MPR Bantah Ada Keberpihakan Juri Lomba Cerdas Cermat: Itu Kendala Teknis Sound
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
Jakarta, tvOnenews.com – Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah membantah dugaan keberpihakan juri dalam polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat yang tengah ramai dipersoalkan masyarakat.
Menurut Siti, persoalan yang terjadi dalam final lomba lebih disebabkan kendala teknis, termasuk masalah suara atau sound saat perlombaan berlangsung.
“Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya,” kata Siti Fauziah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Saat ditanya apakah kendala yang dimaksud berkaitan dengan sistem suara, Siti membenarkannya.
“Iya, iya teknis,” ujarnya.
Ia juga menepis tudingan adanya keberpihakan juri terhadap peserta tertentu dalam final lomba tersebut.
“Tidak, tidak, tidak. Itu tidak ada. Kita selalu mencoba juri itu semuanya tidak ada keterpihakan,” tegasnya.
Meski membantah adanya keberpihakan, MPR tetap menjatuhkan sanksi kepada para juri yang terlibat. Salah satunya berupa penonaktifan dari kegiatan LCC 4 Pilar tahun 2026.
“Sanksi untuk juri adalah salah satunya yang sudah disampaikan juga, menonaktifkan dalam kegiatan lomba Cerdas Cermat di tahun 2026 ini,” kata Siti.
Namun untuk kemungkinan sanksi administratif lain, MPR mengaku masih mempelajari aturan yang berlaku, termasuk koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Apakah ada unsur-unsur yang bisa keterkaitan dengan aturan yang ada di BKN,” ujarnya.
Di sisi lain, Siti memastikan final LCC 4 Pilar Kalbar akan diulang secepatnya dan ditargetkan berlangsung bulan ini.
“Secepatnya. Iya. Bulan ini,” katanya.
Untuk pelaksanaan ulang nanti, MPR memastikan komposisi juri akan diganti total dan berasal dari unsur independen.
“Unsur akademisi. Unsur dinas, akademisi, itu yang akan kita ambil," tandasnya. (rpi/rpi)
Load more