MPR Angkat Bicara Soal Sanksi yang Diterima Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Kalbar Seusai Tuai Polemik
- Tangkapan layar YouTube MPRGOID
tvOnenews.com - Setelah melakukan evaluasi menyeluruh seusai ramainya polemik penilaian dewan juri pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalbar, MPR memberikan tanggapannya mengenai sanksi yang diterima dewan juri.
Pernyataan mengenai hasil evaluasi ini disampaikan melalui konferensi pers pada Senin, (18/5/2026).
Wakil Ketua MPR, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terkait polemik pada final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Menurutnya, MPR RI telah mengkaji aspirasi yang diberikan publik terlebih melalui media sosial agar dilakukan evaluasi menyeluruh, baik dalam segi acara keseluruhan maupun juri yang dilibatkan.
Abcandra menegaskan bahwa dewan juri yang terlibat dari acara tersebut kini tidak dilibatkan kembali.
“Memang kami membaca dan mendengar beberapa masukan atau aspirasi dari teman-teman yang ada di sosial media. Pertama meminta mengevaluasi acara keseluruhan. Kedua, termasuk mengevaluasi juri tidak dilibatkan kembali,” ungkap Abcandra Muhammad Akbar Supratman pada konferensi pers di Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).
“Oleh karena itu mungkin bisa menjadi jawaban terhadap kegiatan LCC yang sebelumnya menjadi kegaduhan di publik,” sambungnya.
- Tangkapan Layar YouTube MPRGOID
Keputusan MPR untuk tidak lagi melibatkan juri tersebut diambil guna menanggapi aspirasi dan kegelisahan masyarakat terkait penyelenggaraan LCC.
Tak hanya itu, pihaknya juga menegaskan tidak adanya pembahasan mengenai batas periode pemberian sanksi ini.
Kedepannya, MPR berencana melibatkan juri yang lebih kompeten dari kalangan akademisi, seperti dari universitas maupun pakar hukum tata negara, dalam penyelenggaraan LCC.
“Sampai dengan hari ini, kami tidak ada pembahasan mengenai sampai kapan. Yang jelas karena ini sudah menjadi sanksi sosial di publik,” ujarnya.
“Selagi LCC terlaksana, kami akan mengundang juri yang sesuai dengan aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten. Mulai dari Universitas, atau pakar tata negara,” lanjutnya menjelaskan.
Selanjutnya, Abcandra kembali memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi dan meminta dukungan agar pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar dapat berjalan dengan baik dan lebih transparan.
“Sekali lagi kami memohon maaf dan meminta dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia agar pelaksanaan ini bisa berjalan dengan baik,” harapannya.
(kmr)
Load more