Ditolak Dedi Mulyadi, Bupati Bogor Koreksi Orasi Polemik Tambang yang Ditutup Gubernur Jabar: Tidak Niat Melawan
- Kolase Antara/M Fikri Setiawan & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Rudy memahami ribuan warga Kabupaten Bogor menggantungkan hidupnya dari sektor pertambangan. Namun polemik pada aspek ini juga wajib membutuhkan solusi yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan.
Sebagai sikapnya, Rudy mendorong Pemkab Bogor tidak melawan kebijakan yang sudah diberlakukan oleh Pemprov Jabar. Hal ini bentuk kepatuhan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Karena itu, kami sepakat untuk tunduk dan patuh terhadap seluruh aturan yang ditetapkan Pemprov Jawa Barat," katanya.
Momen Dedi Mulyadi Tolak Keras Seruan dari Rudy Susmanto
- istimewa
Sebelumnya, Dedi Mulyadi merespons seruan dalam aksi unjuk rasa ribuan mantan pekerja tambang di Kantor Pemkab Bogor, Cibinong, Senin (4/5/2026).
Aksi unjuk rasa tersebut menyasar kepada KDM. Ribuan warga menyoroti kebijakan tegas dari Dedi Mulyadi yang menutup sementara aktivitas tambang di wilayah Bogor Barat.
Kebijakan ini memicu unjuk rasa dari ribuan warga dan dibantu oleh Bupati Bogor. Penutupan tambang sangat berdampak pada aspek ekonomi para pekerja tambang hingga sopir truk.
Dedi Mulyadi secara terang-terangan menolak dengan tegas untuk kembali membuka izin operasional tambang di Parunpanjang, Kabupaten Bogor.
Mantan Bupati Purwakarta ini mempunyai alasan menolak secara tegas terhadap seruan tersebut. Ia mengungkapkan dirinya kerap diminta untuk bertemu khusus dengan para pengusaha tambang.
"Saya belum memenuhi pertemuan itu karena saya menjaga integritas. Seluruh keputusan harus dilakukan berdasarkan sistem, bukan sekadar pertemuan informal," ujar Dedi Mulyadi.
KDM memahami dampak dari kebijakan ini sangat mempengaruhi perekonomian para pekerja. Namun, ia tetap mengutamakan kenyaman bagi masyarakat luas khususnya bagi yang melintasi di jalur Parungpanjang.
"Kita harus ingat, yang disebut bekerja di sektor tambang itu tidak semuanya pekerja kasar. Ada juga yang hanya berdiri di jalan minta setoran, ada aktivisnya juga," tukas KDM.
(ant/hap)
Load more