Menkeu Purbaya Tiba-tiba Kumpulkan Jajaran Pejabat Tinggi Kemenkeu di Lobby Kantor, Ada Apa?
- Istimewa
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai turun langsung membantu Bank Indonesia menghadapi tekanan pasar yang semakin besar.
Rupiah Babak Belur Tembus Rp17.500
Tekanan terhadap rupiah sendiri terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Pada perdagangan Selasa (12/5/2026), nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh Rp17.500 per dolar AS.
Pelemahan ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari penguatan dolar AS, konflik geopolitik di Timur Tengah, hingga kekhawatiran investor terhadap kondisi pasar keuangan Indonesia.
Tekanan terhadap rupiah juga terjadi bersamaan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan meningkatnya aksi jual investor asing.
Pasar Obligasi Jadi Fokus Pemerintah
Di tengah tekanan pasar, pemerintah tampaknya mulai fokus menjaga stabilitas pasar surat utang negara.
Pasar obligasi dinilai sangat penting karena lonjakan yield dapat memicu biaya utang pemerintah semakin mahal sekaligus memperburuk sentimen investor terhadap aset Indonesia.
Dengan menjaga yield tetap stabil, pemerintah berharap tekanan terhadap rupiah bisa perlahan mereda dan kepercayaan investor kembali pulih.
Hingga kini, pelaku pasar masih menanti langkah konkret lanjutan dari pemerintah dan Bank Indonesia untuk menahan gejolak di pasar keuangan domestik yang terus mengalami tekanan berat. (nsp)
Load more