Hilirisasi Kakao Indonesia Terus Didorong, BPDP Libatkan UMKM dan Generasi Muda
- Stefan Kuhn/Pixabay)
“Criollo ini paling aromatik, paling wangi, dan kualitasnya paling tinggi,” jelasnya.
Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan fine flavor cocoa melalui pengolahan pascapanen yang baik, terutama fermentasi dan pengeringan.
“Kelebihan Indonesia adalah kita punya varietas kakao yang jika diolah dengan baik bisa menjadi fine flavor cocoa,” katanya.
Peserta Praktik Langsung Olahan Kakao
Workshop berlangsung interaktif karena peserta tidak hanya mendapatkan materi edukasi, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan minuman berbasis kakao Indonesia bersama Founder Cokelatin Signature, Irena Surosoputra, dan Shana yang memiliki keahlian di bidang mixology.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan dengan dua menu minuman berbasis kakao yakni Earl Grey Criollo Chocolate serta Pistachio Criollo Chocolate dan Granola.
Pada menu Earl Grey Criollo Chocolate, peserta dikenalkan pada perpaduan teh Earl Grey dengan cokelat criollo yang memiliki karakter rasa kuat.
“Perpaduannya menenangkan, karena ada rasa cokelat dan teh sekaligus. Bisa jadi menu menarik untuk usaha minuman,” ujar Shana.
Sementara pada menu Pistachio Criollo Chocolate, peserta mempraktikkan teknik menghias bibir gelas menggunakan pistachio paste dan cacao nibs hingga membuat tampilan minuman berlapis menggunakan teknik gradasi warna.
Peserta juga diperkenalkan pada teknik plating dan penyajian minuman yang menjadi salah satu nilai tambah dalam industri makanan dan minuman.
“Es batu penuh itu penting supaya layer minumannya bisa terbentuk,” jelas Shana.
Selain pengolahan kakao, workshop juga memperkenalkan penggunaan non-dairy creamer berbahan sawit sebagai bagian dari inovasi produk minuman berbasis perkebunan.
Irena mengaku tertarik dengan penggunaan creamer sawit tersebut karena dinilai memiliki rasa yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
“Biasanya kami menggunakan non-dairy creamer berbahan singkong. Ternyata yang berbahan sawit ini juga enak dan bisa dikembangkan,” katanya.
Melalui kegiatan “Roemah Kreasi – Nyokelat di Roemah”, BPDP berharap masyarakat semakin memahami potensi kakao Indonesia sekaligus terdorong mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan nasional.
Load more