GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Guru SMAN 1 Pontianak Rupanya Dapat Perlakuan Begini dari Juri Saat Bela Siswinya di LCC Empat Pilar MPR RI

Guru pendamping LCC 4 Pilar MPR asal SMAN 1 Pontianak rupanya sempat melakukan protes lantaran jawaban siswinya dianggap salah.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:54 WIB
Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5).
Sumber :
  • YouTube/MPRGOID

Jakarta, tvOnenews.com - Guru pendamping LCC 4 Pilar MPR asal SMAN 1 Pontianak rupanya sempat melakukan protes lantaran jawaban siswinya dianggap salah.

Namun apa yang dilakukannya guru tersebut tak diberikan kesempatan oleh dewan juri karena dianggap tidak ada wewenang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat guru pendamping sempat berdiri dan mengangkat tangannya ingin melakukan protes.

Aksinya itu langsung dicegah oleh diduga dewan juri.

"Ibu mohon maaf, yang berhak memprotes itu peserta, guru pendamping tidak berhak. Keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat dan tidak dapat diganggu gugat ya ibu, mohon maaf," kata suara yang beredar yang diduga deqan juri.

Diketahui, media sosial dihebohkan dengan video penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat tau LCC MPR di Kalimantan Barat.

Hal tersebut bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan tentang pemilihan anggota BPK. Namun jawaban siswi tersebut disebut salah oleh para juri.

Pertanyaan pun kembali dilempar dan dijawab oleh regu lain yaitu Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan jawaban yang sama dan dibenarkan oleh juri.

Siswi bernama Josepha Alexandra dari Regu C pun tak terima dan memprotes bahwa jawaban yang diberikan Regu B sama dengan miliknya.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata Josepha Alexandra.

Yang membuat netizen geram adalah respons dari juri dan juga MC yang seolah menyudutkan Regu C.

Salah satu dewan juri yaitu Indri Wahyuni justru menekankan soal artikulasi yang jelas dalam menjawab pertanyaan.

Rupanya, salah satu guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak sempat mrngangkat tangan untuk protes. Namun ia justru tidak diberikan kesempatan.

"Ibu mohon maaf, yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta. Guru pendamping tidak berhak tapi keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat dan tidak dapat diganggu gugat ya ibu," kata diduga salah satu dewan juri, Indri Wahyuni mengutip tayangan video di X.

Setelah peristiwa tersebut tersebar luas di media sosial, netizen pun banyak mengulik soal sosok dewan juri dan MC acara tersebut.

Dugaan status WhatsApp milik Indri Wahyuni pun turut tersebar luas di media sosial.

Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI itu seolah menantang warganet untuk membongkar LHKPN miliknya.

Dalam status bernama kontakn'Bu Indri MPR ', terlihat ia yang tampak menuliskan pesan dalam bahasa Inggris.

"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ tulis status yang diduga milik Indri Wahyuni, mengutip Instagram @jakartapening, 

(Terjemahan: Mereka pantas menang dan mendapatkan penjelasan mengapa mereka tetap menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut. Berfokus hanya pada satu sekolah dan mengabaikan keadilan untuk yang lain adalah bagian dari bentuk ketidaktahuan terbesar yang bisa dilakukan seseorang)

Dalam foto kedua, Indri menyinggung soal hasil akhir dari LCC MPR tersebut yang tetap di.enangkan oleh SMAN 1 Sambas.

“Jawaban sapujagad tapi ga ada yang mau buka ini. Seolah2 jawaban tersebut benar. Sekolah yg menang dinilai tidak pantas menang. Padahal hasil akhir tetap sekolah tsb yg menang. Semoga ada jalan utk sekolah tersebut membuktikan diri di Nasional bahwa mereka pantas menang dan jadi juara,“ tulisnya.

“Cuma karena sekolah tersebut tidak terkenal lalu tdk pantas dibanggakan? Itu sekolah jauh, terpencil dan bekas wilayah konflik tahun 1999. Bukankah semangatnya adalah siapapun yg maju mewakili provinsi harus dibanggakan? They deserve the win, that’s all… May Allah bless their way to go to Grand Final,“ lanjut isi status WA Indri.

Dalam foto status WA terakhirnya, Indri Wahyuni tampak menantang netizen untuk membongkar soal dirinya.

“Terakhir, mau open endorse ah. Biar makin kaya. Supaya LHKPN gua yg tersebar makin bikin shock banyak orang . Hayooo yg iri makin panas, ngeledekin gua ga akan bikin gua jatuh. At the end, u will always have me kata misua," tulis status diduga milik Indri.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi langsung dari Indri Wahyuni soal kebenaran status WA yang beredar tersebut. Tim tvOnenews akan melakukan update jika sudah mendapatkan konfirmasi terbaru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia
Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Tutup Musim di Hadapan Publik Sendiri, Persik Incar 3 Poin Lawan Persija Sore Ini

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menegaskan timnya tidak akan meremehkan Persija Jakarta pada laga pekan ke-33 Super League 2025/2026.
Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Dihadiri Kaesang Pangarep, Caketum BPP HIPMI Reynaldo Gelar Malam Kolaborasi Daerah Hingga Sampaikan Hal Ini

Caketum BPP HIPMI Masa Bakti 2026-2029 Reynaldo Bryan, menggelar malam kolaborasi daerah dengan ketum-ketum BPD HIPMI, tim sukses, serta para senior HIPMI, bertempat di Plataran Senayan
Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Harga Emas dan Buyback Antam Turun Gocap Jadi Rp2,76 Juta per Gram

Koreksi tajam ini membuat pasar kembali mencermati arah pergerakan emas, terutama setelah reli panjang yang sempat mendorong harga logam mulia mencetak rekor tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Sebut Juri LCC MPR RI Tak Perlu Minta Maaf, Ahmd Muzani Digeruduk Warganet Singgung Anggaran hingga Korupsi

Ketua MPR RI Ahmad Muzani ikut terseret buntut polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR di Pontianak, Kalimantan Barat. Ini kata Ahmad Muzani soal..

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral