KNKT Beberkan Fakta-fakta Mencengangkan Terkait Kecelakaan Maut Kereta Api di Bekasi
- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Lasarus pun heran dengan arahan yang diterima oleh masinis KA Argo Bromo Anggrek. Lasarus bingung lantaran KA Argo Bromo Anggrek masih punya 300 meter jika pengereman dilakukan secara maksimal.
"Baik ini menarik ini, 1,3 km sudah ngerem?" tanya Lasarus.
"Sudah," jawab Soerjanto.
"Tapi disuruh ngerem dikit-dikit?" tanya Lasarus lagi.
"Iya," jawab Soerjanto.
"Padahal kalau dia ngerem benar 900 m-1 km sudah bisa berhenti? Masih ada space 300 meter," cecar Lasarus lagi.
"Iya," timpal Soerjanto.
Lasarus terheran-heran dengan fakta yang ditemukan oleh KNKT terkait tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL. Lasarus menyoroti SOP yang dimiliki operator KAI.
"Harusnya, Pak, sudahlah, Pak, ini mungkin teman-teman sekalian, ini kan harus kita baca detail penjelasan beliau, kita simpulkan saja, Pak, Bapak bisa nggak jawab pertanyaan saya kesimpulan saya bahwa kejadian ini sistem jalan nggak, menurut kesimpulan yang Bapak dapat, sistem yang ada pengendali berfungsi nggak? Kesimpulan yang Bapak dapat," beber Lasarus.
"Coba kami...," jawab Soerjanto.
"Nah, Bapak masih ragu," cecar Lasarus.
"Nggak, saya nggak ingin pahami apa yang Bapak jelaskan begitu panjang, saya ingin Bapak simpulkan saja, sistem jalan nggak? Kalau sistemnya jalan, 'Hei di situ kereta nabrak loh... lu rem pelan-pelan ya', rem pelan-pelan ini rem pelan-pelan bagaimana, masa SOP-nya begitu," pungkas Lasarus. (Aag)
Load more