partai Solidaritas Indonesia dalam konteks sebagai pertemanan, sebagai sahabat, kami memberikan bantuan personal,” katanya.

Awal Mula Polemik Video Ceramah Jusuf Kalla

Kasus PSI Grace Natalie bermula dari unggahan video tanggapan Grace Natalie terkait ceramah Jusuf Kalla yang sempat viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Grace Natalie menilai ada bagian pernyataan Jusuf Kalla yang bermasalah ketika membahas konflik dan isu agama.

Grace Natalie menyebut dirinya menyoroti narasi mengenai syahid yang disampaikan dalam ceramah tersebut.

“Sedang viral pernyataannya Pak Jusuf Kalla dalam ceramahnya di UGM baru-baru ini, sampai-sampai beliau ini dilaporkan ke polisi. Setelah ditonton, ya memang pernyataan beliau ini bermasalah sekali,” ujar Grace Natalie melalui akun Instagram pribadinya.

Grace Natalie kemudian menjelaskan beberapa alasan mengapa dirinya menilai pernyataan tersebut sensitif jika disampaikan di ruang publik, terutama oleh tokoh nasional.

Salah satu poin yang disampaikan Grace Natalie adalah kekhawatiran soal potensi potongan video digunakan pihak tertentu untuk membenarkan tindakan radikal.

“Meskipun mungkin maksud sebenarnya adalah untuk menjelaskan sosiologi konflik. Tetapi di era digital seperti saat ini, begitu mudah video itu dipotong, diedit, dan digunakan oleh pihak ekstrem untuk membenarkan radikalisme,” ujar Grace Natalie.

Selain itu, Grace Natalie juga mengingatkan pentingnya menjaga sensitivitas antarumat beragama agar tidak memicu polarisasi di masyarakat.

Grace Natalie Dilaporkan Bersama Ade Armando dan Abu Janda

Polemik tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum. Sebanyak 40 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri.

Selain Grace Natalie, dua nama lain yang turut dilaporkan yakni Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda.

Perwakilan LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, mengatakan laporan tersebut telah diterima pihak kepolisian.

“Laporan kepolisian yang kita buat dengan terlapor Saudara Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie sudah diterima oleh kepolisian,” ujar Syaefullah Hamid di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 4 Mei 2026.

Ade Armando Resmi Mundur dari PSI

Di tengah polemik yang berkembang, PSI juga mengumumkan Ade Armando resmi mengundurkan diri dari partai.

Mad Ali mengatakan keputusan itu diambil setelah adanya diskusi internal di DPP PSI terkait situasi yang berkembang beberapa waktu terakhir.

Menurut PSI, Ade Armando memilih mundur karena menyadari setiap pandangan politik yang disampaikannya kerap dikaitkan dengan partai.

“Semenjak tadi malam jam 7 Bang Ade bukan kader PSI,” kata Mad Ali.

PSI mengaku menghormati kebebasan berpendapat Ade Armando, namun di sisi lain partai juga tidak ingin seluruh pandangan pribadi kader selalu dianggap sebagai sikap resmi PSI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mad Ali bahkan menyebut kepergian Ade Armando menjadi kehilangan besar bagi internal PSI karena selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh diskusi dan pemikir di partai tersebut.

Sementara itu, kasus PSI Grace Natalie hingga kini masih menjadi perhatian publik seiring proses laporan yang tengah berjalan di Bareskrim Polri. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Respons Soal Hasil Kajian KPRP ke Prabowo, Sikap Kapolri Dinilai Bawa Institusi Menuju Reformasi

Respons Soal Hasil Kajian KPRP ke Prabowo, Sikap Kapolri Dinilai Bawa Institusi Menuju Reformasi

Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) melakukan pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto pada Selasa (5/5/2026).
Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes Banding-bandingkan Suporter Skuad Garuda, Peluang Lolos Piala Dunia 2030, Opsi Kiper 199 cm untuk Timnas Indonesia

Top 3 Timnas Indonesia: Jay Idzes Banding-bandingkan Suporter Skuad Garuda, Peluang Lolos Piala Dunia 2030, Opsi Kiper 199 cm untuk Timnas Indonesia

Dinamika sepak bola Tanah Air tengah menjadi sorotan, mulai dari pengakuan emosional sang kapten hingga peluang Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.
Patra Jasa Bukukan Pendapatan Rp5,5 Triliun, Melejit Lampaui Target RKAP 2025

Patra Jasa Bukukan Pendapatan Rp5,5 Triliun, Melejit Lampaui Target RKAP 2025

Berdasarkan laporan keuangan audited 2025, Patra Jasa membukukan pendapatan mencapai Rp5,5 triliun, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 18 persen.
Bukan Film, Perang Sipil Simpanse Ini Benar-Benar Terjadi di Uganda

Bukan Film, Perang Sipil Simpanse Ini Benar-Benar Terjadi di Uganda

Di hutan Kibale National Park, Uganda, para ilmuwan menyaksikan sesuatu yang selama ini dianggap sangat langka di dunia hewan yaitu perang sipil antar simpanse.
Warning Keras Persib Bandung ke Persija Jakarta! Thom Haye Blak-blakan Soal Kekuatan Maung Bandung Jelang El Clasico Penentu Gelar

Warning Keras Persib Bandung ke Persija Jakarta! Thom Haye Blak-blakan Soal Kekuatan Maung Bandung Jelang El Clasico Penentu Gelar

Persib Bandung makin percaya diri jelang lawan Persija usai tekuk PSIM. Thom Haye ungkap evaluasi penting yang bisa jadi kunci kemenangan di laga panas.
Jumlah Korban Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara: 4 Orang Tewas Terbakar, 1 Luka Ringan

Jumlah Korban Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara: 4 Orang Tewas Terbakar, 1 Luka Ringan

Kecelakaan Bus ALS vs truk tangki di Muratara menewaskan 4 orang dan 1 luka ringan. Polisi masih mendata penumpang lain dan menyelidiki penyebab.

Trending

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Demi Bertemu Gubernur Sherly Tjoanda, Pemuda Asal Sumut Nekat Jalan Kaki dari Sumatera-Malut: Ingin Foto Aja

Video seorang pemuda asal Sumatera Utara (Sumut) nekat jalan kaki dari Gorontalo ke Malut agar bisa bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos viral.
Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Demi Pulangkan Megawati Hangestri ke Korea, Pelatih Hillstate Sanggupi Ajakan Makan Pecel dan Rempeyek

Pelatih Hillstate Kang Sung-hyung sanggupi ajakan makan pecel dan rempeyek khas jawa setelah menyaksikan pertandungan Megawati Hangestri di final Proliga 2026.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Tak Lagi Melatih, Ini Rencana Besar STY untuk Timnas Indonesia: Saya Akan

Pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025 tak hanya mengakhiri masa kepemimpinannya, tetapi juga menghentikan sejumlah rencana.
Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Resmi! Persija Jakarta Vs Persib Bandung Gagal Digelar di SUGBK, El Clasico Indonesia Berlangsung di Luar Pulau Jawa

Direktur I.League, Ferry Paulus, resmi mengumumkan perpindahan venue Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Duel bertajuk El Clasico Indonesia itu gagal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Stok Pemain Berkualitas Timnas Indonesia Berlimpah, 5 Legiun Asing Eligible Jadi WNI dan Bisa Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia punya opsi pemain berkualitas jelang Piala AFF 2026. Di tengah keterbatasan skuad, pemain asing yang penuhi syarat naturalisasi mulai dilirik.
Selengkapnya

Viral