Prabowo Minta Giant Seawall Pantura Tak Sekadar Bendung Rob tapi Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi
- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah mulai mematangkan megaproyek giant seawall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa (Pantura) sebagai tameng menghadapi ancaman penurunan tanah dan banjir rob yang kian mengkhawatirkan.
Namun proyek ini tidak hanya disiapkan sebagai benteng perlindungan pesisir, melainkan juga dirancang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang kawasan utara Pulau Jawa.
Pembahasan proyek strategis tersebut mengemuka dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (13/5/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, kondisi Pantura saat ini sudah berada dalam tekanan serius akibat kombinasi penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut.
“Kita tahu bahwa kondisinya hari ini menghadapi tantangan, baik dari land subsidence, penurunan permukaan tanah maupun banjir rob akibat naiknya permukaan air laut,” ujar AHY usai pertemuan.
“Menyelamatkan belasan bahkan puluhan juta masyarakat di Pantura sekaligus juga ekonominya, karena banyak sekali sentra industri dan kawasan ekonomi khusus yang ada di sana,” lanjut dia.
Pemerintah menilai ancaman di kawasan Pantura bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan sudah menyentuh keselamatan ekonomi nasional. Kawasan pesisir utara Jawa selama ini menjadi urat nadi industri, pelabuhan, logistik, hingga pusat manufaktur nasional.
Karena itu, proyek giant seawall diproyeksikan tidak berhenti pada pembangunan tanggul laut semata. Pemerintah justru ingin menjadikannya fondasi lahirnya kawasan ekonomi baru yang mampu menarik investasi besar-besaran.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan, pemerintah tengah menyempurnakan master plan proyek dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga agar pembangunan memiliki dampak ekonomi jangka panjang.
“Jadi tidak hanya dibangun giant seawall-nya aja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Itu kita sedang melihat dan juga memberikan masukan, dan juga melakukan pengkajiannya,” ujar Rosan.
Menurut Rosan, pemerintah ingin proyek tanggul laut raksasa ini menjadi katalis munculnya pusat ekonomi baru di luar Jakarta, sekaligus mempercepat pembangunan wilayah pesisir yang selama ini rentan terdampak rob dan abrasi.
“Sehingga nanti ini bisa tercipta suatu titik perekonomian baru tidak hanya di Jakarta, tapi juga di tempat yang akan dibangun giant seawall ini,” lanjutnya.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah memetakan tantangan sosial dan ekonomi di sepanjang kawasan pesisir yang akan menjadi lokasi pembangunan.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BPPOJ) Didit Herdiawan Ashaf mengungkapkan, terdapat 15 segmen kawasan Pantura yang saat ini sedang dikaji secara mendalam.
Setiap wilayah disebut memiliki karakteristik dan persoalan berbeda sehingga pendekatan pembangunan tidak bisa disamaratakan.
“Memang di daerah tersebut terdapat kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat justru dengan masalah mitigasi dan sosek ini yang akan kita dampingkan nanti di dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan,” ujar Didit.
Pemerintah pun telah mengidentifikasi sejumlah titik prioritas awal pembangunan giant seawall, mulai dari Teluk Jakarta hingga wilayah pesisir Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Namun seluruh pelaksanaan proyek masih dalam tahap sinkronisasi lintas sektor agar sesuai dengan kondisi masyarakat dan kebutuhan tiap daerah.
“Misalkan Teluk Jakarta, di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan lain sebagainya. Tapi untuk 15 segmen ada subsegmennya, dan seksi-seksinya di dalamnya ini perlu ada, harus ada kolaborasi,” katanya.
“Untuk timelinenya kita sedang atur pelaksanaan kegiatannya ini dihitung backward planning-nya berapa lama karena harus semua komponen dimasukkan,” lanjut dia.
Lewat proyek raksasa ini, pemerintah igin mengubah wajah Pantura dari kawasan rawan bencana menjadi koridor ekonomi baru yang mampu menopang investasi, industri, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (agr/ree)
Load more