GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polda Metro Jaya Semprot Balik Roy Suryo yang Minta Kasus Ijazah Palsu Jokowi Dihentikan: Dasarnya Apa?

Roy Suryo meminta kasus ijazah Jokowi dihentikan. Polda Metro Jaya mempertanyakan alasan penghentian dan menegaskan proses hukum masih berjalan.
Senin, 11 Mei 2026 - 20:30 WIB
Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya masih terus melanjutkan penyidikan terkait laporan dugaan pencemaran nama baik mengenai isu ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, nama Roy Suryo kembali menjadi sorotan setelah meminta kasus tersebut dihentikan.

Permintaan Roy Suryo terkait penghentian kasus ijazah Jokowi langsung mendapat respons dari Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto. Ia mempertanyakan alasan di balik permintaan penghentian perkara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kombes Budi Hermanto, penyidikan kasus yang menyeret nama Roy Suryo itu hingga kini belum sampai pada tahap penetapan tersangka. Penyidik masih mendalami berbagai unsur serta meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait.

“Saya tanya balik, apa alasannya untuk dihentikan? Baca aturan perundang-undangan yang ada,” kata Kombes Pol. Budi Hermanto, Senin (11/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat menanggapi permintaan Roy Suryo dan dr. Tiffa yang meminta agar kasus dugaan pencemaran nama baik terkait ijazah Jokowi dihentikan.

Polda Metro Pertanyakan Alasan Roy Suryo

Dalam keterangannya, Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa permintaan penghentian kasus oleh Roy Suryo perlu disertai alasan yang jelas dan sesuai aturan hukum.

Ia bahkan meminta pihak-pihak yang menginginkan restorative justice atau penghentian perkara untuk mempelajari kasus-kasus sebelumnya yang pernah ditangani.

“Kalau ingin restorative justice, baca ketentuan yang sudah dilakukan. Pak Rismon seperti apa, yang dilakukan dulu Pak Eggy Sudjana sebenarnya bisa mempelajari hal-hal itu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa Polda Metro Jaya tidak akan gegabah menghentikan kasus yang berkaitan dengan isu ijazah Jokowi, termasuk yang menyeret nama Roy Suryo.

Nama Roy Suryo sendiri belakangan terus dikaitkan dengan polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Karena itu, setiap perkembangan kasus ini selalu menarik perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Penyidikan Kasus Roy Suryo dan Ijazah Jokowi Masih Berjalan

Kombes Budi Hermanto memastikan proses penyidikan masih berlangsung dan penyidik sedang melengkapi berkas perkara sebelum menentukan langkah berikutnya.

Ia menegaskan Polda Metro Jaya akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah seluruh proses administrasi dan pemeriksaan dianggap lengkap.

“Dalam waktu dekat kami akan sampaikan hasil dari kelengkapan berkas perkara. Kami akan sampaikan tentang proses endingnya, proses itu. Kami akan update kembali,” katanya.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa kasus Roy Suryo terkait isu ijazah Jokowi belum selesai dan masih berada dalam tahap pendalaman oleh penyidik.

Sementara itu, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai penghentian penyidikan maupun penetapan tersangka dalam perkara tersebut.

Roy Suryo Kembali Jadi Sorotan

Nama Roy Suryo memang beberapa kali muncul dalam polemik yang berkaitan dengan ijazah Jokowi. Karena itu, ketika Roy Suryo meminta kasus dihentikan, respons publik langsung bermunculan.

Sebagian pihak mempertanyakan alasan Roy Suryo meminta penghentian perkara di saat proses hukum masih berjalan. Di sisi lain, ada juga yang menunggu kepastian hasil penyidikan dari Polda Metro Jaya.

Dalam pernyataannya, Kombes Budi Hermanto bahkan kembali menekankan bahwa pertanyaan soal penghentian kasus sebaiknya dikembalikan kepada pihak yang meminta perkara tersebut dihentikan.

“Kalau minta untuk dihentikan, kembali lagi saya menjawab pertanyaan itu, kembalikan lagi ke orang yang minta untuk itu dihentikan,” ujarnya.

Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa pihak kepolisian masih fokus pada proses hukum dan belum memberikan sinyal akan menghentikan kasus Roy Suryo terkait dugaan pencemaran nama baik mengenai ijazah Jokowi.

Publik Tunggu Kelanjutan Kasus Roy Suryo

Kasus yang menyeret nama Roy Suryo dan isu ijazah Jokowi kini masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak menunggu bagaimana akhir proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.

Apalagi, Kombes Budi Hermanto memastikan dalam waktu dekat kepolisian akan memberikan update terbaru mengenai kelengkapan berkas dan arah akhir proses penyidikan.

Dengan masih berlangsungnya pendalaman perkara, polemik Roy Suryo dan ijazah Jokowi diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu ke depan. (nsp)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

OSO hingga Mahfud MD Kompak soal Wacana Ambang Batas Parlemen: Demokrasi Jangan Jadi Arena Eksklusif Partai Besar

Sejumlah tokoh menyoroti serius soal wacana kenaikan ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) yang kini mulai ramai di kalangan partai parlemen.
Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Jorge Martin Tak Percaya Bisa Menang di MotoGP Prancis 2026, Pembalap Aprilia Racing Akui Sangat Emosional

Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin mengaku sangat emosional usai berhasil meraih kemenangan pada MotoGP Prancis 2026, yang berlangsung di Sirkuit Le Mans pada Minggu (10/5/2026).
Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Serangan Siber Semakin Meningkat, DPR RI Sebut RUU KKS Urgensi untuk Segera Disahkan

Komisi I DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) dinilai semakin mendesak untuk dapat segera disahkan.
Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka Pernikahan Dini di BUlungan Tinggi, Bupati Ingatkan Dampaknya

Angka pernikahan dini yang masih cukup tinggi di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), membuat Bupati Bulungan, Syarwani mengingatkan dampak pada tumbuh kembang anak atau stunting.
Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar Pemain Indonesia di Thailand Open 2026: Leo/Daniel Reuni, Bagas Punya Partner Baru

Daftar pemain Indonesia di Thailand Open 2026, di mana kembalinya pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Bagas Maulana punya pasangan baru.
Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia U-17 Bakal Tersingkir Lebih Cepat dari Piala Asia 2026

Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia U-17 Bakal Tersingkir Lebih Cepat dari Piala Asia 2026

Media Vietnam mulai pesimistis dengan peluang Timnas Indonesia U-17 lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2026 usai kalah 0-2 dari Qatar.

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral