GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:33 WIB
Profil Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah keputusan juri LCC 4 Pilar MPR RI
Sumber :
  • Instagram @jsphalxndra

Jakarta, tvOnenews.com - Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.

Hal tersebut bermula saat ia melakukan protes atas keputusan dewan juri di Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 di Kalimantan Barat (Kalbar).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perempuan yang akrab disapa Ocha itu mengaku tak terima lantaran jawaban dari timnya disalahkan oleh dewan juri sementara tim lain yang menjawab sama justru dibenarkan.

Atas aksinya tersebut Ocha sontak menjadi sorotan. Ia bahkan sampai ditawari beasiswa hingga diundang bertemu dengan wakil presiden.

Tak berselang lama, muncul akun yang mengaku paman Ocha. Lewat akun Instagram @j_ipunk_w, pria yang diketahui bernama Raden Kesuma Ipunk Wijanarko mengungkapkan impian besar siswi peserta LCC itu.

"Bocah C2 yang pintar itu keponakan saya. Dia bercita-cita menjadi Diplomat," tulis Ipunk.

Ipunk juga tampak memuji sosok Ocha yang dikenal cerdas lantaran semangat belajar untuk mengejar cita-citanya.

Bahkan sebelumnya Ocha diketahui sudah pernah mengikuti kompetisi bahkan hingga menjadi perwakilan untuk Provinsi Kalbar pada ajang Lomba Cerdas Cermat.

Pada 2026, Ocha mengikuti Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi, tepatnya di Kalbar. Di tahun sebelumnya, siswi SMAN 1 Pontianak itu sudah menjadi peserta di tingkat nasional.

"Tahun lalu, dia ikut lomba serupa dan mewakili Kalbar di Tingkat Nasional di Gedung MPR/DPR," lanjutnya.

Dengan apa yang terjadi kepada keponakannya, Ipunk tentu sangat menyayangkan keputusan diambil oleh dewan juri.

Ia optimis Ocha mampu mengharumkan nama sekolahnya. Akan tetapi, kemenangannya terpaksa pupus lantaran jawaban yang seharusnya benar namun disalahkan oleh dewan juri.

"Tahun ini kemenangannya direnggut juri yang ngantuk dan tak kompeten!," sambungnya.

Meskipun begitu, Ipun mengaky senang karena banyak publik yang mendukung Ocha. Dukungan itu membawa keponakannya serta teman-temannya diundang ke Istana Negara.

"Tapi Tuhan berkehendak lain, hari ini mereka berangkat ke Istana Negara," lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, Ocha dan murid SMAN 1 Pontianak yang mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalbar diundang ke Istana Wapres, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Ocha dan teman-temannya bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Ocha pun tak bisa menutupi kebahagiaannya setelah berbincang secara tertutup dan berlangsung sekitar satu jam.

Ocha mengungkapkan hasil pertemuan itu. Ia mengaku perbincangan dengan Gibran membuat ia dan teman-temannya didorong semangat untuk belajar dan semakin berprestasi.

"Ini menjadi suatu harapan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang. Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi," kata Ocha.

Diketahui, kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI belakangan ini menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan publik.

Hal tersebut terjadi karena viralnya video yang melihatkan momen saat final LCC 4 Pilar MPR RI tersebut.

Dalam final yang terjadi, SMAN 1 Pontianak mendapatkan pengurangan 5 poin dari dewan juri karena dianggap salah menjawab saat diberikan pertanyaan.

Namun dewan juri justru membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas yang menjawab sama dengan SMAN 1 Pontianak.

Siswi bernama Josepha Alexandra dari Regu C pun tak terima dan memprotes bahwa jawaban yang diberikan Regu B sama dengan miliknya. Namun ia disalahkan karena artikulasi yang dinilai kurang jelas saat menjawab.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata Josepha Alexandra.

Yang membuat netizen geram adalah respons dari juri dan juga MC yang seolah menyudutkan Regu C.

Salah satu dewan juri yaitu Indri Wahyuni justru menekankan soal artikulasi yang jelas dalam menjawab pertanyaan.

Atas hal yang terjadi, netizen pun meminta Indri Wahyuni meminta maaf secara publik.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani bahkan menyebut jika permohonan maaf telah disampaikan secara kelembagaan.

"Di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Pak Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf, jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri," kata Ahmad Muzani dalam konferensi persnya, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta klarifikasi terhadap dua dewan juri yang terlibat dan menetapkan akan menggelar ulang final LCC 4 Pilar MPR RI itu.

"Sudah kita panggil, sudah kita tegur (dewan juri-red). Lomba Cerdas Cermat ditingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang," lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI, Siti Fauziah juga mengakui jika dewan juri sudah memenuhi panggilan pihaknya.

Menurutnya kedua dewan juri diberikan sanksi oleh lembaga MPR RI terkait polemik yang muncul di publik.

"Jadi sanksi untuk juri adalah salah satunya menonaktifkan dalam kegiatan Lomba Cerdas Cermat di tahun 2026 ini ya. Jadi itu sudah disampaikan, itu sanksinya diberikan," beber Siti.

Siti menyebut bahwa kedua dewan juri telah menjelaskan alasannya menganulir jawaban siswa SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban SMAN 1 Sambas.

"Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya, karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi," ungkapnya.

Dugaan Status WA Dewan Juri

Setelah peristiwa tersebut tersebar luas di media sosial, netizen pun banyak mengulik soal sosok dewan juri dan MC acara tersebut.

Dugaan status WhatsApp milik Indri Wahyuni pun turut tersebar luas di media sosial.

Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI itu seolah menantang warganet untuk membongkar LHKPN miliknya.

Dalam status bernama kontak 'Bu Indri MPR ', terlihat ia yang tampak menuliskan pesan dalam bahasa Inggris.

"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ tulis status yang diduga milik Indri Wahyuni, mengutip Instagram @jakartapening, 

(Terjemahan: Mereka pantas menang dan mendapatkan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang)

Dalam foto kedua, Indri menyinggung soal hasil akhir dari LCC MPR tersebut yang tetap di.enangkan oleh SMAN 1 Sambas.

“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah2 jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara,“ tulisnya.

“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yg maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all… May Allah bless their way to go to Grand Final,“ lanjut isi status WA Indri.

Dalam foto status WA terakhirnya, Indri Wahyuni tampak menantang netizen untuk membongkar soal dirinya.

“Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gua yg tersebar makin bikin shock banyak orang . Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gua ga akan bikin gua jatuh. At the end, u will always have me kata misua," tulis status diduga milik Indri.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi langsung dari Indri Wahyuni soal kebenaran status WA yang beredar tersebut. Tim tvOnenews akan melakukan update jika sudah mendapatkan konfirmasi terbaru.(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia
Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Persija Jakarta pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Caketum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029 Reynaldo Bryan, menggelar malam kolaborasi daerah dengan ketum-ketum BPD HIPMI, tim sukses, serta para senior HIPMI, bertempat di Plataran Senayan
Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Koreksi tajam ini membuat pasar kembali mencermati arah pergerakan emas, terutama setelah reli panjang yang sempat mendorong harga logam mulia mencetak rekor tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ikut terseret buntut polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini kata Ahmad Muzani soal..
Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Dalam agenda tersebut, Prabowo turut disambut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral