Status Dua Juri LCC Kabarnya 'Dinonaktifkan' Bukan Dari Jabatan di MPR RI Tapi...
- Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID
Polemik Berawal dari Jawaban Ocha
Kasus ini mencuat setelah peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra atau Ocha, dianggap mendapat perlakuan tidak adil saat babak final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
Saat lomba berlangsung, jawaban Ocha dinyatakan salah oleh juri dan membuat timnya mendapat pengurangan poin. Padahal, publik di media sosial menilai jawaban tersebut benar.
Polemik itu kemudian viral dan memicu kritik luas terhadap proses penjurian.
Tidak hanya juri, MC acara bernama Shindy Lutfiana juga ikut menjadi sorotan karena sempat melontarkan ucapan yang dianggap meremehkan protes peserta.
Berbeda dengan dua juri, Shindy lebih dulu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
MPR Sebut Tidak Ada Unsur Keberpihakan
Di tengah ramainya tudingan publik soal dugaan keberpihakan juri, MPR RI membantah hal tersebut.
Sekjen MPR Siti Fauziah menyebut persoalan yang terjadi lebih disebabkan kendala teknis, termasuk masalah suara saat perlombaan berlangsung.
“Itu adalah kendala teknis. Sound dan lain-lainnya itu yang kita akan evaluasi,” ujarnya.
Ia memastikan tidak ada unsur kesengajaan maupun keberpihakan terhadap peserta tertentu.
“Tidak ada keterpihakan. Itu clear,” tegasnya.
Final LCC Kalbar Diputuskan Diulang
Sebagai langkah penyelesaian, MPR RI memutuskan untuk mengulang final LCC tingkat Kalimantan Barat.
Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan lomba ulang akan diawasi langsung oleh pimpinan MPR dan menggunakan juri independen dari luar kesekretariatan.
“Juri yang akan menjuri dalam lomba tersebut adalah juri independen yang tidak terlibat dalam proses kemarin,” kata Muzani.
Juri baru nantinya berasal dari unsur akademisi dan dinas terkait guna memastikan proses penilaian berjalan lebih objektif dan transparan.
MPR RI menargetkan pelaksanaan lomba ulang dapat dilakukan secepatnya pada bulan Mei 2026 ini. (nsp)
Load more