News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setelah Kasus di Pati, Pengasuh Ponpes di Mesuji Diduga Cabuli Santriwati Hingga Gedung Habis Dibakar Warga

Setelah adanya kasus dugaan pencabulan dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.
Selasa, 12 Mei 2026 - 00:14 WIB
Ponpes di Mesuji, Lampung dibakar warga, dipicu adanya kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh pondok pesantren
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ istimewa/ Iustrasi AI Gemini

tvOnenews.com - Setelah adanya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pengasuh sekaligus pemilik Pondok Pesantren, Ashari di Pati, Jawa Tengah. Kini terjadi pula di Mesuji, Lampung.

Sebelumnya, seorang oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak kepolisian telah berhasil menangkap tersangka setelah melakukan pengejaran lantaran Kiai Cabul ini berusaha melarikan diri.

Kiai Ashari tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual
Kiai Ashari tersangka atas kasus dugaan pelecehan seksual
Sumber :
  • kolase tvOnenews.com/Youtube FHI Multimedia/ X @neVerAl0nely___

Kasus dugaan pencabulan ini ramai dibicarakan publik lataran banyak santriwati yang menjadi korbannya.

Seusai kasus ini muncul di hadapan publik, kini kasus serupa terjadi di Mesuji, Lampung. Bahkan, warga sampai mengamuk dan membakar habis gedung ponpes.

Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Mesuji

Massa di Desa Tanjung Mas Jaya, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung merusak dan membakar fasilitas Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid.

Amukan massa ini dipicu karena tindakan asusila yang dilakukan pengasuh sekaligus pemilik Ponpes terhadap belasan santriwati.

Ponpes di Mesuji, Lampung dibakar warga, dipicu adanya kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh pondok pesantren
Ponpes di Mesuji, Lampung dibakar warga, dipicu adanya kasus dugaan pencabulan oleh pengasuh pondok pesantren
Sumber :
  • Tim tvOne - Kabar Petang

Sekretaris Daerah Mesuji Lampung, Budiman Jaya telah mengonfirmasi adanya aksi massa terhadap Ponpes ini lantaran adanya sekelompok warga yang kesal terhadap pengasuh sekaligus pemilik Ponpes.

Warga sempat meminta agar pengasuh Ponpes yang diduga melakukan pencabulan ini segera meninggalkan wilayah tersebut, namun tidak diindahkan.

“Pemicunya, pak MFS ini dulu pada saat memimpin pondok ini pernah melakukan perbuatan yang tidak pantas. Sehingga masyarakat meminta pondok ini ditutup dan meminta MFS keluar dari desa ini,” ungkap Budiman Jaya, pada Senin, (11/5/2026).

“Terjadi kesepakatan dengan warga, beliau keluar. Namun bulan sebelum puasa beliau berniat mengunjungi anak dan cucunya. Namun dipantau oleh masyarakat kok nggak balik-balik lagi,” sambungnya menjelaskan.

Selaras dengan hal itu, Kasat Reskrim Polres Mesuji, AKP M. Prenanta Al Ghazali juga membenarkan adanya laporan mengenai dugaan pencabulan yang dilakukan pengasuh Ponpes tersebut.

Korban pencabulan diduga dialami oleh santriwati yang berjumlah 11 orang yang sebagian besar telah berusia dewasa.

“Kejadian ini dilaporkan pada 22 April 2025 terkait tentang laporan pencabulan yang dilakukan terlapor MFS berjumlah 11 orang,” ujar AKP M. Prenanta Al Ghazali.

Sayangnya, laporan ini dinyatakan kadaluarsa lantaran berdasarkan hasil pemeriksaan kejadian ini sudah berlangsung pada tahun 2022. 

“Setelah kita berkoordinasi dengan ahli. Menurut pasal 74 KUHP lama pada saat itu, perkaranya sudah kadaluarsa karena maksimal dari kejadian yang dilaporkan adalah 6 bulan, sedangkan fokus yang terjadi pada saat pelaporan di tahun 2022,” jelas Kasat Reskrim Polres Mesuji.

Laporan ini dipicu adanya saling lapor antara pihak Ponpes terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh warga, lalu dilaporkan kembali dengan kasus dugaan pencabulan.

(kmr)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gaya Santai Gibran Dinilai Efektif Tarik Perhatian Gen Z, Begini Kata Pengamat

Gaya Santai Gibran Dinilai Efektif Tarik Perhatian Gen Z, Begini Kata Pengamat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali jadi perbincangan, bukan karena agenda kenegaraan, melainkan gaya komunikasinya yang dinilai berbeda dibanding banyak tokoh politik lain.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

Dugaan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.
Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Bakal Dibuka Lagi, Wali Kota Bandung Sebut Husein Sastranegara Kini Berstatus Bandar Udara Internasional

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Bandara Husein Sastranegara kini berstatus bandar udara internasional.

Trending

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib Tanggung Jawab FIFA Registration Ban yang Seret Robert Rene Alberts, Maung Bandung Selesaikan Bursa Transfer Pemain Lebih Cepat?

Persib terkena masa hukuman tidak bisa mendaftarkan pemain baru dalam tiga kali bursa transfer pemain setelah FIFA memasukkan nama Maung Bandung dalam FIFA Registration Ban list per hari Senin (10/8/2026). 
Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini

Senam Bogor Bugar kini banyak diminati karena menggabungkan unsur peregangan, koordinasi gerak, latihan pernapasan, keseimbangan, serta penguatan otot dalam satu rangkaian gerakan.
Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, Enam Bandara Ditutup

Enam bandara di Kolombia bagian barat mengalami kerusakan dan harus ditutup menyusul gempa bumi berkekuatan magnitude 7,4 yang mengguncang wilayah tersebut, ungkap Otoritas Penerbangan Sipil Kolombia (Aerocivil) pada Senin.
Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Kenapa Banyak Orang Sulit Bermeditasi? Ternyata Mengosongkan Pikiran Bukan Satu-satunya Cara

Di tengah meningkatnya tekanan hidup dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental, praktik meditasi semakin banyak dipilih sebagai salah satu cara untuk menenangkan diri.
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bengkulu

Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,1 pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.08 WIB dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual-Beli Loker, Inspektorat Diminta Telusuri Pihak Lain

Dugaan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendapat perhatian serius DPRD Kota Surabaya.
Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi Ditangkap, Bagi-Bagi Tugas Terstruktur

Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi Ditangkap, Bagi-Bagi Tugas Terstruktur

Enam perampok spesialis nasabah bank di Jakarta dan Bekasi ditangkap. Mereka diketahui sering mengintai dan membuntuti nasabah bank. 
Selengkapnya

Viral