GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap, Purbaya: Kalau Terbukti Bakal Dicopot

Purbaya mengungkapkan dirinya masih rutin berkomunikasi dengan Djaka dalam urusan pekerjaan sehari-hari. Namun ia enggan menjelaskan apakah sudah membahas secara langsung mengenai tuduhan penerimaan suap tersebut.
Jumat, 22 Mei 2026 - 08:55 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Dugaan aliran suap senilai 213.600 dolar Singapura atau sekitar Rp 2,9 miliar menyeret nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama. Uang tersebut disebut berasal dari terdakwa kasus importasi barang, John Field, yang merupakan pimpinan perusahaan Blueray Cargo.

Menanggapi isu tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan. Ia menyatakan akan menunggu hasil pembuktian dalam sidang sebelum mengambil langkah terhadap Djaka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau persidangan saya nggak ikut campur, saya lihat saja seperti apa hasilnya. Kan kalau orang nuduh bisa saja, tetapi kalau terbukti ya sudah. (Bakal dicopot) harusnya iya, kalau terbukti ya," ujar Purbaya kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Purbaya mengungkapkan dirinya masih rutin berkomunikasi dengan Djaka dalam urusan pekerjaan sehari-hari. Namun ia enggan menjelaskan apakah sudah membahas secara langsung mengenai tuduhan penerimaan suap tersebut.

"Pak Djaka sama saya komunikasi setiap hari. Haha saya nggak ikut campur, saya tunggu hasil sidang saja," kata Purbaya.

Purbaya menyebut dirinya memahami persoalan yang tengah mencuat. Meski begitu, ia tidak mengungkap detail lebih jauh terkait pernyataannya tersebut.

"Yang jelas saya ngerti apa yang terjadi. Ada lah," tuturnya.

Nama Djaka sebelumnya disebut dalam persidangan perkara dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berlangsung pada Rabu (20/5). Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menyampaikan adanya amplop berkode nomor 1 yang diduga disiapkan untuk Dirjen Bea Cukai.

"Izin majelis kami tegaskan yang Sales 2, 1 adalah Dirjen Bea Cukai nilainya 213.600 dolar Singapura. Itu kami yang menegaskan, kami, karena kami yang punya bukti ini," kata Jaksa KPK M Takdir Suhan di persidangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jaksa juga memaparkan pembagian kode lainnya. Amplop dengan nomor 2 disebut diperuntukkan bagi Rizal yang menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode September 2024 hingga Januari 2026. Sementara kode nomor 3 ditujukan kepada Kasubdit Intelijen Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, Sisprian Subiaksono.

Dalam perkara ini, KPK mendakwa tiga petinggi Blueray Cargo terkait dugaan suap pengurusan importasi barang di lingkungan DJBC. Mereka adalah John Field sebagai pimpinan perusahaan, Deddy Kurniawan Sukolo selaku manajer operasional, serta Andri yang menjabat Ketua Tim Dokumen Importasi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ketua KPK Pastikan Penyitaan Cukai Palsu di Jepara dan Semarang Tak Pengaruhi Kasus Bea Cukai

Ketua KPK Pastikan Penyitaan Cukai Palsu di Jepara dan Semarang Tak Pengaruhi Kasus Bea Cukai

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyitaan pita cukai palsu di Jepara dan Semarang tak pengaruhi penyidikan kasus di Ditjen Bea dan Cukai.
Sherly Tjoanda Komplain Soal Lapangan Sekolah Rakyat Tak Ada Tribun, Langsung Datangi Mandor Hingga Lakukan Hal Ini

Sherly Tjoanda Komplain Soal Lapangan Sekolah Rakyat Tak Ada Tribun, Langsung Datangi Mandor Hingga Lakukan Hal Ini

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda memberikan masukan kepada mandor pembangunan Sekolah Rakyat Rioribati, Halmahera Barat.
KJRI Istanbul Ungkap Kesadisan Tentara Israel ke 9 WNI Relawan Flotilla: Ditendang hingga Disetrum

KJRI Istanbul Ungkap Kesadisan Tentara Israel ke 9 WNI Relawan Flotilla: Ditendang hingga Disetrum

Meski demikian, Darianto mengungkapkan para relawan mengalami tindakan kekerasan selama berada dalam tahanan Israel. Beberapa di antaranya disebut menerima perlakuan kasar secara fisik.
Heboh Diduga Pocong Gentayangan Bikin Resah Warga Tangerang, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

Heboh Diduga Pocong Gentayangan Bikin Resah Warga Tangerang, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

Viral video kemunculan sesosok mahluk menyerupai "pocong" yang meresahkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.
Jadi Kurir Sabu 9 Kilogram, Zainal Abidin Dituntut Jaksa Hukuman Mati

Jadi Kurir Sabu 9 Kilogram, Zainal Abidin Dituntut Jaksa Hukuman Mati

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), menuntut pidana mati terdakwa Zainal Abidin, kurir sabu seberat 9.991 gram atau 9 kilogram. 
Jika Belum Mampu Haji atau Umroh, Amalkan Cara ini Agar Doa Cepat Diijabah Allah, Begini Penjelasan Buya Yahya

Jika Belum Mampu Haji atau Umroh, Amalkan Cara ini Agar Doa Cepat Diijabah Allah, Begini Penjelasan Buya Yahya

Setiap orang menginginkan agar permohonan dan impian mereka lekas terwujud. Bila belum mampu melaksanakan Haji dan Umrah, rezeki bisa diraih dengan cara ini

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Polda Metro Jaya Periksa Model Ansy Jan De Vries Terkait Hoaks Jadi Korban Begal

Model atau MUA Ansy Jan De Vries menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, pada Kamis (21/5) terkait kebohongan soal dirinya menjadi korban begal hingga mengalami luka bacok di kepala.
Selengkapnya

Viral