Narasi, Bapak2ID, Ngomongin Uang Bantah Qodari Soal Gabung Jadi 'New Media' Bakom: Kami Tidak Tahu dan Enggak Ikutan
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Tim manajemen Bapak2ID, Narasi, dan Ngomongin Uang membantah pernyataan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Qodari, yang menyebut mereka telah dirangkul dalam forum media baru (New Media) bentukan pemerintah.
Akun media sosial Bapak2ID menjadi salah satu yang secara terbuka menyatakan tidak memiliki keterlibatan dengan forum tersebut. Dalam unggahan resminya, manajemen mengaku terkejut karena nama mereka tiba-tiba disebut masuk dalam daftar media yang tergabung.
"Warga kami yang baik hati. Lagi rame berita di Tempo tentang Bakom mengajak media yang tergabung di Indonesia New Media Forum (INMF), dan nama kita tau-tau ada di situ.
KAGA, KAMI KAGA IKUTAN!
Dan kami kaga tergabung di mana-mana. Kami aja kaget denger kabar ini.
Kami sama sekali tidak terlibat, kaga hadir dan kaga ngarti soal it," tulis pernyataan @bapak2id.
Bantahan serupa juga disampaikan Narasi melalui akun Instagram resminya. Dalam pernyataan sikap yang diunggah, Narasi menegaskan tidak menjadi bagian dari Indonesia New Media Forum (INMF).
Selain itu, Narasi menyebut tidak pernah mengikuti maupun mengetahui adanya pertemuan atau konferensi pers terkait INMF dan Bakom pada 6 Mei 2026.
Media tersebut juga menegaskan statusnya sebagai perusahaan pers yang telah terverifikasi Dewan Pers sejak 2019 dan menjalankan kegiatan jurnalistik sesuai kode etik.
Sementara itu, Ngomongin Uang turut membantah klaim serupa. Tim Ngomongin Uang menyatakan tidak pernah menerima ajakan, menghadiri forum, ataupun menjalin komunikasi dengan Bakom RI.
"Oleh karena itu, klaim (Bakom RI) di berbagai media yang menyatakan bahwa Ngomongin Uang 'digandeng' ataupun menjadi 'mitra' pemerintah adalah tidak benar," tulis Tim Ngomongin Uang.
Sebelumnya, Qodari menjelaskan bahwa pemerintah tengah membangun kolaborasi dengan sejumlah media digital melalui wadah bernama Indonesia New Media Forum. Ia menyebut kelompok tersebut sebelumnya dikenal dengan istilah “homeless media”.
"New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media," ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Qodari menyebut sejumlah nama media dan kanal digital yang diklaim ikut dirangkul pemerintah, di antaranya:
Qodari menyebut sejumlah homeless media yang direkrut Istana:
- Folkative
- Indozone
- Dagelan
- Indomusicgram
- Infipop
- Narasi
- Muslimvlog
- USS Feed
- Bapak-Bapak ID
- Menjadi Manusia
- GNFI
- Creativox
- Kok Bisa?
- Taubaters
- Pandemic Talks
- Kawan Hawa
- Folix
- Ngomongin Uang
- Big Alpha
- Good States
- Hai Dulu
- Proud Project
- Vebis
- Unframe
- Kumpul Leaders
- CXO Media
- Volix Media
- How To Do Nothing
- Everless Media
- Geometry Media
- Folks Diary
- Dream
- Melodi Alam
- NKTSHI
- Modestalk
- Lead Media
- Nalar TV
- Mahasiswa dan Jakarta
- North West
- Mature Indonesia
Menurut Qodari, kehadiran media digital dinilai penting untuk memperluas jangkauan komunikasi pemerintah di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
"Kehadiran teman-teman new media mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya, tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media atau realitas komunikasi kita, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan," jelasnya.
Ia juga menilai pendekatan kepada media digital perlu dilakukan agar komunikasi antara pemerintah dan pelaku media baru dapat berjalan lebih baik.
"Jadi justru kalau dijauhi malah susah ngomong kita. Ya kan? Tambah dulu nih silaturahmi kan begitu. Kalau silaturahmi kan nanti poin-poin masukan, saran, itu bisa tersampaikan dengan baik," kata Qodari. (nba)
Load more