News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Kasus Prihantini dkk Diduga 'Liburan Gratis' Lewat Seminar Dunia, Begini Mekanisme Travel Grant ISPPD

Viral kasus Prihantini membuat publik menyoroti ketatnya mekanisme Travel Grant ISPPD yang diprioritaskan bagi peneliti muda dan presenter abstrak.
Jumat, 29 Mei 2026 - 23:32 WIB
Sosok Prihantini, Peneliti yang Diduga Membuat Riset Palsu Pakai AI
Sumber :
  • Instagram/@w.o.d.d

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus dugaan fabrikasi riset berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyeret nama Prihantini dalam forum ilmiah internasional kini menjadi perhatian luas publik dan kalangan akademisi Indonesia. Polemik tersebut mencuat usai sejumlah peneliti Indonesia mengungkap dugaan manipulasi penelitian hingga pemalsuan identitas dalam ajang 14th Meeting of International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD-14) 2026 di Kopenhagen, Denmark.

Konferensi internasional itu berlangsung pada 17–21 Mei 2026 dan dihadiri para peneliti dari berbagai negara yang fokus pada studi pneumonia dan pneumokokus. Di tengah viralnya kasus tersebut, perhatian publik juga tertuju pada mekanisme Travel Grant ISPPD yang disebut sangat kompetitif dan tidak mudah diperoleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sorotan muncul setelah sejumlah peneliti muda Indonesia mengaku gagal memperoleh bantuan dana perjalanan tersebut, sementara grup Prihantini justru berhasil mendapatkan posisi strategis dalam forum ilmiah, termasuk sesi oral presentation dan e-poster spotlight yang dikenal sangat selektif.

Salah satu peneliti Indonesia yang hadir langsung dalam konferensi tersebut adalah Hanifah Fajri Maharani Putri. Ia mengaku awalnya kagum karena grup Prihantini mampu menembus sesi presentasi bergengsi dalam ISPPD.

“Di ISPPD itu susah banget untuk dapat oral presentation, apalagi kalau bisa dapat oral dan spotlight bersamaan,” ujar Hanifah dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews.com.

Travel Grant ISPPD Disebut Diprioritaskan untuk Peneliti Muda

Hanifah menjelaskan bahwa Travel Grant ISPPD pada dasarnya memang dirancang untuk membantu mahasiswa dan peneliti muda yang memiliki keterbatasan dana agar tetap bisa menghadiri konferensi internasional tersebut.

Menurutnya, program tersebut bukan bantuan yang mudah diperoleh karena ada sejumlah tahapan seleksi ketat yang harus dilalui peserta.

“Biasanya travel grant ini memang ditujukan untuk mahasiswa atau peneliti muda yang tidak punya dana untuk berangkat,” kata Hanifah.

Ia menyebut supervisor atau peneliti senior umumnya sulit memperoleh bantuan tersebut karena prioritas utama diberikan kepada peneliti muda dan peserta dari negara tertentu.

Hanifah bahkan mengungkap dirinya dan salah satu awardee lainnya bernama Ratna Fathma Sari pernah menjadi salah satu penerima travel grant ISPPD pada 2024, sehingga memahami secara langsung alur seleksi dan mekanisme pendanaannya.

“Makanya agak kecewa tahun ini banyak peneliti lain dari Indonesia yang tidak dapat,” ujarnya.

Di tahun 2026 ini, hanya ada salah satu peneliti Indonesia bernama Wa Ode Dwi Daningrat dan salah satu peneliti dari instansi lain yang mendapatkan.

Begini Mekanisme dan Ketentuan Travel Grant ISPPD

Berdasarkan ketentuan resmi ISPPD-14, Travel Grant hanya bisa diajukan melalui sistem pengumpulan abstrak penelitian. Artinya, peserta tidak dapat mendaftar bantuan perjalanan tanpa mengirimkan abstrak ilmiah terlebih dahulu.

