Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu: Adik Aman Yani Bongkar Sikap Aneh Ririn sejak Kakaknya Hilang
- Kolase tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo & tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Adik Aman Yani, Titi mengungkap berbagai keanehan dari Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu pada 1 September 2025.
Di podcast YouTube Denny Sumargo, Titi menjelaskan berbagai kejanggalan ditunjukkan Ririn. Keluarga Aman Yani mengalami keanehan-keanehan itu sejak Aman hilang pada 2016.
Titi mengungkapkan keanehan dari Ririn terjadi saat keluarga Aman Yani didatangi oleh dua orang misterius. Mereka mengaku sebagai kuasa hukum dari Aman.
"Ada dua orang nih datang mengaku lawyernya Aman Yani. Dua orang datang pakai motor Supra Fit, kami enggak tahu namanya karena saking senangnya ada informasi kakak saya," ujar Titi dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Minggu (17/5/2026).
- Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Kata dia, tujuan dua orang tersebut untuk meminta nomor kontak keluarga Aman Yani. Orang yang mengaku kuasa hukum tersebut mengatakan bahwa Aman Yani akan menghubungi keluarganya.
Lanjut, Titi sempat curiga lantaran dua orang tersebut tidak membawa surat kuasa. Namun, pihak keluarga terlanjur senang sehingga memberikan nomor kontak kepada mereka.
"Yang mengaku Aman Yani menghubungi kakak saya. Di situlah ngobrol-ngobrol via SMS," lanjutnya.
Keluarga Aman Yani Bertemu Ririn
Lebih lanjut, perbincangan dengan orang yang mengaku Aman Yani mengarahkan kakak Titi, Uyat bertemu dengan Ririn. Pihak keluarga pun menerima perintah dari orang yang mengaku Aman Yani.
Bukan tanpa alasan, Aman Yani memperintahkan agar keluarganya menolong Ririn. Sebab, ia mengaku selama ini dibantu oleh keponakan dari mantan istrinya tersebut.
Aman Yani mulanya mengarahkan pihak keluarga memberikan uang sebesar Rp1 juta. Titi menegaskan, keluarga keberatan sehingga hanya dikasih ratusan ribu rupiah.
"Kalau ada kasih uanglah buat wara-wirinya dia, transportasinya dia. Ketemulah sama Ririn membicarakan dan kasih duit Rp300.000 kalau enggak salah karena ada amanat dari yang mengaku Aman Yani," bebernya.
Titi mengatakan, kejanggalan mulai terjadi dalam pertemuan tersebut. Ririn memperintahkan kakaknya mengaku sebagai Aman Yani.
Ia menambahkan, tujuannya guna memudahkan pencairan dana pensiun Aman. Pada 2017, pihak perbankan daerah yang pernah menjadi tempat kerja Aman akan memberikan dana pensiun sekitar Rp100 juta.
Namun, Uyat menolak perintah tersebut. Kakak Titi itu merasa pertemuan itu ujung-ujungnya berpotensi adanya unsur penipuan.
"Enggak mau dia, ini udah enggak benar. Akhirnya udah enggak ketemu lagi, udah selesai ketemu sama Ririn," jelasnya.
Titi mengatakan, sehabis pertemuan itu tidak menghalangi keluarga tetap berkomunikasi dengan orang yang mengaku sebagai Aman Yani.
Kakak Titi Bayar Utang Aman Yani
Titi menjelaskan, dari hasil komunikasi tersebut lagi-lagi menimbulkan kejanggalan baru. Kali ini Uyat mendapat perintah agar membayar utang Aman Yani.
"Ujung-ujungnya kakak saya yang Aman Yani ini menyuruh kakak saya (Uyat) bayar utang. Aman ini suruh, 'Tolong bayarin utang saya di orang Balongan sebesar Rp80 juta'," tuturnya.
Permintaan itu membuat Titi terkejut. Keluarga merasa berat membayar utang Aman Yani lantaran jumlahnya sebesar Rp80 juta.
