Detik-detik Evakuasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Basarnas Ungkap Ancaman Kebakaran hingga Gerbong Bertumpuk
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkap kronologi proses evakuasi korban tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026), Syafii menjelaskan tim rescue Basarnas tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.35 WIB pada Senin (27/4/2026).
Menurutnya, proses penyelamatan berlangsung sangat kompleks karena kondisi gerbong kereta mengalami kerusakan parah setelah benturan keras.
“Struktur gerbong mengalami deformasi yang berat dan saling bertumpuk yang mengakibatkan banyak korban terjebak di ruang yang sempit,” ujar Syafii.
Basarnas Hadapi Ancaman Korsleting Listrik
Selain kondisi gerbong yang rusak berat, tim penyelamat juga menghadapi risiko lain saat proses evakuasi berlangsung.
Syafii mengungkapkan terdapat potensi kebakaran akibat korsleting listrik di lokasi kecelakaan. Situasi diperparah dengan kondisi malam hari yang membuat pencahayaan di area kejadian sangat terbatas.
Tak hanya itu, pergerakan material gerbong yang tidak stabil juga menjadi ancaman bagi tim rescue saat melakukan pencarian korban.
“Pada saat itu juga ada potensi kebakaran akibat korsleting listrik dan pergerakan material gerbong,” jelasnya.
Tim Rescue Langsung Potong Material Gerbong
Sesampainya di lokasi, tim Basarnas langsung melakukan stabilisasi area untuk memastikan proses penyelamatan dapat dilakukan dengan aman.
Petugas kemudian memotong material gerbong yang ringsek guna membuka akses menuju korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.
“Operasi SAR dilaksanakan melalui dua fase, yang pertama dilaksanakan pembukaan akses dan penyelamatan korban hidup,” ungkap Syafii.
Menurutnya, beberapa korban yang terjepit di dalam gerbong baru berhasil dievakuasi dengan selamat pada dini hari Selasa, 28 April 2026.
“Beberapa korban terjepit baru berhasil dievakuasi dengan selamat pada dini hari Selasa 28 April 2026,” tambahnya.
Basarnas Lanjutkan Evakuasi Korban Meninggal
Setelah proses penyelamatan korban selamat selesai dilakukan, operasi SAR kemudian masuk ke fase kedua.
Pada tahap ini, tim rescue melakukan evakuasi korban meninggal dunia sekaligus penyisiran menyeluruh terhadap seluruh rangkaian gerbong KRL yang terdampak kecelakaan.
Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi kejadian.
“Fase kedua tim rescue mengevakuasi korban meninggal dunia dan penyisiran seluruh rangkaian gerbong KRL,” kata Syafii.
Operasi SAR Ditutup Setelah Seluruh Korban Dievakuasi
Basarnas akhirnya resmi menutup operasi SAR pada 28 April 2026 pukul 09.35 WIB setelah seluruh area terdampak berhasil diperiksa.
Syafii memastikan seluruh korban dalam kecelakaan tersebut telah ditemukan dan dievakuasi.
“Operasi resmi kami tutup pada 28 April 2026 pukul 09.35 setelah seluruh area terdampak berhasil disisir, seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, serta tidak terdapat lagi indikasi korban tertinggal di lokasi kejadian,” ujarnya.
Kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sebelumnya menjadi perhatian publik karena menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah pada rangkaian kereta.
Insiden tersebut juga memicu evaluasi besar terkait sistem keselamatan perjalanan kereta api, koordinasi operasional, hingga penanganan darurat di jalur padat commuter line Jabodetabek. (saa/nsp)
Load more