GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cara Licik Daycare Little Aresha Yogyakarta Yakinkan Orang Tua, Pakai Kamar Percontohan, Janjikan 1 Anak 1 Pengasuh

Salah satu metode yang digunakan ialah menampilkan ruang contoh dengan fasilitas yang terlihat nyaman dan aman bagi anak-anak.
Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:08 WIB
Dinding bangunan daycare Little Aresha menjadi sasaran aksi vandalisme bertuliskan makian kasar seusai kasus kekerasan terhadap anak di yayasan tersebut mencuat pada akhir April 2026 lalu.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan serta penelantaran anak di Daycare Little Aresha masih terus menjadi sorotan publik di tengah proses penyidikan yang berlangsung di Polresta Yogyakarta.

Dalam pengusutan perkara tersebut, polisi mengungkap strategi yang dipakai pihak pengelola untuk meyakinkan orang tua agar bersedia menitipkan bayi maupun balita mereka di daycare tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu metode yang digunakan ialah menampilkan ruang contoh dengan fasilitas yang terlihat nyaman dan aman bagi anak-anak.

Ruangan tersebut dilengkapi AC, tempat tidur, serta berbagai fasilitas lain yang dibuat menyerupai ruang pengasuhan ideal sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya para wali.

Kanit PPA Polresta Yogyakarta, Iptu Apri Sawitri, mengatakan kamar itu memang diperlihatkan kepada calon orang tua ketika proses konsultasi penitipan anak dilakukan.

“Benar, ada kamar percontohan. Pada awal anak-anak mau ke Little Aresha disampaikan memang kamarnya bagus,” ujar Apri, Jumat (15/5/2026).

Selain menunjukkan fasilitas yang menarik, pihak daycare juga diduga menawarkan pola pengasuhan eksklusif kepada para calon pengguna jasa.

Pengelola disebut menjanjikan pendampingan dengan sistem satu pengasuh untuk satu anak yang dititipkan di tempat tersebut.

Konsep layanan itu diduga membuat banyak orang tua merasa yakin dan akhirnya memilih menggunakan jasa penitipan anak di Little Aresha.

Meski demikian, aparat menduga kondisi di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan promosi yang diberikan kepada para wali murid.

Polisi kini masih mendalami dugaan perlakuan tidak layak yang dialami sejumlah bayi dan balita selama berada di daycare tersebut.

“Istilahnya layak dan memang untuk meyakinkan orang tua,” katanya.

Untuk memperkuat proses penyidikan, penyidik telah meminta keterangan dari 50 saksi pelapor pada Jumat (15/5/2026).

Selain menelusuri dugaan kekerasan dan penelantaran, polisi juga mendalami sistem pengasuhan yang diterapkan di Daycare Little Aresha.

Sementara itu, sebanyak 17 pegawai yang terdiri dari pengasuh anak, petugas keamanan, guru TK, hingga asisten rumah tangga masih berstatus saksi dan diwajibkan melapor dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.

Penyidik juga membuka peluang adanya tersangka tambahan dalam perkara tersebut. Saat ini, total sudah ada 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk ketua yayasan serta kepala sekolah daycare.

Kasus tersebut turut menjadi perhatian Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI yang disebut ikut mengawasi jalannya penanganan perkara.

Kemenko Polkam mendorong seluruh lembaga terkait untuk saling berkoordinasi agar proses hukum berjalan maksimal.

“Intinya Kemenko Polkam akan mengawal. Diharapkan semua instansi yang terlibat dapat bekerja sama dengan baik supaya memudahkan dalam penanganan kasus ini,” ujar Apri.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperluas pendampingan terhadap korban dan keluarga mereka.

Hingga saat ini, tercatat 184 orang tua korban telah memanfaatkan layanan konsultasi melalui helpdesk khusus yang dibentuk UPT PPA Kota Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut fokus penanganan saat ini mencakup bantuan psikologis, layanan kesehatan, serta pendampingan hukum bagi para korban.

“Sampai kemarin ada 184 orang tua yang sudah berkonsultasi dan kita layani. Mereka juga mendapatkan pendampingan langsung dari psikolog anak,” kata Hasto.

Pemkot Yogyakarta juga telah melakukan pemetaan kondisi korban, termasuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan fisik maupun hambatan tumbuh kembang pada anak.

“Mereka sudah mendapatkan pendampingan dari psikolog dan dokter ahli tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara ini, sebanyak 18 advokat yang tergabung dalam Tim Hukum Peduli Anak Yogyakarta ikut dilibatkan untuk mendampingi para orang tua korban serta mengawal proses hukum yang berjalan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Yogyakarta juga melakukan audit dan pemeriksaan terhadap seluruh daycare di wilayahnya guna memastikan aspek keamanan serta legalitas operasional tempat penitipan anak.

“Yang belum berizin otomatis tidak boleh melayani. Kita merujuk pada edaran Gubernur DIY, seluruh daycare yang belum memiliki izin dilarang memberikan layanan sementara waktu,” pungkas Hasto. (nba)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Persija Jakarta pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Caketum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029 Reynaldo Bryan, menggelar malam kolaborasi daerah dengan ketum-ketum BPD HIPMI, tim sukses, serta para senior HIPMI, bertempat di Plataran Senayan
Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Koreksi tajam ini membuat pasar kembali mencermati arah pergerakan emas, terutama setelah reli panjang yang sempat mendorong harga logam mulia mencetak rekor tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ikut terseret buntut polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini kata Ahmad Muzani soal..
Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Tiba di Nganjuk, Prabowo Bakal Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah

Dalam agenda tersebut, Prabowo turut disambut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea.
Meski Masuk Grup Neraka, John Herdman Tunjukkan Mental Baja dan Siap Bawa Timnas Indonesia Bersaing di Piala Asia 2027

Meski Masuk Grup Neraka, John Herdman Tunjukkan Mental Baja dan Siap Bawa Timnas Indonesia Bersaing di Piala Asia 2027

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai kehadiran skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027 bukan sekadar pelengkap. Garuda menurutnya jadi lawan berat.

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral