GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap Isi Chat Kiai Ashari Minta Temani Tidur dan Ancam Santriwati, Bukti WhatsApp Dibongkar Kuasa Hukum Korban

Bukti WhatsApp dibongkar kuasa hukum korban, terungkap begini isi chat Kiai Ashari modus minta temani tidur hingga ancam santriwati agar menuruti perkataannya.
Senin, 11 Mei 2026 - 05:15 WIB
Kuasa hukum korban Ali Yusron - Kiai Ashari
Sumber :
  • kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Facebook/I Love Pati

tvOnenews.com - Kuasa hukum korban kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengaku punya bukti kuat.

Ia menyebut pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti kuat yang diduga mengarah pada keterlibatan Ashari dalam kasus pelecehan terhadap santriwati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya keterangan korban, kuasa hukum mengaku telah mengumpulkan bukti visum, hasil pemeriksaan psikolog, hingga percakapan WhatsApp yang disebut berisi ancaman kepada korban.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengatakan bukti-bukti yang dimiliki saat ini dinilai sudah cukup kuat untuk menjerat tersangka.

“Barang bukti sudah cukup. Visum sudah ada, scan dari WA korban yang lain juga ada,” ujar Ali Yusron, dilansir dari YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo. 

Kuasa hukum korban, Ali Yusron
Kuasa hukum korban, Ali Yusron
Sumber :
  • YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo

Menurutnya, terdapat sejumlah percakapan yang memperlihatkan dugaan tekanan kepada santriwati. 

Bahkan, pihaknya mengaku memiliki dua telepon genggam yang berisi salinan chat tersebut.

Dalam salah satu percakapan yang dibongkar, tersangka diduga meminta korban menemaninya tidur.

“Temani bapak tidur, kalau nggak mau nanti saya ganti yang lain dan saya pulangkan,” ungkap Ali Yusron menirukan isi pesan WhatsApp yang dimiliki pihak korban.

Selain bukti percakapan, kuasa hukum juga mengaku telah mengantongi hasil visum dari dokter dan pemeriksaan psikologis korban untuk memperkuat proses hukum.

“Visum dari keterangan dokter dan psikolog, saksi ahli,” lanjutnya.

Kuasa hukum korban Ali Yusron - Kiai Ashari
Kuasa hukum korban Ali Yusron - Kiai Ashari
Sumber :
  • kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Facebook/I Love Pati

Ali Yusron juga menilai pasal yang dikenakan kepada tersangka seharusnya dapat diperberat karena jumlah korban diduga lebih dari satu orang. 

Ia menyebut korban dalam kasus ini diperkirakan mencapai sekitar 50 santriwati.

“Kurang lebih 50 orang, digilir ini,” katanya.

Menurutnya, kasus dengan jumlah korban besar seperti ini seharusnya mendapat hukuman yang lebih berat agar memberikan efek jera.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Menurut keterangan (korban) harusnya harus ditambahkan pasal. Harus ada hukumannya 1/3 lebih besar karena melakukan ke lebih dari satu orang,” kata Ali.

“Jangan 12 tahun dong atau 15 tahun. Kalau di negara kita harusnya hukuman mati. Makanya kita harus mendorong DPR beserta Komisi III DPR itu harus mendorong,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dipicu Dendam Keluarga, Perempuan di Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Dipicu Dendam Keluarga, Perempuan di Bandung Tewas Ditusuk Mantan Kakak Ipar

Seorang perempuan bernama Nanda Tritami meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan oleh mantan kakak iparnya berinisial CMM. 
Pilih Sapi atau Kambing? Pastikan Hewan Qurban Memenuhi Syarat dalam Islam Sebelum Hari Raya Idul Adha

Pilih Sapi atau Kambing? Pastikan Hewan Qurban Memenuhi Syarat dalam Islam Sebelum Hari Raya Idul Adha

Supaya prosesi ibadah Idul Adha dilakukan sah dan sesuai syariat, terdapat kriteria serta syarat tertentu pada hewan qurban yang wajib diperhatikan oleh pembeli
Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Arsenal Beri Keuntungan kepada Tottenham Hotspur demi Jauhi Manchester City

Update Klasemen Liga Inggris 2025-2026: Arsenal Beri Keuntungan kepada Tottenham Hotspur demi Jauhi Manchester City

Arsenal berhasil mempertahankan dominasi mereka di puncak klasemen Liga Inggris 2025-2026 dengan menjaga jarak dari Manchester City. Itu juga menguntungkan untuk rival sekota mereka, Tottenham Hotspur.
NAC Breda Akhirnya Resmi Didegradasi, Suporter Rusuh hingga Laga Kontra Heerenveen Dihentikan

NAC Breda Akhirnya Resmi Didegradasi, Suporter Rusuh hingga Laga Kontra Heerenveen Dihentikan

NAC Breda akhirnya resmi terdegradasi dari kasta tertinggi Liga Belanda, Eredivisie. Dalam pertandingan melawan Heerenveen, para suporter bersikap rusuh hingga laga dihentikan.
Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Berterima Kasih ke Warga Jawa Barat: Terima Kasih Bagi yang Terus Memberikan Kritik

Dedi Mulyadi Tiba-Tiba Berterima Kasih ke Warga Jawa Barat: Terima Kasih Bagi yang Terus Memberikan Kritik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tiba-tiba mengucapkan terima kasih kepada warganya. 
KOVO Resmi Rilis Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Vanja Bukilic dan Kyle Russell Kembali, Jordan Wilson Jadi Wajah Baru

KOVO Resmi Rilis Daftar Pemain Asing Liga Voli Korea 2026-2027: Vanja Bukilic dan Kyle Russell Kembali, Jordan Wilson Jadi Wajah Baru

KOVO telah resmi merilis daftar pemain asing Liga Voli Korea 2026-2027, di mana ada nama lama seperti Vanja Bukilic dan Kyle Russell. Sedangkan Jordan Wilson jadi wajah baru.

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Selengkapnya

Viral