Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Bentuk Serikat Pekerja Demi Perlindungan Kerja di Lingkungan Perguruan Tinggi
- Istimewa
Malang, tvOnenews.com - Sejumlah dosen dan pekerja kampus dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menginisiasi pembentukan serikat pekerja di lingkungan kampus.
Hal ini dilakukan sebagai wadah bersama untuk memperkuat pengembangan karir, memperluas kolaborasi lintas bidang keilmuan, serta memperjuangkan perlindungan kerja dan kesejahteraan seluruh pekerja kampus.
Inisiatif ini melibatkan berbagai unsur pekerja di lingkungan pendidikan tinggi, mulai dari dosen PNS, dosen non-PNS, dosen luar biasa (DLB), tenaga kependidikan, hingga pekerja pada perusahaan milik kampus.
Pembentukan serikat pekerja kampus diharapkan menjadi ruang kolektif yang inklusif dan progresif bagi seluruh elemen pekerja perguruan tinggi.
Kegiatan inisiasi dilaksanakan di Kota Malang pada 17 Mei 2026 dan dihadiri oleh pengurus Konfederasi ASPEK Indonesia, yaitu Muhamad Rusdi selaku President, Alfasah Saepuloh selaku Vice President, serta Abdurrahman Hakim selaku Direktur Lembaga Kajian.
Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta menekankan pentingnya membangun ekosistem kerja kampus yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Serikat pekerja kampus diharapkan mampu menjadi sarana penguatan jejaring antarpekerja lintas disiplin ilmu sehingga dapat mendorong kolaborasi dalam bentuk penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan inovasi bersama.
Muhamad Rusdi menyampaikan bahwa pekerja kampus memerlukan ruang bersama yang mampu memperkuat solidaritas dan pengembangan profesional secara kolektif.
“Kampus membutuhkan ekosistem kerja yang sehat dan kolaboratif. Serikat pekerja dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan, memperluas jejaring, dan memastikan seluruh pekerja kampus memperoleh perlindungan kerja yang layak,” ujarnya.
Selain itu, serikat pekerja juga diharapkan dapat memberikan pendampingan bagi dosen terkait pemenuhan jabatan fungsional dan pengembangan karir akademik.
Pendampingan tersebut mencakup penguatan kapasitas akademik, publikasi ilmiah, pengembangan jejaring riset, serta peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi.
Salah satu penggagas dari Universitas Brawijaya, Khoirul Umam Hasby, menilai kolaborasi lintas kampus perlu diperkuat agar dosen dan pekerja kampus dapat berkembang bersama.
“Selama ini banyak dosen dan pekerja kampus menghadapi tantangan pengembangan karir secara sendiri-sendiri. Melalui wadah bersama ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih terbuka, saling mendukung, dan berdampak bagi penguatan pendidikan tinggi,” katanya.
Para penggagas juga menyoroti pentingnya perlindungan kerja dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja kampus, termasuk pekerja non-PNS dan tenaga pendukung lainnya yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Melalui wadah bersama ini, diharapkan tercipta ruang dialog yang konstruktif untuk mendorong perlindungan kerja yang lebih baik di lingkungan kampus.
Di sisi lain, pembentukan serikat pekerja kampus juga diarahkan untuk memperluas jejaring dengan dunia industri melalui federasi serikat pekerja, sehingga membuka peluang kolaborasi, pengembangan kompetensi, serta peningkatan kapasitas pekerja kampus dalam menghadapi perubahan dunia kerja.
Tidak hanya pada tingkat nasional, inisiatif ini juga diarahkan untuk membangun jejaring internasional melalui afiliasi dengan UNI Global Union dan organisasi internasional lainnya.
Jejaring tersebut diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, solidaritas internasional, serta penguatan advokasi pekerja pendidikan tinggi di Indonesia.
Inisiasi pembentukan serikat pekerja ini digagas oleh dosen dan pekerja dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka Malang, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Para peserta berharap inisiatif ini menjadi langkah awal untuk membangun solidaritas pekerja kampus yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia melalui kolaborasi, perlindungan kerja, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (muu)
Load more