Dalam proses seleksi, hanya penulis yang menjadi presenting author atau presenter resmi dalam program ilmiah ISPPD yang dapat dipertimbangkan menerima bantuan tersebut.

ISPPD menyebut penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah faktor, di antaranya:

  • Kualitas abstrak penelitian

  • Negara asal peserta

  • Tahapan karier peneliti

  • Motivasi menghadiri konferensi

  • Surat rekomendasi institusi yang ditandatangani oleh Kepala Departemen atau supervisor

Selain itu, prioritas utama diberikan kepada peneliti muda dan peserta dari negara-negara yang masuk kategori GAVI-eligible countries per 2025.

Indonesia sendiri tidak termasuk dalam daftar negara prioritas GAVI tersebut.

Hanifah menjelaskan bahwa mekanisme seleksi travel grant mirip seperti pengajuan beasiswa akademik internasional.

“Yang pertama dari abstrak yang diajukan. Kemudian dari surat rekomendasi institusi, dan terakhir diminta menulis semacam essay yang menjelaskan motivasi datang ke konferensi dan kenapa apply travel grant,” jelasnya.

Skema Pembiayaan Travel Grant ISPPD

Dalam ketentuan resmi ISPPD-14, bantuan travel grant mencakup beberapa komponen pembiayaan utama.

Berikut fasilitas yang diberikan kepada penerima travel grant:

  • Registrasi konferensi gratis

  • Hotel selama lima malam yang dibayar panitia

  • Reimburse tiket perjalanan sesuai batas tertentu

  • Kemungkinan penggantian biaya visa

Hanifah mengatakan seluruh penerima travel grant biasanya ditempatkan di hotel yang sama dan sudah diatur langsung oleh panitia konferensi.

“Kalau di ISPPD ini sistem travel grantnya adalah hotel dan registrasi sudah diurus dan dibayar panitia. Jadi biasanya para awardee kumpul di satu hotel,” ujarnya.

Sementara untuk tiket pesawat, sistem yang digunakan adalah reimbursement atau penggantian biaya setelah konferensi selesai.

Dalam ISPPD-14 2026, batas maksimal reimburse perjalanan mencapai 1.250 euro tergantung negara asal penerima grant.

“Kalau harga tiket pesawat hanya 500 euro, yang di-reimburse ya 500 euro,” kata Hanifah.

ISPPD juga menegaskan bahwa tidak semua pengeluaran peserta dapat diganti. Bantuan hanya berlaku untuk biaya transportasi dan sebagian kebutuhan visa tertentu.

Sementara biaya makan, minuman, asuransi perjalanan, hingga acara tambahan konferensi tidak masuk dalam skema reimburse.

Dokumen Wajib untuk Mengajukan Travel Grant

Dalam proses pendaftaran, peserta wajib melengkapi sejumlah dokumen penting sebagai syarat utama seleksi.

Dokumen tersebut meliputi:

  • Abstract penelitian

  • Surat rekomendasi dalam bahasa Inggris

  • Dokumen identitas yang menunjukkan usia dan negara asal

  • Esai motivasi mengikuti konferensi

Surat rekomendasi wajib ditandatangani kepala departemen atau supervisor resmi dari institusi asal peserta.

Sementara esai motivasi menjadi salah satu komponen penting yang digunakan panitia untuk menilai urgensi dan kontribusi peserta apabila menerima bantuan perjalanan.

