News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

DPR Soroti Fenomena Homeless Media, Pemerintah Diingatkan Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan

DPR ingatkan pemerintah menjaga akuntabilitas saat merangkul homeless media agar tidak memunculkan konflik kepentingan.
Kamis, 7 Mei 2026 - 21:00 WIB
DPR Soroti Fenomena Homeless Media, Pemerintah Diingatkan Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena homeless media yang kini semakin berkembang di ruang digital menjadi perhatian DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mengingatkan pemerintah agar tetap menjaga akuntabilitas saat merangkul homeless media dalam ekosistem komunikasi publik.

Menurut Amelia, pendekatan pemerintah terhadap homeless media memang sah dilakukan, terutama di tengah perubahan besar pola konsumsi informasi masyarakat di era digital. Namun, ia menegaskan langkah tersebut tidak boleh sampai memunculkan konflik kepentingan maupun standar ganda dalam penyebaran informasi publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

DPR Nilai Homeless Media Bukan Fenomena Baru

Amelia mengatakan fenomena homeless media sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru di Indonesia.

Ia menyebut konsep serupa sudah muncul sejak era citizen journalism sekitar 10 hingga 15 tahun lalu, ketika masyarakat mulai aktif membuat dan menyebarkan informasi melalui platform digital.

“Dulu kita mengenalnya dengan istilah citizen journalism. Bahkan sekitar sepuluh sampai lima belas tahun lalu, ruang-ruang partisipasi publik itu sudah tumbuh lewat blog pribadi maupun kanal yang difasilitasi media besar seperti Kompasiana, PasangMata milik Detik, NET CJ, Indonesiana, dan berbagai forum komunitas digital lainnya,” kata Amelia, Kamis (7/5/2026).

Namun menurutnya, perkembangan media sosial membuat pengaruh homeless media kini jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Distribusi informasi saat ini dinilai semakin cepat karena masyarakat lebih banyak mengakses platform digital seperti TikTok, Instagram, X, hingga YouTube.

Homeless Media Dinilai Punya Pengaruh Besar

Amelia menilai homeless media kini memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik.

Bahkan dalam beberapa situasi, penyebaran informasi dari homeless media disebut bisa lebih cepat dibanding media konvensional.

Meski begitu, ia menyoroti masih banyak homeless media yang belum memiliki sistem kerja jurnalistik yang jelas.

Mulai dari struktur redaksi, proses verifikasi informasi, penanggung jawab editorial, hak jawab, hingga standar kode etik jurnalistik dinilai masih menjadi persoalan di sebagian homeless media.

“Mereka punya pengaruh besar terhadap opini publik, bahkan kadang lebih cepat dari media konvensional, tetapi banyak yang belum memiliki struktur redaksi, mekanisme verifikasi, penanggung jawab editorial, hak jawab, maupun standar etik jurnalistik yang jelas,” ujarnya.

Pemerintah Diminta Tetap Jaga Akuntabilitas

Karena itu, Amelia memandang langkah pemerintah yang mencoba merangkul homeless media sebagai bagian dari new media masih bisa dipahami.

Menurutnya, edukasi dan dorongan profesionalisme terhadap homeless media justru dapat menjadi langkah positif di tengah perubahan ekosistem informasi digital.

“Maka ketika pemerintah mencoba merangkul, mengedukasi, dan mendorong transformasi mereka menjadi lebih profesional sebagai bagian dari new media, tentu itu bisa diapresiasi,” katanya.

Namun, ia menekankan proses tersebut tetap harus diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan persoalan baru di ruang publik digital.

Amelia mengingatkan pemerintah agar tidak menciptakan standar ganda maupun konflik kepentingan saat bekerja sama dengan homeless media.

“Tetapi pada saat yang sama tetap harus diawasi agar tidak justru menciptakan standar ganda, konflik kepentingan, atau ruang penyebaran informasi yang lepas dari akuntabilitas publik,” sambungnya.

Regulasi Media Dinilai Mulai Tertinggal

Amelia juga menilai regulasi media dan ruang digital saat ini mulai tertinggal dibanding perkembangan teknologi dan pola distribusi informasi masyarakat.

Menurutnya, banyak aturan media masih disusun berdasarkan ekosistem media konvensional, sementara pola komunikasi publik kini telah berubah sangat cepat.

“Ekosistem medianya sudah berubah sangat cepat, sementara banyak aturan masih disusun pada era media konvensional. Karena itu DPR mencoba catch up agar regulasi kita tetap relevan dan tidak ada pihak yang merasa above the law hanya karena berada di platform digital,” jelas Amelia.

Meski demikian, ia mengingatkan pembaruan regulasi tidak boleh berubah menjadi aturan yang berlebihan dan justru membatasi kebebasan berekspresi masyarakat di ruang digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Amelia menegaskan keseimbangan tetap harus dijaga agar ruang digital tetap sehat, akuntabel, dan bertanggung jawab tanpa mematikan partisipasi publik maupun inovasi media baru.

