LCC MPR Rutin Digelar, Federasi Serikat Guru Indonesia Sebut Juri Tak Belajar dari Pengalaman: Makin Tidak Profesional
- Tangkapan layar
Sehingga peristiwa ini tidak viral, berbeda dengan Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar pada tahun ini.
“Nah artinya pernah terjadi. Tetapi kalau pernah terjadi kan seharusnya belajar dari yang sebelumnya. Lah ini kok malah melakukan hal yang justru tidak belajar dari sebelumnya dan malah lebih parah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sikap juri yang bersifat arogan membuat publik geram.
“Kalau kita salah sebagai manusia, biasa kan? Tapi kalau kemudian tidak mengakui, tidak melihat, kemudian bersikap arogansi, itu yang kemudian membuat publik marah,” pungkasnya.
Ketua MPR Sebut Juri Tak Perlu Minta Maaf
Menanggapi polemik ini, MPR RI telah memberikan pernyataan bahwa dewan juri yang menjadi perhatian publik, tidak perlu memberikan permohonan maaf secara langsung.
Kedua juri tersebut yaitu Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Dyastasita Widya Budi dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, Indri Wahyuni.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan jika dua dewan juri LCC Empat Pilar MPR RI ini tidak perlu meminta maaf terkait kekeliruan penilaian mereka.
“Di lembaga MPR kan sudah disampaikan oleh Sekjen. Salah satu pimpinan kita sudah menyampaikan permohonan maaf, jadi itu sudah mewakili keseluruhan termasuk juri, karena ini adalah kegiatan kelembagaan bukan kegiatan perorangan,” ungkap Ahmad Muzani dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Meski begitu, Ahmad Muzani menegaskan kedua juri telah dimintai klarifikasi terkait polemik ini.
(kmr)
Load more