Titi mengatakan, keluarga pun melakukan permintaan itu. Pihaknya telah membayar utang sebesar Rp10 juta.
Kecurigaan Titi semakin besar setelah keluarga mengirim uang. Ia mempertanyakan dari hasil komunikasi antara kakaknya dan Aman Yani.
"Dari Rp10 juta ini, aku kok curiga ya. Kang Uyat pernah telepon enggak sih sama Kang Aman. Telepon apa SMS? Kata dia, 'SMS aja'," ucapnya.
Titi mendesak agar kakaknya menelepon Aman Yani. Tujuannya memastikan nomor yang menghubunginya adalah sosok Aman.
Orang yang mengaku Aman Yani tidak bisa berkomunikasi via telepon. Alasannya karena posisinya berada di daerah pelosok.
Ia terkejut mendengar jawaban tersebut. Namun pada akhirnya Uyat dan Aman Yani saling menelepon.
"Sepelosok-pelosoknya SMS kan masuk berarti ada sinyal, yang penting halo. Akhirnya diangkat tapi enggak ngomong-ngomong, ya sudah enggak usah diladenin, ini ujung-ujungnya penipuan," kesal Titi.
Titi mengatakan, keputusan ini membuat sosok yang mengaku Aman Yani kesal. Ia sebenarnya tidak mempermasalahkan untuk membayar seluruh utang asalkan bisa bertemu dengan kakaknya.
Ibu Ririn Rifanto Datangi Keluarga Aman Yani
Titi mengungkapkan fakta terbaru. Pada Desember 2023, ibu Ririn Rifanto tiba-tiba mendatangi kediaman kakaknya.
Kedatangan ibu Ririn untuk menginformasikan bahwa anaknya ingin bertemu dengan keluarga Aman Yani. Alasannya tidak lain membicarakan terkait masalah Aman Yani.
Titi juga diminta untuk datang. Ia terkejut Ririn meminta keluarga Aman Yani mengisi sebuah formulir untuk menjadi ahli waris dana pensiun Aman.
"Kok enggak kelar-kelar? Ini menyambung sama yang dulu ketemu sama kakak saya kan, kok enggak selesai ya," heran Titi.
Titi meyakini dari permintaan itu menunjukkan bahwa Ririn mengetahui posisi Aman Yani. Ia pun bertanya keberadaan kakaknya yang hilang sejak 2016.
"Katanya ada di Singapura. Jadi, dia perwakilan. Kalau ada pengalihan ini kan harus ada surat kuasa," paparnya.
Ia cukup terkejut Ririn membawa surat kuasa. Namun, lembaran tersebut dinilai janggal lantaran tulisan tangan dalam surat itu tidak selaras dengan tulisan dari Aman Yani.
"Ini tulisannya bukan tulisan kakakku ya. Surat kuasanya tulisan tangan, ada materainya, ada tanda tangannya tapi tidak merasa bukan tulisan tangannya. Aku kenal tulisan kakakku," ucapnya.
Titi mendesak Ririn mengirim nomor kontak dengan kode Singapura milik Aman Yani. Sayangnya pihak keluarga tidak bisa menghubungi nomor tersebut karena sudah tak aktif.
"Begini Rin, kalau sampai sekarang saya enggak bisa hubungan langsung sama Aman Yani, saya enggak mau mengisi ini. Lagian (ahli waris) juga bukan hak saya, masih ada ahli warisnya yang sah karena ada anaknya," ancam Titi.
Titi merasa ujung-ujungnya pertemuan itu kembali berbicara uang. Ia mencurigai tindakan dilakukan Ririn diduga adanya unsur penipuan.
"Saya enggak percaya. Sekarang kamu bawa inii formulirnya, saya enggak mau urusan lagi sama kamu, ujung-ujungnya kamu itu duit buat menipu," kesalnya.
Hingga pada akhirnya, pihak keluarga Aman Yani tidak berkomunikasi lagi dengan Ririn sampai sekarang.
(hap)
Load more