ISPPD juga mengingatkan bahwa meski proses seleksi dilakukan ketat, tidak semua peserta yang memenuhi syarat otomatis akan memperoleh travel grant karena keterbatasan dana yang tersedia. (nsp)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Persija Vs Persib di GBK, Dirut I.League Beri Pesan Khusus untuk Jakmania

Jelang Persija Vs Persib di GBK, Dirut I.League Beri Pesan Khusus untuk Jakmania

Direktur I.League Ferry Paulus meminta Jakmania tertib dan tidak memprovokasi jelang Persija vs Persib di GBK, termasuk lewat media sosial dan ujaran SARA.
Gara-gara Video Diduga Hina Nabi Viral, Abah Setu di Bekasi Buka-bukaan Dirinya Langsung Dapat Ribuan Pesan WA

Gara-gara Video Diduga Hina Nabi Viral, Abah Setu di Bekasi Buka-bukaan Dirinya Langsung Dapat Ribuan Pesan WA

Asep Setiawan (Abah Setu), pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, Cikarang Barat, Bekasi mengaku dapat 7.478 pesan usai video diduga hina Nabi Muhammad SAW viral.
Sempat Hilang Tak Ada Kabar, Pevoli yang Digadang jadi The Next Megawati Hangestri Ini Berganti Gender

Sempat Hilang Tak Ada Kabar, Pevoli yang Digadang jadi The Next Megawati Hangestri Ini Berganti Gender

Kabar mengejutkan datang dari salah satu pevoli muda Indonesia, Lintang Yulia Prasasti yang umumkan jika dirinya telah berganti gender menjadi seorang lelaki.
Persija Vs Persib Resmi di GBK, Begini Kata Dirut I.League Ferry Paulus

Persija Vs Persib Resmi di GBK, Begini Kata Dirut I.League Ferry Paulus

Persija vs Persib resmi digelar di GBK pada 12 September 2026. I.League memastikan izin terbit dan meminta suporter menjaga keamanan selama laga panas.
Anggaran Sekolah Rakyat 2027 Jebol Rp71,5 Triliun, Kapasitas Siswa Diusulkan Naik Lebih dari 2 Kali Lipat

Anggaran Sekolah Rakyat 2027 Jebol Rp71,5 Triliun, Kapasitas Siswa Diusulkan Naik Lebih dari 2 Kali Lipat

Anggaran Sekolah Rakyat 2027 dipatok Rp26,3 triliun, tetapi usulan kenaikan kapasitas siswa membuat kebutuhan program mencapai Rp104,09 triliun.
Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia, Sassuolo Lakukan Tes Berkala pada Rekan Satu Tim Jay Idzes

Diduga Positif Narkotika Sampai Didenda Australia, Sassuolo Lakukan Tes Berkala pada Rekan Satu Tim Jay Idzes

Cristian Volpato diduga menggunakan narkotika sampai negara asalnya, Australia memberikan sanksi denda padanya. 

Trending

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

Reaksi REMISI usai Ditandai dalam Pesan Perpisahan Pria yang Tewas Diduga Akhiri Hidup di GBK: Rest In Love Fajar Sahrudin

REMISI org, organisasi wadah penyandang disabilitas psikosial merespon ucapan terima kasih Fajar Sahrudin (31), warga Lampung yang tewas akhiri hidup di GBK.
Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal Mula Fajar Sahrudin Ditemukan Tewas di GBK Terungkap, Kirim Sinyal SOS dan Tulis Pesan Perpisahan di Media Sosial

Awal mula Fajar Sahrudin ditemukan tewas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, mulai terungkap. Ini penjelasan pihak kepolisian.
Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Bukan Cuma Hoki! 5 Zodiak Ini Diprediksi Kariernya Makin Bersinar Besok 11 September 2026

Karier 5 zodiak ini diprediksi makin moncer besok, 11 September 2026. Ada yang dilirik atasan, dapat peluang baru, hingga ide yang bikin namanya diperhitungkan!
Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Siap-Siap Digempur Rezeki! 6 Zodiak Paling Berlimpah Cuan di 11 September 2026: Gemini Panen Dana Segar

Jumat, 11 September 2026, diprediksi menjadi hari yang cukup menarik bagi sejumlah zodiak dalam urusan finansial. Siapa saja yang bakal berlimpah cuan besok?
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
Selengkapnya

Viral