News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KPK Geledah Rumah Heri Black Terkait Kasus Bea Cukai, Cium Dugaan Perintangan Penyidikan

KPK menggeledah rumah pengusaha Heri Black terkait kasus suap Bea Cukai dan mendalami dugaan perintangan penyidikan.
Rabu, 13 Mei 2026 - 16:00 WIB
Gedung KPK
Sumber :
  • Julio Trisaputra/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pengusaha Heri Setiyono alias Heri Black terkait kasus dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Senin (11/5/2026).

Penggeledahan tersebut merupakan lanjutan penyidikan kasus yang menyeret pejabat Ditjen Bea dan Cukai serta pihak swasta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, bahwa penggeledahan yang dilakukan di wilayah Semarang itu, penyidik menyita sejumlah catatan dan barang bukti elektronik.

Dari barang bukti yang berhasil diamankan, penyidik mendapatkan informasi bahwa adanya upaya untuk menghambat proses penyidikan perkara ini.

"Bahwa ada informasi yang didapat berupa upaya pengkondisian-pengkondisian dari pihak eksternal dalam proses penanganan perkara terkait bea dan cukai di KPK," kata Budi dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Hal tersebut, lanjut Budi, masuk dalam kategori upaya merintangi penyidikan baik langsung maupun tidak langsung.

"Penyidik tentu akan mempertimbangkan apakah perbuatan-perbuatan tersebut masuk dalam unsur perintangan penyidikan atau tidak," jelasnya.

Heri Black Mangkir Panggilan KPK

KPK meminta Heri Setiyono atau Heri Black kooperatif untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi.

Sejatinya, Heri dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi atas kasus dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat (8/5/2026) lalu.

Namun, yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Sehingga KPK memintanya segera memenuhi pemanggilan apabila ada penjadwalan selanjutnya.

"Kami mengimbau kepada setiap saksi yang dipanggil agar kooperatif," ucap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (12/5/2026).

Budi mengungkapkan, KPK saat ini menyiapkan langkah penyidikan selanjutnya terhadap Heri agar dapat dimintai keterangannya guna mengungkap kasus suap tersebut.

"Kita akan tunggu perkembangannya, semuanya akan ditelaah dan dipertimbangkan langkah penyidikan berikutnya khususnya saudara HB ini," ungkapnya.

Seharusnya, Bos PT Putra Srikaton Logistics (PSL) sekaligus pengusaha pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) di Pelabuhan Tanjung Emas itu dijadwalkan diperiksa bersamaan dengan mantan pejabat KPPBC Marunda, Ahmad Dedi alias Dedi Congor, serta dua karyawan swasta, yakni Hari Tommy Tanadi dan Hanapi Arbi.

Dalam pemeriksaan pada Jumat itu, Ahmad Dedi justru memenuhi panggilan KPK. Meski usai pemeriksaan, ia menghindar dari awak media.

KPK Sita Kontainer yang Terafiliasi PT Blueray

Sebelumnya, dalam serangkaian penggeledahan di Semarang, KPK menyita satu unit kontainer di Pelabuhan Tanjung Emas.

Kontainer tersebut diduga milik importir yang terafiliasi dengan PT Blueray.

Kontainer itu juga diketahui masih berada di Pelabuhan Tanjung Emas dan pemiliknya lebih dari 30 hari tidak mengajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) ke Bea Cukai.

"Pada Selasa (12/5), penyidik bergerak melakukan penggeledahan dan penyitaan atas kontainer yang diduga milik importir yang terafiliasi dengan Blueray," ucap Budi.

Budi menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan, kontainer tersebut berisi barang yang termasuk dalam kriteria dilarang atau dibatasi, yakni sparepart kendaraan.

Dalam hal ini, KPK akan mengkonfirmasi sejumlah pihak termasuk PT Blueray dan juga Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Penyidik tentu nantinya akan mengklarifikasi kepada pihak Blueray dan pihak terkait baik itu perusahaan importir, forwader, maupun kepada pihak Ditjen BC," jelasnya.

Tiga Tersangka dari PT Blueray Jalani Sidang Dakwaan

Dalam kasus ini, pimpinan PT Blueray John Field, bersama Dedy Kurniawan Sukolo dan Andri, telah menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada 6 Mei 2026.

Jaksa mendakwa ketiganya telah menyuap sejumlah pejabat Ditjen Bea dan Cukai dengan uang sejumlah Rp61.301.939.000,00 (Rp61 miliar) dalam bentuk mata uang dolar Singapura serta pemberian fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1.845.000.000,00 (Rp1,8 miliar).

Penerima suap terdiri dari Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal, Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono, dan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan Orlando Hamonangan.

Jumlah Tersangka Kasus di DJBC

Adapun dalam perkara di lingkungan DJBC ini, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka, di antaranya Rizal (RZL), Sisprian Subiaksono (SIS), dan Orlando Hamonangan (ORL).

