Nasib Penyanderaan ABK RI di Somalia, Kemlu RI: Kondisi Kru Sehat dan Gaji Mereka Tetap Dibayarkan
- Abdul Gani Siregar-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com — Pemerintah Indonesia terus berpacu membebaskan para anak buah kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Ander 25 di wilayah Somalia.
Di tengah negosiasi yang masih berlangsung alot, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan kondisi para kru Indonesia hingga kini masih aman dan kebutuhan mereka tetap terpenuhi.
Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela menegaskan pemerintah bersama Perwakilan RI terus melakukan pemantauan intensif dan menjalin koordinasi lintas pihak untuk menangani kasus tersebut.
“Kementerian bersama Perwakilan RI terus menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Nabyl dalam keterangan videonya saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).
Kemlu menyebut informasi terbaru yang diterima dari berbagai sumber menunjukkan para kru WNI yang disandera masih berada dalam kondisi sehat di tengah situasi krisis yang mereka hadapi.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, dapat kami sampaikan bahwa kondisi kru WNI tersebut dalam keadaan yang sehat, kebutuhan logistik mereka terpenuhi dan gaji mereka tetap dibayarkan,” ungkap Nabyl.
Pemerintah juga disebut tidak hanya fokus pada proses diplomasi dan negosiasi pembebasan, tetapi turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban di Indonesia.
Kemlu bersama Kementerian Perhubungan terus melakukan komunikasi langsung dengan pihak keluarga guna memastikan mereka mendapatkan perkembangan informasi secara berkala.
Nabyl menjelaskan langkah family engagement dilakukan untuk menegaskan komitmen negara dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap WNI yang menghadapi persoalan di luar negeri.
Selain itu, proses negosiasi pembebasan para kru kapal hingga kini masih berlangsung.
Menurut Kemlu, pembicaraan intensif dilakukan bersama pemerintah setempat, pihak crew management hingga sejumlah pihak terkait lainnya yang terhubung dengan kelompok di Somalia.
“Besar harapan agar proses ini dapat berlangsung dan selesai dalam tempo yang tidak terlalu lama,” tutur Nabyl.
Kasus pembajakan MT Ander 25 menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keselamatan WNI di kawasan rawan perompakan internasional.
Hingga kini, Kemlu RI dan Perwakilan Indonesia di luar negeri masih terus memantau perkembangan situasi sambil membuka berbagai jalur komunikasi untuk mempercepat proses pembebasan.
Ia juga memastikan pemerintah akan terus menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik apabila terdapat kemajuan signifikan dalam proses penanganan kasus tersebut. (agr/nsi)
Load more