SMAN 1 Pontianak Tegas Tolak Lomba Ulang LCC 4 Pilar MPR, Hormati Hasil dan Dukung SMAN 1 Sambas ke Nasional
- Antara
Gelombang protes juga datang dari alumni, pelajar, hingga masyarakat Kalimantan Barat yang menilai terjadi ketidakadilan dalam perlombaan tersebut.
Protes Disebut Hanya untuk Klarifikasi
Kepala SMAN 1 Pontianak menegaskan langkah yang dilakukan sekolah maupun siswinya, Josepha Alexandra alias Ocha, semata-mata bertujuan meminta klarifikasi atas poin yang dipersoalkan dalam perlombaan.
“SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” kata Indang.
Ia juga memastikan pihak sekolah tidak memiliki niat menyerang maupun menjatuhkan kredibilitas lembaga penyelenggara.
“Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu,” lanjutnya.
MPR RI Putuskan Final Diulang
Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengumumkan keputusan untuk mengulang final LCC 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat sebagai tindak lanjut polemik yang terjadi.
“Lomba cerdas cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang,” ujar Muzani dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Jakarta.
MPR RI juga memastikan juri pada lomba ulang nantinya tidak lagi berasal dari kesekretariatan MPR, melainkan dari unsur independen seperti akademisi dan dinas terkait di Kalimantan Barat.
“Juri yang akan menjuri dalam lomba cerdas cermat tersebut adalah juri independen,” kata Muzani.
SMAN 1 Pontianak Isyaratkan Kembali Tahun Depan
Meski menolak mengikuti final ulang tahun ini, SMAN 1 Pontianak memberi sinyal tetap akan berpartisipasi apabila LCC 4 Pilar kembali digelar tahun depan.
Hal itu tersirat dari penutup pernyataan resmi yang disampaikan pihak sekolah.
“Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027,” ujar Indang Maryati.
Di akhir pernyataannya, pihak sekolah juga meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak semua pihak menjaga iklim pendidikan tetap kondusif.
“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan,” tutupnya. (nsp)
Load more