Selanjutnya, John Field (JF), Andri (AND), Dedy Kurniawan (DK), serta pegawai Bea Cukai.

Seiring perkembangan penyidikan, KPK kembali menetapkan tersangka baru yakni pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP). (aha/nsp)

 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Ali Masykur Musa: Meneguhkan Komitmen Wathaniyah NU

Jelang memperingati HUT RI ke-81 dan jelang Muktamar NU ke 35, Ali Masykur Musa mengajak keluarga besar NU untuk memperkokoh pondasi bangsa yaitu meneguhkan Amanatul Wathaniyah.
Detik-detik Menegangkan Bareskrim Polri Gerebek Gudang Selundupkan Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur

Detik-detik Menegangkan Bareskrim Polri Gerebek Gudang Selundupkan Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur

Beredar kabar terkait detik-detik menegangkan Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menggerebek sebuah gudang penyimpanan timah ilegal Belitung
Menang KO 45 Detik atas Mridul Saikia di DWCS 2026, Bilal Hasan Langsung Pamerkan Hal Ini di Akun Media Sosialnya

Menang KO 45 Detik atas Mridul Saikia di DWCS 2026, Bilal Hasan Langsung Pamerkan Hal Ini di Akun Media Sosialnya

Petarung Indonesia, Bilal Hasan, mencuri perhatian penggemar MMA usai dirinya tampil impresif dalam Dana White's Contender Series (DWCS) 2026.
Ruben Amorim Minta 5-6 Pemain Baru ke AC Milan, Gerry Cardinale Dihadapkan PR Besar Jelang Bursa Transfer Ditutup

Ruben Amorim Minta 5-6 Pemain Baru ke AC Milan, Gerry Cardinale Dihadapkan PR Besar Jelang Bursa Transfer Ditutup

Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, meminta tambahan lima hingga enam pemain baru. Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan dengan Gerry Cardinale di Milanello.
Presiden Prabowo Tegaskan Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Alokasikan Laba BUMN untuk Hilirisasi

Presiden Prabowo Tegaskan Fokus pada Kesejahteraan Petani dan Alokasikan Laba BUMN untuk Hilirisasi

Dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI tahun 2026, Jumat (14/8), Presiden Prabowo Subianto memaparkan visi besar pemerintahannya yang berfokus pada penguatan ekonomi melalui hilirisasi dan kesejahteraan rakyat di sektor pangan.
Nazriel Alfaro Bertekad Tampil Maksimal Bersama Timnas U-20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia

Nazriel Alfaro Bertekad Tampil Maksimal Bersama Timnas U-20 Indonesia di Kualifikasi Piala Asia

Nazriel Alfaro Syahdan bertekad tampil maksimal bersama Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 dan bersaing merebut tempat utama.

Trending

Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Beda Nasib dengan Maarten Paes, Petinggi Timnas Indonesia Ini Malah Dikecam Fans Belanda Usai Ajax Main Buruk di UEFA Conference League

Nasib berbeda dialami dua sosok penting Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Jordi Cruyff, usai Ajax Amsterdam menghadapi Shelbourne FC di UEFA Conference League.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 15 Agustus 2026: Rezeki dan Peluang Baik Mulai Berdatangan

Selamat berbahagia untuk 5 zodiak ini yang diprediksi paling hoki pada 15 Agustus 2026: Ada rezeki dan peluang baik mulai berdatangan.
Sebut BUMN Suka Kerja Seenaknya, Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus Periksa Pejabat Bermasalah

Sebut BUMN Suka Kerja Seenaknya, Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Khusus Periksa Pejabat Bermasalah

Dia menyebut ada beberapa BUMN yang tidak menganggap ada pemerintah. Prabowo mengaku tidak mengerti atas BUMN yang bermasalah tersebut.
Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Prabowo Pidato Kenegaraan Pagi Ini di Senayan, Hindari Kemacetan di Kawasan DPR RI

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memprediksi sejumlah ruas jalan di sekitar kompleks senayan akan mengalami kepadatan arus lalu lintas. 
Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Hasil Laga Timnas Indonesia Abroad: Maarten Paes Tampil Penuh Bawa Ajax ke Play Off Liga Konferensi Eropa

Tampil pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Konferensi Eropa, skor akhir 2-2 ini membawa Ajax tetap melaju ke putaran akhir sebelum kompetisi setelah menang agregat 3-5 dari Shelborne FC. 
Meski Lolos, Fans Ajax Murka Lihat Penampilan Maarten Paes Cs di UEFA Conference League: Memalukan!

Meski Lolos, Fans Ajax Murka Lihat Penampilan Maarten Paes Cs di UEFA Conference League: Memalukan!

Ajax Amsterdam memastikan tiket ke play-off Conference League 2026/2027. Namun, penampilan Maarten Paes dan kolega justru menuai kritik dari sejumlah suporter.
Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Fantastis, Pegawai Pajak Simpan Uang Ratusan Juta dan Emas 1,3 Kilogram Hasil Kejahatan di Rumah Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Selengkapnya

Viral