“Jadi keseimbangannya memang penting: ruang digital tetap sehat, akuntabel, dan bertanggung jawab, tetapi tidak mematikan partisipasi publik maupun inovasi media baru,” tandasnya. (rpi/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Global Innovation and Future Technology Summit 2026 Dorong Inovasi Universitas Gadjah Mada Masuk ke Pasar Industri

Global Innovation and Future Technology Summit 2026 Dorong Inovasi Universitas Gadjah Mada Masuk ke Pasar Industri

Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mempertemukan akademisi, peneliti, industri, investor, pelaku bisnis, dan mitra strategis melalui GIFTS 2026, 21-22 Oktober
Wajib Perhatikan Ini Saat Gunakan Ojol di Malam Hari

Wajib Perhatikan Ini Saat Gunakan Ojol di Malam Hari

Transportasi online ataupun ojek online (ojol) menjadi salah satu pilihan ketika harus pulang sendirian pada malam hari.
Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Dilaporkan ke Polresta Tangerang, Aliansi Pemuda Desak Penegakan Hukum Objektif

Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg Dilaporkan ke Polresta Tangerang, Aliansi Pemuda Desak Penegakan Hukum Objektif

Aliansi Pemuda untuk Toleransi Beragama resmi melaporkan dugaan pembubaran ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Tangerang
Bagaimana Kecerdasan Buatan Membantu Menjaga Keandalan Jaringan Listrik di Era Energi Terbarukan?

Bagaimana Kecerdasan Buatan Membantu Menjaga Keandalan Jaringan Listrik di Era Energi Terbarukan?

Perkembangan energi terbarukan membuat data aset listrik semakin kompleks. AI dan analitik data mulai digunakan untuk membaca risiko dan menjaga keandalan
Bukan Cuma K-Pop dan K-Drama, Simak Tips agar Liburan ke Korea Lebih Berkesan

Bukan Cuma K-Pop dan K-Drama, Simak Tips agar Liburan ke Korea Lebih Berkesan

Korea bukan hanya soal K-Pop dan K-Drama. Simak cara tips liburan ke Korea, mulai dari mengenal budaya lokal, kuliner, transportasi hingga menyiapkan perjalanan.
Pedro Acosta Akhirnya Menang di MotoGP Austria 2026, Sebut Jadi Momen Sangat Spesial

Pedro Acosta Akhirnya Menang di MotoGP Austria 2026, Sebut Jadi Momen Sangat Spesial

Pembalap Red Bull KTM, Pedro Acosta mengungkapkan alasan mengapa kemenangannya di MotoGP Austria 2026 terasa sangat spesial bagi dirinya.

Trending

Wajib Perhatikan Ini Saat Gunakan Ojol di Malam Hari

Wajib Perhatikan Ini Saat Gunakan Ojol di Malam Hari

Transportasi online ataupun ojek online (ojol) menjadi salah satu pilihan ketika harus pulang sendirian pada malam hari.
Global Innovation and Future Technology Summit 2026 Dorong Inovasi Universitas Gadjah Mada Masuk ke Pasar Industri

Global Innovation and Future Technology Summit 2026 Dorong Inovasi Universitas Gadjah Mada Masuk ke Pasar Industri

Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mempertemukan akademisi, peneliti, industri, investor, pelaku bisnis, dan mitra strategis melalui GIFTS 2026, 21-22 Oktober
Siapa Savanna Azzahra? Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Sang Calon Suami, Kini Dikabarkan Meninggal Dunia

Siapa Savanna Azzahra? Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Sang Calon Suami, Kini Dikabarkan Meninggal Dunia

Sosok Savanna Azzahra mendadak buat simpati warganet setelah curhat jika calon suaminya berselingkuh dengan sang kakak. Kini, gadis itu dikabarkan telah wafat.
Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dan Hyundai Hillstate, Segini Nominalnya

Perbandingan Gaji Megawati Hangestri di Red Sparks dan Hyundai Hillstate, Segini Nominalnya

Menilik perbandingan gaji Megawati Hangestri saat bergabung dengan Red Sparks dan Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea. Pevoli berjuluk Megatron itu dikabarkan mengalami kenaikan bayaran jelang tampil di musim ketiganya.
Heboh, Video Viral ‘A Day in My Life’ Ternyata Cuma Satu dari 20 Konten, Polisi Ungkap Ada Bisnis Berbayar

Heboh, Video Viral ‘A Day in My Life’ Ternyata Cuma Satu dari 20 Konten, Polisi Ungkap Ada Bisnis Berbayar

Video ‘A Day in My Life’ yang viral di media sosial ternyata hanya satu dari sekitar 20 konten yang dibuat sejak Juli 2026. Polisi juga mengungkap sistem akses
Hillstate Resmi Rilis Jadwal di V-League, Megawati Hangestri Langsung 'Pulang' ke Red Sparks di Pekan Kedua

Hillstate Resmi Rilis Jadwal di V-League, Megawati Hangestri Langsung 'Pulang' ke Red Sparks di Pekan Kedua

Setelah jadwal V-League 2026/2027 rilis, Megawati Hangestri dipastikan bakal kembali ke markas Red Sparks pada pekan kedua. Tapi kini, sebagai pemain Hillstate.
Pilu! Gadis Meninggal Dunia Tak Lama Setelah Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak hingga Hamil

Pilu! Gadis Meninggal Dunia Tak Lama Setelah Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak hingga Hamil

Viral di TikTok kisah memilukan dari gadis bernama Savanna Azzahra yang meninggal dunia setelah calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil 3 bulan.
Selengkapnya

Viral